Top Ad 728x90

Tuesday, September 22, 2015

, , ,

Semangkuk Mie Kocok Sebelum Senja

Matahari Terbenam di Aceh, Sunset di Aceh, Mie Kocok Aceh, Mie Aceh, Rasa Mie Aceh, Pesona Mie Aceh, Nikmatnya Mie Aceh, Sunset, Sunset Terindah di Aceh, Pemandangan Sunset Terbaik di Aceh, Jenis-jenis Mie di Aceh


Sedapnya!

Lelah mengitari kota Meulaboh yang tak seberapa, perlu sesuatu yang bisa menganjal perut. Walaupun bisa dikatakan tidak selelah mengelilingi kota besar, tetapi rasa lapar tak pernah bisa ditipu. Apalagi, tidak lama setelah ini masih ada perjalanan menarik yang tidak mungkin ditinggalkan begitu saja. Jika beruntung, pemandangan matahari terbenam menjadi satu-satunya penorama “biasa” bagi kami yang sulit dilewatkan begitu saja.

Karena matahari tenggelam itu membawa pergi semua kenangan hari ini!

Sebelum itu, colek sana colek sini terlebih dahulu. Kuliner yang terlalu berat tentu tidak menarik menjelang senja. Makanan setengah berat saja yang bisa menimbulkan rasa lapar lagi menjelang malam nanti. Eh, jangan salah, orang Aceh itu – mungkin kebanyakan orang Indonesia – jika bukan nasi tidak termasuk makanan berat walaupun sama-sama membawa rasa kenyang.

Termasuk mie ini. Kali ini saya tidak menyemat mengenai mie Aceh yang sangat populer itu, karena mie lain juga tak kalah seru untuk dicicipi. Karena pesona mie Aceh itu tak ubah seperti Gadis Aceh! Percaya deh! Lain kali saya akan mengulasnya. 

Semangkuk Mie Kocok. Dari namanya saja sudah sedap sekali ya. Jangan berpikir negatif dahulu, ini hanya soal penamaan saja, tak ada istilah kocok-kocokan ke arah negatif tersebut. Hahaha....

Nah, mie kocok ini sangat berbeda dengan mie Aceh kebanyakan. Walaupun sama-sama menggunakan mie tepung yang mudah sekali dibeli di pasar rakyat dengan harga sekilo tak lebih dari lima ribu rupiah saja, cita rasa mie kocok mempunyai sensasi yang berbeda.

Mie kocok disajikan dalam kondisi panas dengan kuah berlimpah. Lezatnya. Makyuss! Kalau kata pegiat wisata kuliner. Mie kocok disajikan dengan menambahkan bawang yang telah dicincang kecil-kecil dalam jumlah banyak. Aroma bawang ini cukup menyengat sampai beberapa waktu ke depan. Baunya tertinggal saat bernapas dan bisa jadi tidak disukai oleh sebagian orang. Penghias lain adalah daging yang telah dihaluskan yang mempunyai rasa lebih mewah dari daging padat, karena tidak perlu mengunyah terlalu berat lagi. Daun sop dan bawang goreng pun menjadi pemanis kuah mie kocok ini. Penambahan mie tiaw atau mie putih lain (mie hun/bihun) bisa menambah jumlah porsi dan tidak mengubah rasa.

Mie kocok yang terletak di kawasan Kampung Rundeng, Meulaboh ini rasanya akan lebih sedap saat menambah kecap asin/manis, saos, cuka maupun cabai yang telah dihaluskan. Eit, jangan terlalu banyak ya karena rasanya bisa jauh dari harapan setelah itu.

Makanan “ringan” ini bisa menganjal perut sejenak. Saatnya ke bibir pantai dan mengabadikan sunset yang sedang menukik tajam. Yakin dan percaya, perut saya akan lapar kembali setelah matahari terbenam. Sayangnya, sunset sore itu tidak memihak pada saya. Ah, bisa diulang memotret di senja yang lain!

Anda tertarik mencicipi mie kocok dan mengejar sunset di sini? 

Mie Kocok - Bai Ruindra
Mie Kocok di Aceh - Bai Ruindra
Mie Kocok di Meulaboh - Bai Ruindra
Mengejar Sunset - Bai Ruindra
Matahari yang enggan berpamitan - Bai Ruindra
Sunset di Aceh - Bai Ruindra

16 komentar:

  1. Apa mirip mie kocok yang ada di Bandung ya? Mie lain yang pernah aku icip pas mampir ke pasar di Banda Aceh (Peuniti) itu mie yang bentuknya mirip spaghetti.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Wijna, saya kurang tahu mie kocok Bandung. Bisa jadi sama bisa tidak. Kurang lebih mirip cm ini banyak kuahnya. Smg bisa cicipi suatu saat nanti jika ke Aceh lagi ya 😊

      Delete
  2. aku taunya mie kocok bandung.
    Tp klo gk slh, mie kocok bandung ada kikilnya gitu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Juvmom, di Aceh juga ada ni, semoga suatu saat bisa mencicipinya ya 😀

      Delete
  3. Mie kocok juga ada di Bandung, Jakarta dan beberapa tempat lainnya, Bai. Dan seperti yang telah aku cicip, tak satu pun dari mereka yang menyerupai cara penyajian maupun rasa sedap mie kocok kita [mie kocok Aceh], lho! Hadeuh, waktu aku masih sering dinas ke Meulaboh, kami di mana, sih, Bai? Kalo ga, kan bisa kopdar kita....!

    Bai, tulis juga tentang Kopi Terbalik itu donk, aku pernah diajak teman untuk mencicipi kopi terbalik itu, unik banget! Sayang koleksi fotonya hilang dan aku tak jadi bikin postingan, deh! *nyakar tembok

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mie Aceh memang sesuatu ya Kak.
      Wuih, dulu kita belum sedekat ini ya klu gk bs wet-wet.
      Oya, ini liputan kopi terbalik http://www.bairuindra.com/2015/04/menikmati-kopi-terbalik-di-meulaboh.html

      Delete
  4. aad juga mie kocok di sana??? apa sama dg mie kocok bandung ya??? trus yg putih-putih itu apa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Mbak Tira. Sama atau nggak kurng tahu krn blm pernah nyoba. Yg putih itu mie tiaw mbak 😊

      Delete
  5. Bang Bai, sedang heboh nih. Katanya beli mie kocok dapat Gadis Aceh. Betul?, Ada di Meulaboh? Jika ada aku meluncur bang. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul. Asalkan membawa mahar 25 mayam ya 😆

      Delete
  6. Hmm...bikin lapar aja kami, walau sudah makan. hehe
    Bila ke Meulaboh patut di coba ni, dan juga mau ulas di blog juga :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silakan Mus, ditunggu kedatangannya ke Meulaboh ya ☺

      Delete
  7. makan mie kocok sambil menikmati senja? Emang ada yang mau nolak :D pasti mau semua deh!

    ReplyDelete

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90