Top Ad 728x90

Saturday, March 12, 2016

, , , , ,

Begini Tipe Wanita yang Mencampakkan Harga Diri Pria

Begini Tipe Wanita yang Mencampakkan Harga Diri Pria, Wantia Cantik, Wanita sok cantik, wanita cantik penggoda pria,

wanita cantik penggoda pria
Ilustrasi wanita cantik - bramaardianto.com
Sabtu selalu menarik untuk kongkow-kongkow. Tempat mangkal paling asyik dan menguras isi dompet adalah warung bakso. Siapa sih yang nggak suka bakso? Biar dikata banyak inilah, itulah, bakso tetap saja langganan mereka yang kenyang dan lapar beneran!

Kami duduk manis menanti bakso disajikan. Aroma kuah bakso lumayan sedap. Para pembeli datang tak keruan. Beragam usia menikmati sebongkah bakso dengan lahap diselingi gelak tawa. Di kelompok kami pun tawa itu tak padam. Entah karena suara perut atau memang suara isi hati yang ingin melepas lara. Celutuk-celutuk kian menjadi-jadi sampai si Cantik kembali mengeluarkan “fatwa”nya yang aduhai.

“Aku males banget ke gym lagi, cowok-cowok itu pasti lihatin aku terus pas pulang!”

Kawan-kawan si Cantik yang merasa diri cantik pun menimpali seadanya. Saya mengetuk-ngetuk meja sambil menunggu semangkuk mi ayam, berhubung rasa bakso tidak begitu diterima dengan baik oleh perut.

“Pacarku pun ngelarang,” sambung si Cantik. Cerocosnya kian panjang. Maksud si Cantik komporin hal-hal begitupun entah untuk apa. Si Cantik terdengar cukup bangga dengan kondisi apapun yang dimilikinya. Saya tak mau menilai sebatas fisik karena itu sangat relatif. Cantik menurut saya belum tentu cantik menurut orang lain.

“Bagaimana pendapatmu, Bang?” tanya si Cantik.

“Apa cowok itu kerjaannya cuma melototin cewek cantik?” geram juga saya dengan anggapan-anggapan si Cantik. Wajar dong saya membela kaum sendiri. Toh, nggak cuma kali ini saja si Cantik buat tingkah. Berulangkali si Cantik merasa bahwa dirinya sangat didiam-diamkan oleh semua pria. Poin cowok-cowok yang lihat dia terus sepulang gym itu nggak masuk akal bagi saya. Saya balik bertanya karena saya merasa bahwa tempat gym bukan untuk pamer-pamer  diri bermake-up tebal. Lagian pria yang dimaksud si Cantik berapa orang sih? Apakah semuanya ganjen? Apakah semuanya nggak setia? Apakah semuanya mata keranjang? Apakah semuanya jomblo? Apakah semuanya sudah menikah? Ingin saya utarakan rentetan pertanyaan tersebut namun urang saya lakukan. Bahkan, pertanyaan berikutnya muncul. Apakah cuma dia saja yang “cewek” di tampat gym itu? Apakah hanya dia saja yang merasa diperhatikan? Bagaimana dengan cewek lain?
Selera orang – pria – beda-beda lho Cantik!
Salah besar jika si Cantik berhenti gym karena diperhatikan pria-pria yang dia maksud.

Ocehan si Cantik di warung bakso itu tidak bisa saya percaya seutuhnya juga didukung dengan perkara lain. Pada kesempatan sebelum ini, si Cantik dengan tegas menjelaskan bahwa rata-rata pria ganteng itu mantan dia! Hampir semua pria yang ada di akun facebook si Cantik adalah mantan pacar yang telah dia buang, walaupun pria ganteng tersebut sedang menggendong bayi. Manipulasi data si Cantik ini terkuat saat seorang cantik lain sengaja memancing di air bening. Temannya si Cantik ini, juga teman saya, berteman dengan pria yang lumayan ganteng di facebook dan “mantannya” si Cantik. Saking kesalnya teman saya dengan cerita-cerita si Cantik yang mengaku kencan di tempat-tempat romantis dengan pria ganteng tersebut, teman ini dengan tegas bertanya kepada si pria. Jawabannya?
Siapa dia?
Waktu itu, kami tidak mempersoalkan kejadian ini. Tidak pula menganggap angin lalu. Pengakuan pria ganteng yang tidak mengenal si Cantik menjadi cambuk untuk kami menilai dirinya lebih dekat. Kejadian demi kejadian lain pun menyusul. Si Cantik dengan bangga memaksa kami mendengar ucapannya.

“Oh, dia. Mantan aku tuh!

“Dia cemburuan makanya kami putus,” ucap si Cantik seminggu sebelum pacaran dengan pria lain.

“Ego kali dia, kuputusin saja!”kata si Cantik sebulan putus dengan si cemburuan.

Seakan-akan tak ada hari baginya untuk sendiri. Si Cantik seperti dikangkangi oleh pria manapun yang dikenalnya, padahal belum tentu pria itu mau dengannya. Seolah-olah hanya dia wanita yang layak dilirik pria, sedangkan wanita lain ke laut aja!

Kembali ke warung bakso di mana meja kami telah penuh terisi mangkuk. Suara si Cantik cukup dominan di antara kami. Tiba-tiba seorang pria tegap, dada bidang, kulit mulus dan wajah putih bersih berdiri di meja kasir. Pria itu sedang memesan bakso rupanya.

“Aduh…, aku pernah dekat sama abang itu!!!” pekik si Cantik tertahan.

“Siapa sih yang nggak pernah dekat sama kamu,” ujar teman kami yang tinggi semampai.

Samperin terus,” ujar yang lain.

“Perlu bantuan? Aku siap kok!” tawar teman kami yang ceria.

“Apa perlu kutanya dia kenal atau nggak sama kamu!” kata teman yang mengetahui si Cantik sering berbohong.

“Jika semua pria dekat sama kamu, berapa banyak sperma mereka di rahim kamu sekarang?” tanyaku. Semua diam. Si Cantik merah padam. Sekonyong-konyong pertanyaan saya menggariskan fakta teramat perih.

Pria punya harga diri kok Cantik! Nggak asal wanita kami caplok!

Baca juga Aku dan Kamu dalam Aroma Samsung Galaxy S7

1 komentar:

  1. Berarti aku nggak harus cerita kalau Vino Bastian itu mantan aku, kan?
    *dislepet

    ReplyDelete

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90