Top Ad 728x90

Saturday, November 14, 2015

, , ,

Pray for Paris, What About Now? #PrayforParis

Pray for Paris, What About Now?, #PrayforParis, Perang dunia telah dimulai, perang melawan Islam telah dimulai, Barat menginvasi Islam,

Tak akan ada asap tanpa api!

Kota yang sejuk, daun-daun berguguran, jalanan macet oleh kendaraan dan pejalan kaki, gedung pencakar langit berderet rapi dan mewah, rumah-rumah mode memamerkan produk terbaru mereka yang elegan dan mahal, konser musik oleh musisi dunia menghentakkan telinga dan nadi, lenggak-lenggok di atas catwalk, model pria dan wanita sumringah, Menara Eiffel menaburkan lampu aneka warna di malam hari. Hidup yang begitu damai.

Di sisi lain, pemerintah Perancis ikut menginvasi Suriah – ikut campur urusan negara lain tanpa memalingkan wajah ke kedamaian di negaranya sendiri. Suriah di bom. Anak-anak menjerit. Rentetan senjata tiap saat. Orang-orang mengungsi. Bangunan roboh. Tak ada lagi tempat berteduh bagi mereka yang ketakutan setengah mati. Makanan dan minuman menipis, mereka hanya bisa menengah ke langit, berharap awan berbentuk semangkuk gandum dan segelas air putih untuk melupakan lapar dan dahaga.

Antara kepedihan dan ketakutan di Suriah. Bom meletus. Mesiu mengejar tubuh gagah. Telah menjadi makanan sehari-hari, tanpa ada sikap pamrih dari dunia saat ratusan ribu orang tumbang. Karena – katanya – sarang teroris ada di sana.

Antara bahagia dan kemajuan zaman di Paris. Entah siapa – katanya – teroris telah melancarkan “agresi” militer. Ratusan orang terkapar. Cuma ratusan saja. Dunia menggelegar. Menghujat satu nama. Memaki satu suara.

“Muslim!”

ISIS atau Boko Haram atau siapapun mereka hanya 0,003% saja dari 1,6 milyar penduduk dunia yang beragama Islam. ISIS atau Boko Haram yang entah bentukan siapa dengan mudahnya mencantumkan Islam sebagai keyakinan mereka di kartu identitas. ISIS atau jenis apapun itu dengan mudahnya mengklaim bahwa mereka bertanggung jawab terhadap teror. Di dunia maya yang gampang saja mengupload suara dan video. Sayangnya, media arus utama sehebat Reuters mengutip video entah tanggal berapa itu sebagai sikap tanggung jawab dari mereka yang berjenggot dan berkumis tebal.

Apa yang terjadi di Paris hari ini?

Hashtag #PrayforParis hanya segelintir kisah yang ada dalam roman picisan. Presiden Suriah, Bashar Al Assad,  dengan tegas mengatakan bahwa hukum sebab akibat telah berlaku. Benar adanya bahwa mengusik rumah orang lain mudah saja, tetapi saat diusik rumah sendiri begitu mudah kebakaran jenggot. Perancis telah lebih dahulu bermain api dengan menginvasi – ikut memerangi entah siapa di Suriah sampai negara itu berperang – Suriah yang damai. Negara-negara Eropa dan Amerika terlalu lama ikut campur dalam urusan rumah tangga orang lain. Lihat Palestina yang tak pernah tenang, Irak yang hancur lebur, Iran yang kacau-balau, Libanon yang seperti enggan hidup kembali. Dan negara-negara lain yang semakin hari dijejaki oleh mereka yang mengatakan nama “teroris” sebagai penjamin kemunafikan. Bom, teror, senjata api laras panjang dan senjata nuklir lainnya telah lama bersarang dan cukup sering menghajar ulu hati umat Muslim di negara-negara Timur Tengah. Tak terhitung lagi nyawa melayang dalam hitungan detik, apalagi hitungan tahun.

Paris hanya semalam. Sebentar saja. Imbas dari mulut besar pemimpin Eropa dan Amerika yang damai. Para pemimpin yang tak pernah merasa lapar semenit saja. Para pemimpin yang hanya berkoar-koar di masa keemasan dengan bantuan teknologi dan dana mengalir deras.

Media massa ikut memberitakan seolah-olah – benar adanya – bahwa Muslim bertanggung jawab atas kejadian demi kejadian di negeri barat. Media sosial juga menghajar dengan hashtag tertentu – semisal #PrayforParis – untuk menggalang dukungan dan menghasut umat Islam.

Namun, dunia tak selamanya bodoh. Pemimpin dunia tak selamanya tutup mulut.
#PrayforParis - Twitter @OvindarChris
Aksi protes terhadap kezaliman barat kepada Muslim kian menderu. Bahwa karena nila setitik rusak susu sebelanga. Karena satu ucapan – perintah – dari pemimpin barat hancur lebur Timur Tengah. Satu dua rentetan mesiu, hanya menumbangkan ratusan orang saja di Paris. Bangunan tetap kokoh. Menara Eiffel tak pernah berhenti berdansa. Jalanan di Paris dan di Eropa akan tetap damai sampai waktu yang lama ke depan. Pakaian terbaru akan tetap dikeluarkan rumah mode dengan berbagai gaya dan harga mahal. Berbeda dengan bangunan yang telah hancur di Timur Tengah. Manusia yang meninggal entah di mana lahan untuk menguburkannya karena terlalu banyak dalam tiap detik. Jalanan telah berganti lubang besar. Baju telah lusuh dan tak tergantikan berhari-hari bahkan berbulan-bulan.

Wajar saja ada yang “balas dendam” ke negara maju dan damai. Hati manusia tiada yang tahu. Sekuat apapun imannya akan kandas juga begitu melihat saudaranya diteror terus-terusan. Mau ISIS. Mau Boko Haram. Mau Al-Qaeda. Mau julukan lain dalam bahasa Arab. Mau siapapun itu. Inilah kehidupan sebenarnya, Kawan!

Jangan pernah menganggu rumah tangga orang lain, apabila rumah tangga sendiri tak mau diusik!
***
Referensi:

22 komentar:

  1. Entah kenapa di palestina dan syiria no one care about them, mungkin bukan no one care but no media report it. Hmm aneh memang, tapi semacam media memang sengaja menutup-nutupi kejadian tersebut.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Jef, saat dunia Islam tercabik semua bisa. Sebagai pendapat, sebagian besar media massa ternama didanai oleh mereka yg berkuasa di barat.

      Delete
    2. Setuju dengan mas jef & mas bai
      mungkin ini yang dinamakan konspirasi.

      Delete
    3. Mari kita berdoa yg terbaik Mbak Dian. Coba kita lihat sekarang mereka sedang berbondong-bondong menyerang balik. Yang saya heran, selalu saja begitu bom bunuh diri itu identitas pelaku dalam keadaan utuh. Padhal lembar-lembar kertas tsb bukanlah anti api. Salam hangat mbak :)

      Delete
  2. Saya tidak begitu mengikuti kabar peristiwa ini. Sampai saya bertanya-tanya, apa yang dilakukan Paris terhadap tetangganya.*cariinfodulubiartahu
    Tapi, saya sepakat ungkapan terakhir yang ditulis italic bahwa, Jangan pernah menganggu rumah tangga orang lain, apabila rumah tangga sendiri tak mau diusik! Jangan menyakiti, jika tak mau disakiti!

    Salam hangat dari Bondowoso..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seperti biasa mas, ini hanya "akal-akalan" semata. Barusan saya baca mereka telah melancarkan serangan balas dendam ke ISIS. Siapa yg harus diserang?
      Terima kasih mas, salam hangat kembali :)

      Delete
  3. Ya sejak dengar kabar dan ada hashtag #PrayforParis , ga terlalu peduliin sih. Palingan konspirasi. Tapi sedihnya itu waktu tahu siapa yang bakal jadi korban dari konspirasi ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ternyata benar ya, beragam informasi berseliwaran di internet. Saya cuma menganalisa ini sebagai arena untuk kembali menginvasi Timur Tengah.

      Delete
  4. benar bai. tapi ralat sedikit, setau kakak iran masih belum hancur, tapi suriah iya. Bisa jadi giliran selanjutnya.

    Ada perasaan takut negara ini akan menjadi seperti itu, makanya hati-hati sekali menjaga hati. Nggak mudah terprovokasi. Biar bagaimana pun, hidup di negara tenang dan damai walau berbeda suku dan keyakinan masih lebih indah dari pada hidup dalam perang. Karena perang menghancurkan semuanya., Terutama masa depan anak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Kak, gak apa-apa.

      Betul Iran belum hancur kak, tapi gk ada yang tahu dengan teror terus-terusan di dunia barat, mereka mencari alasan kuat untuk menyerang Iran ke depan. Apalagi isu agama di Iran cukup mudah diobrak-abrik.

      Delete
  5. Mas Bai ijin untuk nulis referensi dari blog ini, terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silakan mbak Rani. Semoga bermanfaat dan semakin banyak orang yang mendoakan mereka yang terzalimi ya...

      Delete
  6. speechless...kalau memang benar konspirasi itu sungguh rasanya diluakekuasaan idividu seperti saya. dan saya cuma bisa doa buat uumat ini, saya yakin kalau masih ada orang yang tulus berdoa dan berusaha untuk ummat, Allah SWT ggak akan diam...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mbak, tampaknya sudah benar. Beberapa media telah memberitakan serangan tersebut. Nyatanya gk ada yng melonglong lg di media sosial smp jd trending.

      Delete
  7. Menarik, artikel yang sesuai moment yang terjadi saat ini di paris, kota yang damai romantis berubah menjadi kota dengan area pembantaian, mengerikan! di jalan-jalan tampak mayat-mayat bergelimpangan. Up to date sekali! Good luck!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih Icha. Smg bermanfaat ya 😀

      Delete
  8. Mau traveling ke luar malah serem yah sekarang. Prancis yang gue pikir aman-aman aja, ternyata masih kecolongan gitu. Lalu ancaman di berbagai negara eropa mulai bermunculan, mulai ancaman bom di pesawat ini-itu, sampai di bandara ini-itu.. walah. Nyeremin banget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul. Tapi rasa nyaman itu kita sendiri yang rasain mbak Ratu. Selamat traveling ya 😊

      Delete
  9. menurut saya biasa saja denger paris ada kejadian seperti ini..kayaknya dimana mana terror itu ada, cuma media aja yang bikin boming atau tidak ya mas.. #prayForPalestine #prayForParis #prayForVictim :) #hellForKiller

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mas, media terlalu condong ke barat tetapi tutup mata atas tindakan anarkis Perancis ke Suriah setelh bom di Paris.

      Delete
  10. menarik sekali artikelnya mas, seaman-amannya di negara orang saya lbih nyaman ada di negara sendiri hehehe....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih mas Darius, semoga ini menjadi pelajaran ya :)

      Delete

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90