Top Ad 728x90

Saturday, November 14, 2015

, , , , ,

Kembalikan Mahar Saya Aduhai Gadis Tercinta!

Kembalikan Mahar Saya Aduhai Gadis Tercinta, Kembalikan Mahar saya, Mahar Pernikahan di Aceh, Mahar Emas di Aceh, Mahar Emas Wajib di Aceh,

Mahar emas di Aceh - mantenhouse.com
Nyawa dibayar nyawa!

Wuih! Sadis benar kalimat di atas. Namun benar, kita sering mendengar perkataan demikian. Saat emosi memuncak, nyawa terkadang menjadi tameng untuk melepas kemarahan. Walaupun kemudian tidak dilaksanakan, tetapi pada konteks yang nyata bahwa sebagian orang malah tidak bermain-main dengan kalimat ini. Begitu saudara mereka dibunuh, maka akan balas membunuh!

Nyawa adalah harga diri!

Harga diri laki-laki di Aceh nyungkep ke kolong jembatan begitu gadis yang akan dinikahkannya melarikan diri – lebih tepatnya membatalkan pertunangan. Berpijak pada kalimat pembuka artikel ini, gadis yang terlanjur membatalkan pertunangan dengan alasan apapun, harus bertanggung jawab penuh terhadap rasa malu yang diemban oleh laki-laki muda ini. Tidak hanya malu si laki-laki, tetapi malu keluarga laki-laki yang datang melamar dengan baik-baik, sesuai adat yang berlaku menjadi tumbal kemunafikan perasaan si gadis. Gadis yang membatalkan pertunangan adalah mereka yang tak tahu malu atau bahkan harga dirinya telah tergadaikan dengan cinta picisan dalam dongeng. Cinta memang ada namun perkara hubungan kedua keluarga – kepercayaan – tidak mudah didapatkan begitu saja.

Gadis yang terlanjur membatalkan pertunangannya tak akan bisa lari terbirit-birit menuju bahagia yang lain. Ada urusan penting yang wajib dilunasi olehnya dan keluarganya terhadap laki-laki yang telah dipermalukannya.

Baca juga Menikahi Gadis Aceh 

Gadis ini, harus membayar kembali mahar emas yang telah diberikan laki-laki kepadanya saat meminang!

Berapa mahar emas yang harus dibayar jika gadis yang membatalkan pertunangan ini?

Dua kali lipat dari mahar yang diberikan oleh laki-laki kepadanya!

Emas telah menjadi mahar wajib dalam meminang gadis di Aceh. Apabila saat meminang laki-laki telah memberikan mahar sebesar10 mayam emas murni, jika gadis membatalkan pertunangan harus melunasi 20 mayam mahar emas murni tersebut. Coba kita kalkulasikan harga emas murni (24 karat) di Aceh saat ini. 1 mayam (3,3 gram) harganya mendekati 2 juta rupiah. Kalikan saja berapa besar “harga diri” yang harus ditebus oleh si gadis apabila melakukan tindakan ceroboh ini.


Rasa malu memang melebihi angka di atas kertas. Soal pertunangan saja tidak boleh main-main di Aceh. Bagaimana jika telah menikah? 

12 komentar:

  1. btw sering kejadian kah, atau banyak kah, yg cewek membatalkan pertunangan, atau karena dipaksa nikah ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada beberapa kejadian demikian mbak Puput, ada yang lari dengan kekasih baru, ada yg dijodohkn, macam-macam.

      Delete
  2. Waduwwww mahal banget. Wahhh berarti kalau menerima pinangan harus bangak pertimbangan dong ya, biar ujung ujungnya nggak harus sampai melarikan diri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Mbak Akarui, gk main-main lho di sini :)

      Delete
  3. Kalau kejadiannya sebaliknya gmana mas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apabila laki-laki yang membatalkan, mahar emas tersebut sah jadi si gadis tidak wajib dikembalikan mbak Anita :)

      Delete
  4. Seriusan sampe segitunya? ._.

    Kalo ngga salah mahar Aceh kan pake emas mayam yak.. Bisa puluhan juta kalo diduitin..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mbak Beby. Kondisinya seperti yg saya tulis ini :)

      Delete
  5. Tuh makanya harus dipertimbangkan masak masak sebelum menerima pinangan,memang soal harga diri akan sangat sensitif lukanya susah sembuh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul. Apalagi jika telah berkaitn dgn banyak org ya.

      Delete
  6. Januari Insha Allah saya akan menikah dengan perempuan keturunan Yaman, ketika lamaran, biasanya di sumatera memang ada "antaran" namanya, jadi ada sejumlah uang tertentu atau yang lain yang diberikan ke perempuan. Pas lamaran, saya datang ke Jateng, menyiapkan seperti adat kita di Sumatera, tapi ada jawaban yang kemudian membuat saya terdiam:

    Abinya bilang: "Kita sedang tidak dalam proses jual beli anak, kami tidak meminta adanya uang A, Emas, dsb. Cukup mahar ketika akad nikah saja, seperangkat alat shalat sudah dirasa cukup."

    Kebetulan dia berasal dari keturunan Yaman. Jadi begitulah yg saya alami.

    *malah curhat* haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih telah berbagi mas Arian. Namun adat tidak hanya dilihat secara materi semata melainkan sebagai identitas suatu daerah. Semoga artikel ini bermanfaat ya 😀

      Delete

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90