Top Ad 728x90

Wednesday, September 23, 2015

, ,

Ini Buah Tangan Menantu Wanita ke Mertua Saat Hari Raya

Tradisi Hari Raya Idul Adha di Aceh, Menantu Silaturahmi ke Rumah Mertua di Aceh, Buah Tangan Menantu ke rumah Mertua di Aceh, Bawaan Menantu Wanita ke rumah mertua di Aceh, Idang dari Aceh, Emas dalam Mayam, Menikahi Gadis Aceh Mahal, Kue dalam talam di Aceh, Penyajian kue lebaran di Aceh, Penyajian kue lebaran di Aceh


Silaturahmi ke rumah mertua di hari raya? Hukumnya wajib di Aceh ini. Tidak tertulis dalam hukum sosial maupun hukum agama. Tetapi perkara ini tertuang dalam ingatan setiap masyarakat Aceh dari turun-temurun. Silaturahmi ini menjadi masalah sangat sakral dan musti dikerjakan pada hari pertama hari raya. Tidak silaturahmi ke rumah mertua di hari pertama hari raya, sama saja tak ada hari raya baginya.

Cukup silaturahmi saja? Oh tidak!

Jika sebelum puasa atau menjelang hari raya menantu pria – baru menikah khususnya – wajib membawa pulang sie meugang, di hari raya malah sebaliknya. Menantu wanita yang baru menikah – bahkan telah menikah lama pun – wajib membawa buah tangan saat silaturahmi ke rumah mertua. Jika menantu baru menikah, buah tangan yang dibawa dalam jumlah yang lebih besar. Jika telah lama menikah bisa mengecil dan mengerucut terus apalagi sudah memiliki anak-cucu.
Motif Idang Aceh - kemalife.wordpress.com
Buah tangan apa yang wajib dibawa menantu wanita ke rumah mertua ini? Kue-kue khas Aceh yang rasanya hanya ada di Aceh saja. Kenapa di Aceh? Karena kue-kue ini hanya dibuat sendiri – dengan keluarganya – oleh menantu wanita. Kue-kue khas Aceh ini dibuat jauh-jauh hari untuk dibawa ke rumah mertua. Kue yang dibawa pun tidak sedikit untuk menantu baru. Kebiasaan yang terjadi bisa dalam kotak besar atau dalam idang. Idang ini dibuat dari kayu dengan badan bulat dan vertikal setinggi 1 meter atau lebih. Kue-kue disusun di dalam idang ini sampai penuh. Kue-kue kering ini diantar sebelum hari raya ke rumah mertuanya. Mertua yang menerima idang ini akan membalas isi dari idang dengan tak kalah besarnya. Balasan dari mertua bisa berupa emas (biasanya 1 sampai 2 mayam), kain bakal baju, gula beberapa kilogram, kain sarung maupun lain-lain.
Idang Aceh - rapaisamaan.blogspot.com
Bentuk Idang Aceh - fauziikpp.blogspot.com
Mertua yang menerima kue dari menantu tercantik ini akan mengundang sanak-famili untuk membuka isi idang kue. Kue-kue yang telah dilihat ini akan dibagi-bagikan kepada sanak-famili dan kepada tetangga sebagai tanda bahwa menantunya telah mengantar menu “wajib” di hari raya. Pembagian ini memang tidak banyak tetapi cukup dirasa oleh sanak-famili dan tetangga yang menerima.

Jika pernikahan dilaksanakan sebelum hari raya Idul Fitri, idang ini diantar di hari raya Idul Fitri. Jika pernikahan dilaksanakan di antara dua hari raya, maka idang ini diantar saat hari raya Idul Adha. Kue dalam idang ini wajib sekali saja selama pernikahan, dan diantar oleh kerabat menantu wanita. Menantu wanita juga akan membawa kue lagi saat berlebaran ke rumah mertua. Kue yang dibawa oleh menantu wanita saat berlebaran ini bisa dalam talam saja, tetapi harus penuh dan talamnya dalam ukuran besar. Agak beribet ya? Tetapi begitulah kebiasaan yang mengajarkan silaturahmi antara menantu dengan mertua.
 
Kue dalam talam - maa.acehprov.go.id

Anda para wanita di luar Aceh. Bersediakah menikah dengan pria dari Aceh?

6 komentar:

  1. wah unik juga ya :D jadi pengen liat prosesinya secara langsung ke aceh. Buat ditulis pasti menarik ini :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Mas Fahmi. Masih ada lho adat ini 😊

      Delete
  2. ya ampuuuun banyak banget ya bawaannya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Mbak Kania. Begitulah keadaan di sini. Salam hangat ya :)

      Delete

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90