Top Ad 728x90

Sunday, September 6, 2015

, ,

Liciknya Ibrahim yang Mengibuli Namrud di Depan Mata

Kisah Nabi Ibrahim, Kelahiran Nabi Ibrahim, Sejarah Lahirnya Nabi Ibrahim, Mukjizat Nabi Ibrahim, Nama Ayah Nabi Ibrahim, Ayah Nabi Ibrahim Pengawal Namrud, Ibrahim menghancurkan berhala, Namrud mengaku Tuhan, Namrud raja yang zalim, perang antara Nabi Ibrahim dengan Namrud, anak Nabi Ibrahim, Ismail anak nabi Ibrahim, Nabi Muhammad keturunan Nabi Ibrahim, perjalanan haji, anjuran ibadah haji, amalan ibadah haji, musim haji

Ilustrasi Kisah Ibrahim as. - umrohalhabsyi.com
Mendekati pelaksanaan ibadah haji di Makkah, kisah Nabi Ibrahim menjadi pokok pembicaraan di setiap ada ceramah agama. Teladan dari Nabi Ibrahim selali diagung-agungkan, berkat ketabahan beliau maupun kisah beliau yang kebal dibakar api. Kisah tragis lainnya tak lain kepicikan Ibrahim dalam &membunuh& para berhala yang kemudian mengkambing-hitamkan berhala paling besar sebagai pembunuh. Lantas, Ibrahim menegaskan pada Namrud bahwa berhala terbesar itu yang telah membunuh berhala-berhala kecil. Kisah ini diulang terus-menerus sampai ke generasi saat ini, sampai ke kisah Nabi Ismail, Siti Hajar maupun Siti Sarah yang mengantarkan ibadah haji jadi wajib bagi umat Islam.
Namun, tahukah jika Ibrahim itu telah licik semenjak sebelum lahir?
Sungguh penggunaan kata yang salah. Ibrahim tidaklah licik. Hanya takdir yang menempatkannya jadi licik. Sejarah mengatakan bahwa Namrud melarang seluruh warga negerinya untuk mempunyai keturunan. Namrud memberi perintah kepada suami isti untuk tidak bersetubuh. Mengetuk palu &bunuh& bayi yang baru lahir. Menjauhkan suami dengan istri mereka. Sayangnya kuasa Tuhan tidak memihak pada Namrud. Namrud yang menjaga supaya tidak ada anak keturunan yang lahir di negerinya kebobolan juga. Hukuman yang diberikan kepada mereka yang bandel mempunyai keturunan hanya sebagai angin lalu. Ramalan yang dipercaya Namrud akan punah karena sosok yang diyakini memimpin negeri setelahnya tak akan pernah ada.
Adalah ayah Ibrahim, Azar, seorang penjaga istana, tepatnya tangan kanan Namrud. Tak pernah pulang menjenguk istrinya. Setia pada Namrud yang memerintahkan menjaganya. Azar berjaga siang dan malam di sisi Azar. Cahaya di wajahnya berseri-seri. Kegagahannya tiada tanding. Azar memegang janji sebagai pengawal yang patuh. Namrud pun percaya dengan sepenuh hati kepadanya.
Anak keturunan tak lahir lagi di negeri Babil. Namrud senang hati. Bergembira karena kuasanya tak akan berpindah tangan.
Tibalah pada suatu malam, rasa kantuk melanda seluruh negeri. Semua orang tertidur, kecuali dua orang saja. Ayah dan Ibu Ibrahim. Ibu Ibrahim yang ditinggal oleh Azar di sebuah tempat terasing, tergopoh menjumpai suaminya. Rasa rindu mengantarkannya ke sisi Namrud, tempat Azar berjaga. Azar menerima kedatangan istrinya juga karena rindu yang tak bisa dijaga. Di sisi Namrud, cahaya dari wajah Azar menghilang. Cahaya itu telah tertanam dalam rahim perempuan yang telah melahirkan Ibrahim.
Kuasa siapa yang bisa ditentang? Namrud boleh saja bersiteguh untuk membinasakan anak keturunan di negerinya. Tuhan selamanya tidak pernah tidur. Ibrahim lahir bahkan di sisinya. Dari keturunan orang yang begitu dipercaya dan diyakini tak akan membangkang. Orang yang berkuasa nantinya tak lain adalah anak Azar, pengawal malang yang cahaya di wajahnya turun kepada Ibrahim.
Sepenggal kisah ini hanya segelintir dari kisah Ibrahim. Bukankah kita harus mengambil manfaatnya?
*dari berbagai sumber

2 komentar:

  1. Semoga semua umat yg lagi menjalan kan ibadah haji mendapat kelancaran disana dan pulang menjadi haji yg mambrur amien

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin. Semoga diterima amal ibadahnya ya :)

      Delete

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90