Top Ad 728x90

Tuesday, March 22, 2016

,

Kisah Inspiratif Seorang Anak Haram

Kisah Inspiratif Seorang Anak Haram, Anak Haram, Anak Tanpa Nikah, Anak Di Luar Nikah,

anak haram
Ilustrasi; anak-anak selalu bahagia walaupun di bawah hujan! -donipengalaman9.wordpress.com
Bertemu dengannya, seakan-akan hidup ini telah berantakan secara utuh!
Ia bernapas. Ia mengarungi lautan manusia ditengah cemoohan yang terkadang membuat telinga pekak. Bahkan, ia telah kebal mendengar rintihan demi rintihan yang mengatasnamakan halal dan haram, dosa, pahala, surga dan neraka. Hidupnya terasa mulus apabila tak pernah terlahir ke dunia karena itu adalah perkara yang menyengsarakan. Tatapan matanya tak pernah mengisyaratkan sebuah kebahagiaan.

Ia lahir karena pertemuan dua kelamin yang berbeda. Ia lahir bukan atas dasar keinginan namun hanya karena cinta sesaat. Ia lahir tidak pernah diinginkan oleh ayahnya namun direngkuh dengan susah payah oleh ibunya. Seorang wanita yang terkena imbas rayuan belaka yang kemudian merelakan keperawanan direnggut begitu saja. Wanita yang kini ringkih menahan dosa dan beban akan lahirnya. Wanita yang tak pernah tidur nyenyak lagi selama 18 tahun terakhir. Wanita yang menghidupi seorang anak dengan susah payah. Wanita yang terus dihujat secara kasar dan halus dalam kehidupannya. Wanita yang tak pernah lagi diterima dengan baik dalam lingkungannya. Wanita yang kini tertatih dalam penderitaan batin teramat dalam!

Orang menyebutnya anak haram, anak di luar nikah, aneuk jadah, aneuk bajeung, dan beragam istilah lain. Ia telah kebal dengan semua cercaan. Ia tahu siapa pria yang telah menusukkan sembilu ke hati ibu dan dirinya. Ia kenal wajah pria yang sampai kiamat enggan ia sebutkan ayah. Ia sering bersitatap dengan pria yang tak akan pernah bisa menjadi wali untuknya. Ia menaruh kebencian kepada pria yang hidup bergelimangan harta namun tak secuil rejeki diberikan untuknya dan ibunya.
Perlahan waktu, semua omongan telah sirna!
Langkah Wadi begitu kokoh memikul gabah. Ia mendalami kehidupan sebagaimana mestinya. Ia beradaptasi dengan baik dalam lingkungan. Ia diterima dan tidak dikucilkan. Walaupun pada sebuah perkenalan ia sering mendengar, “Dia itu anak haram!”
Adakah seorang anak itu terlahir haram?
Tiap hari ia membantu ibunya ke sawah, jika musim sawah tiba. Apabila bibit padi baru ditanam, ia akan mencari kerja sampingan sebagai buruh bangunan. Ia bekerja apa saja asalkan dapur di rumahnya tetap mengeluarkan asap. Ia rela otot-ototnya rusak karena terlalu banyak mengangkat beban berat maupun menyangkul, asalkan selembar uang bisa dibawa pulang. Ia tak masalah kulitnya legam karena senyum ibu lebih berarti. Rahangnya yang kokoh menampakkan tak ada pekerjaan santai dalam hidupnya.
Hidup ini kerja keras!
Kelahirannya boleh dikata sebagai manusia tidak “baik” namun selama lingkungan menerima ia tak mempersoalkan. Sebelum mati, ia terus mencari sesuap nasi untuk menyokong tubuh semakin perkasa. Tidak hanya bekerja, selepas SMA ia malah menyambung ke pendidikan tinggi. Mulai dari sini orang-orang mengangkat salut untuknya. Cemoohan yang semula dialamatkan kepada dirinya berubah menjadi iba dan kasihan. Orang-orang menilai ia tak akan sanggup menunaikan pendidikan sampai akhir. Orang-orang mengabaikan usahanya dalam meraih cita-cita.

Ia tidak minta tolong kepada siapapun. Ia bekerja. Ia kuliah. Ia membantu ibu di rumah. Pekerjaan wanita ia kerjakan. Pekerjaan pria pun ia kerjakan. Waktu kumpul-kumpul bersama teman-temannya semisal main voli di sore hari ia ikuti dengan semarak.
Kehidupannya normal adanya!

Hanya agama yang barangkali tidak mengakui dirinya. Namun entah bagaimana dengan Tuhan di hari akhir. Entah bagaimana agama mendeskripsikan tubuh manusia di dalam dirinya. Entah bagaimana agama menjabarkan manfaat lahirnya di dunia. Pendapat ulama selalu menyudutkan tubuh kekar itu karena dirinya terlahir tanpa ayah. Tak ada bin di belakang namanya. Urusan agama ia serahkan kepada yang punya hak saja. Ia hanya menunaikan kewajiban beragama sesuai tuntunan.

Baca Juga Aku dan Kamu dalam Aroma Samsung Galaxy S7

0 komentar:

Post a Comment

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90