Top Ad 728x90

Saturday, November 7, 2015

,

5 Hal yang Tabu dari Aceh

5 Hal yang Tabu dari Aceh, Hal yang tabu di Aceh, Ganja Aceh Terbaik, Jenis-jenis Ganja Aceh, Perempuan Aceh berjilbab, Perempuan Aceh tidak berjilbab, Perempuan Aceh bercelana ketat, Meminang perempuan Aceh, mahar perempuan Aceh, waria di Aceh, pandangan Aceh terhadap waria, kedudukan waria di Aceh, razia waria di Aceh, penegakan hukum syariat Islam terhadap waria di Aceh,

Ganja Aceh - antaranews.com
Aceh selalu menjadi sorotan dari dunia luar. Berbagai isu yang berkembang di Aceh sangat sensitif sekali. Sedikit saja disentil bisa saja berubah menjadi sangat buas. Beragam opini berkembang dengan sendirinya dari masyarakat Aceh yang gemar sekali duduk di warung kopi. Di warung kopi ini pula opini tersebut digiring kepada pemaksaan menerima sebuah pendapat. Sebagian malah berkoar-koar tanpa isi, sebagian mengeluarkan fakta, sebagian membela pihak yang benar, sebagian ngotot membela pihak yang belum tentu salah.

Hal apa yang menarik dari Aceh?

Sesuatu yang lumrah terjadi. Sesuatu yang ramai dibicarakan. Sesuatu yang disukai sebagian besar orang. Sesuatu yang – mungkin – tak boleh dibicarakan di saat-saat tertentu. Sesuatu yang tabu.

Tabu di Aceh sebenarnya pada perkara yang universal. Lima hal yang tabu ini sungguh berlebihan jika dikatakan tidak ada di Aceh. Lima hal yang tabu ini bahkan sampai diberitakan di banyak media massa maupun media sosial secara berlebihan. Sedikit saja disentuh hal yang tabu ini, langsung meledak dengan seketika!

Ganja
Sering kali, ketika melakukan perjalanan ke luar Aceh, pertanyaan yang muncul dari mereka yang menjemput atau bahkan sopir taksi di bandara bertanya tentang satu hal ini.

“Apakah kamu membawa ganja?”

Padahal daun kering tersebut “tidak boleh” dibicarakan secara terang-terangan di Aceh. Ganja Aceh memang dikenal sebagai ganja terbaik sejauh ini. Namun di Aceh sendiri sebutan ganja sangat jarang sekali terdengar. Konsumsi ganja di Aceh pun tidaklah legal. Aceh memandang ganja sebagai barang haram yang mesti dimusnahkan walaupun sebagian malah menanamnya di belakang rumah.

Membicarakan ganja di Aceh tidak akan membuat Anda ditangkap pihak berwajib. Sekadar bertanya boleh-boleh saja, asalkan tidak meminta beli atau mencari tempat khusus di mana daun kering ini dijual. Tanaman ganja memang sengaja ditanam di tempat “rahasia” sehingga hanya orang-orang tertentu saja yang dapat mencapai tempat tersebut. Sekali kena razia, ladang ganja lalu dimusnahkan. Padahal ladang tersebut hanya sebagian kecil dari ladang ganja yang lain.

Perempuan tak berjilbab
Tahu dong ya kalau Aceh menerapkan syariat Islam? Berkenaan dengan ini, melihat perempuan tidak berjilbab (menutup kepala) adalah hal yang tabu. Sebagian besar perempuan Aceh menaati aturan Islam yang berlaku di negeri Serambi Mekkah. Tidak pernah terdengar bahwa perempuan Aceh melakukan demonstrasi untuk meminta pemerintah menurunkan aturan mengenai jilbab. Perempuan Aceh mengenakan jilbab – benar karena aturan hukum – karena kesadaran sendiri bahwa mereka terlahir sebagai muslimah yang taat pada Islam.

Perempuan Aceh yang tidak berjilbab dan berkeliaran dengan seenaknya akan dipandang rendah oleh kaumnya sendiri. Secantik apapun perempuan Aceh yang tak berjilbab, laki-laki enggan mendekatinya. Laki-laki di Aceh tidak hanya melihat kecantikan luarnya saja karena hubungan serius akan berlanjut ke jenjang lebih tinggi.

Perempuan bercelana ketat
Sering sekali media massa memberitakan bahwa polisi syariat Islam melakukan razia terhadap perempuan Aceh yang mengenakan celana ketat. Segitu tabunya perempuan yang memakai celana ketat di Aceh ini. Tidak hanya soal razia saja, perempuan yang mengenakan celana ketat menduduki posisi terendah dalam pandangan masyarakat Aceh. Benar Islam tidak membenarkan pakaian sedemikian, namun persoalan yang muncul dalam masyarakat Aceh tidak sekadar hukum Islam semata tetapi karena soal tata krama dan kesopanan.

Perempuan Aceh yang mengenakan celana ketat dipandang belum sepenuhnya memahami Islam dan Aceh dengan benar. Razia yang dilakukan oleh polisi syariat Islam tersebut termasuk bagian dari “mensucikan” Aceh dari kerikil menuju daerah yang benar-benar menegakkan hukum Islam secara menyeluruh.

Menikah tanpa mahar emas
Tak ada pernikahan tanpa emas!

Soalan ini sungguh sensitif dan tabu di Aceh. Pernikahan yang “benar” menurut adat orang Aceh adalah laki-laki yang melamar perempuan dengan mahar emas. Pernikahan tanpa mahar emas seakan-akan bukanlah pernikahan sebenarnya walaupun Islam tetap mensahkan setelah ijab kabul.

Mahar emas tidak hanya tabu namun menjadi satu-satunya ikatan suci pernikahan di Aceh. Berani menikahi gadis Aceh, berani mengeluarkan isi dompet dengan cukup tebal.

Waria
Mungkin, sebutan ini tidak hanya tabu di Aceh saja. Namun kedudukan waria di tanah Aceh belum bisa ditolerir. Waria dianggap sebagai “hama” yang mesti dibasmi. Saking tabunya membicarakan waria di Aceh, segala cara dilakukan oleh pemerintah untuk membunuh bibit-bibit waria yang telah berkembang di Aceh. Waria Aceh yang kerap kali melancarkan aksi “jualan” mereka dari tengah malam sampai dini hari sering dirazia oleh polisi syariat kemudian diberikan penyuluhan secara agama dan sosial.

Waria masih dipandang sebagai sesuatu yang tidak “suci” di Aceh. Masyarakat Aceh menganggap waria sebagai serendah-rendahnya manusia yang terlahir di dunia ini. Karena apa? Sebagian besar masyarakat Aceh setidaknya pernah mengaji kitab jawi (Arab Gundul) sehingga pemahaman agama mereka lebih dalam. Waria yang semakin ramai di Aceh bukanlah sebutan yang benar menurut hukum alam dan agama. Islam mengenal nama khunsa di mana satu orang memiliki dua jenis kelamin. Pada saat pengobatan, si khunsa ini akan dilihat kembali organ reproduksinya lebih berat ke laki-laki atau perempuan. Waria di Aceh yang – bahkan – berani berpenampilan seperti perempuan (berjilbab atau memanjangkan rambut) sebagian besar adalah berjenis kelamin laki-laki.


Hal yang tabu adalah persoalan sensitif. Lima hal ini masih menjadi perbincangan panjang dari kelas bawah sampai kelas atas di Aceh. Anda tertarik mengunjungi Aceh setelah membaca ini? 

2 komentar:

  1. celana ketat tabu? nope. banyak kok cewek aceh yang pake celana ketat. dan gak ditegur -_-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Perempuan yang pakai celana ketat dibicarakan orang bukan? Peneguran pernah dilakukan dengan maksimal di awal-awal SI, sekarang saja proses tersebut telah berkurang.

      Delete

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90