Top Ad 728x90

Thursday, February 11, 2016

, ,

Pergeseran Makna Guru di Mata Siswa

Pergeseran Makna Guru di Mata Siswa, Makna Guru di mata Siswa, Guru berbakti, Guru di hukum penjara,

guru sedang mengajar
Guru sedang mengajar - yulisindriyani.wordpress.com
Guru senantiasa memberikan yang terbaik kepada siswa-siswinya. Tak bisa diberi alasan apapun, sejak dulu guru menginginkan hal demikian. Jika ada yang menyanggah, lihatkan sekeliling dan bagaimana tindakan guru terhadap siswa-siswi. Guru memberikan yang terbaik kepada siswa karena guru paham betul bagaimana tabiat seorang siswa yang berada dalam cengkramannya. Guru tidak pernah menginginkan siswanya menuju jalan yang salah. Satu saja langkah siswa yang membuat guru keberatan maka sebuah teguran akan diingat sepanjang masa.

Apakah ini termasuk dalam sebuah pembelaan dari seorang guru? Jika Anda berpikir demikian, bagaimana mungkin Anda bisa membedakan baik dan tidak baik sebelum adanya seorang guru dalam hidup Anda.
Barangkali, isu ini terlalu “cemen” untuk dibicarakan. Namun sebuah filosofi yang berkembang patut diapresiasikan. Perkataan ini; Guru Kencing Berdiri, Anak Kencing Berlari! Tak lain sebuah tindakan, sebuah sikap, yang diambil siswa dari guru.
Pendidikan yang berlangsung selama ini mengajarkan semua yang wajar menjadi benar-benar nyata dalam diri seorang anak. Guru mengajar tidak hanya sebatas memberi pelajaran untuk mengejar nilai kognitif semata namun nilai afektif dan psikomotor justru menjadi tolak ukur keberhasilan seorang guru. Sayangnya, guru di masa kini terlanjur mudah dijerat dalam isu Hak Asasi Manusia (HAM) yang diagung-agungkan oleh mereka yang justru diajarkan “abjad” oleh seorang guru. Begitu mudah guru disomasi oleh orang tua yang dulunya juga diajarkan bagaimana cara “berumah tangga” dengan baik. Bahkan pengadilan yang menjatuhkan hukuman kepada guru adalah mereka yang mendapatkan gelar sarjana hukum karena “didikan” seorang guru.

Si tokoh bernama HAM ini mengubah perilaku seorang siswa ke arah yang “semau gue” karena kebijakan ini dan itu lebih menyudutkan guru sebagai orang yang dituakan. Guru duduk di bangku pesakitan menerima hukuman karena melanggar kode etik tak tertulis. Siswa dan orang tua yang melapor tertawa terbahak-bahak karena merasa telah benar. Padahal, nasib siswa yang melakukan tindakan tersebut justru berada di ujung tanduk. Siswa akan mengubah haluan menjadi anak yang bandel-sebandelnya karena mendapat pembelaan dari orang tua. Sedikit saja mendapat sentilan dari guru maka anak akan melapor. Cubitan dari guru memerah anak akan menuntut balik kelakuan tersebut. Pernahkah kita – siapapun yang merasa benar ini – melihat perubahan kognitif, afektif sampai psikomotor dari anak tersebut?

Jangan-jangan si anak malah “bolos” tiap jam pelajaran. Jangan-jangan si anak tidur saja di dalam kelas. Jangan-jangan si anak tak pernah mengejarkan tugas. Tak pernah mau melakukan apa yang diminta guru (kurikulum). Tak pernah diam dan selalu menganggu teman. Ranah ini, orang tua tak pernah tahu. Perkara ini adalah rahasia seorang guru yang hanya akan disimpan sampai akhir hayat!

Anak yang manja berada di dalam kelompok “suka-suka akulah” di dalam kelas. Berbeda dengan anak-anak berprestasi yang “memaksa” guru untuk membantu mereka menyelesaikan soal ini dan itu. Berangkat dari sini jelas sekali bahwa siapa yang tidak menurut dan membangkang kepada guru. Orang tua di mana pun berada bisa melihat perkembangan ini. Anak yang berprestasi hanya akan mendapat undangan dari sekolah perihal pengambilan raport atau izin ikut olimpiade dan sejenisnya. Anak yang manja dan berada di bangku belakang kelas, sudah tak bernomor lagi surat dari sekolah dalam rangka mengundang orang tua untuk menerima ocehan guru mengenai anaknya.

Perilaku yang bergeser tersebut menjadikan anak tidak lagi patuh kepada guru. Kita semua pernah berada di tempat yang sama dengan siswa saat ini. Lihatlah bagaimana hormatnya orang terdahulu kepada guru-guru mereka. Bertemu di jalan akan diberi salam dan tunduk hormat. Berjalan di belakang tak melalui. Sedangkan anak-anak sekarang, bahkan lebih sering memalingkan wajah mereka begitu melihat guru!

Lantas, mau dibawa ke mana generasi kini jika sudah begini?
pengabdian kepada guru
Pengabdian kepada guru - dwnpelajar.bdp.my
Baca juga Gerhana Sunat pada Paruh 98

14 komentar:

  1. "Si tokoh bernama HAM ini mengubah perilaku seorang siswa ke arah yang “semau gue” karena kebijakan ini dan itu lebih menyudutkan guru sebagai orang yang dituakan."

    Seperti kata alm. Kasino, "Bukan biskuit aja yang berbahaya, HAM juga berbahaya, mengandung racun!"

    ReplyDelete
  2. betul mas, ada murid hanay ditegur sedikits aja ngadu tuh sama ortunya. eh malah gak terima lapor. Jadi serba salah jadi guru sekarang padahala kan kita disuruh mendidik mereka ajdi benar ya. kalau salah ya harus ditegur. bahkan ada anak yg sudah ditegur berkali-kali bahakan sudah dibawa ke guru BK. Saat dilaporkan ke ortunya mereka gak percaya anaknay seperti itu, katanya mengada2

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banyak sekali kejadian begini Mbak Tira :)

      Delete
  3. Enak jadi guru zaman dulu ya mas, bisa puas sabet tangan murid bandel tanpa dicegat hukum. hehehhe...

    Tapi guru sekarang juga lebay sih, hihihi.... yg bersosial media sering lupa, kalau dia pendidik, jadi harus bijak bersocmed. yg tidak punya? biasanya usai ganti baju sudah jadi diri sendiri kembali. hihihihi... saya kan lulusan keguruan yang tidak jadi guru

    ReplyDelete
    Replies
    1. Artinya semua harus sesuai prosedur Mbak, ada sebab dan akibat.

      Delete
  4. Kata orang dulu, saat ini zamannya wedus nyusu gudel, jadi memang sangat bergeser. Saya beruntung hidup di era guru masih penjadi sosok yg boleh menghukum anak secara fisik jadi pelajaran lebih mengena dengan rasa sakit dan takut (jebakan usia ini... hahahaha)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekarang anak-anak hormat pun sudah nggk ada :(

      Delete
  5. Dua belas tahun lalu ketika saya ngajar di sebuah SD, jauuh di pelosok...saya masih merasakan betapa Guru adalah sosok yang dihormati, yang digugu dan benar-benar ditiru. Kadang rindu saat2 itu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mbak, guru tetap memiliki peranan itu :)

      Delete
  6. شركة الطيب تقدم لكم اليوم جميع الخدمات المنزلية بمدينة مكة المكرمة فسوف نبدأ شركة نظافة بمكة فان خدمات التنظيف بمكة تعد من الخدمات التي تحتاج الي شركة با رعة في خدمات التنظيف فاذا كنت تريد افضل شركة نقل اثاث خارج الرياض فمكنك التواصل معنا لاننا شركة نظافة منازل بمكة بارعة و متخخصة في خدمات تنظيف المنازل كما اننا افضل نقوم بتنظيف الكنب بالرياض لاننا نعرف اهمية تنظيف الكنب و لماذا نقدم لكم تلك الخدمات نقدم لكم تلك الخدمات لاننا افضل وايضا تحتاج العملاء الي شركة متفوقة في تنظيف الخزانات فنحن شركة نظافة خزانات بمكة كما اننا نقوم بنقل الاثاث بمكة و بالرياض فنحن مكافحة الحشرات بمكة و ايضا افضل شركة نقل عفش بمكة تعد شركة المنارة الشركة الاولي في خدمات نقل الاثاث فنحن افضل و شكرا لكم ونقدم لكم ايضا خدمة مهما جدا و هي كما اننا نقل اثاث بمكةو بالمملكة العربية السعودية نعتمد علي ايدي مدربة و ايضا احدث فرقة من السيارات المجهزة لنقل الاثاث

    ReplyDelete
  7. semakin lama semakin memprihatinkan. sekarang jamannya kalo orang jawa bilang "jaman edan".

    ReplyDelete
  8. guru secara makna gugu ditiru. Guru itu pintu menuju kesuskesan. Hormat guru tandanya ilmu akan berkah

    ReplyDelete
  9. yah, jadi inget kasus kmrn yang dikit2 guru dipenjara, dikit2 guru dilaporin, miris :')

    ReplyDelete

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90