Top Ad 728x90

Saturday, March 5, 2016

, ,

Lima Penentu Kelulusan Kuliah Jalur Undangan dan Tes

Lima Penentu Kelulusan Kuliah Jalur Undangan dan Tes, Kiat-kiat memilih jurusan SNMPTN, memilih jurusan yang baik dan benar,

kiat-kiat lulus SNMPTN dan tes perguruan tinggi negeri
Kiat lulus perguruan tinggi - zenius.net
Kamu pasti sedang mengalami masa-masa sulit, bukan? Gagal move on atau gagal paham mengenai masa depan. Soal move on dari mantan pacar yang enggan kamu ceritakan, nggak masalah sih. Tetapi soal gagal paham mengenai bagaimana dan apa yang harus saya lakukan untuk masa depan, saya punya solusi untuk itu.

Duduk di kelas Duabelas selalu dihantui perasaan galau, bahkan lebih galau saat kamu diPHPin sama siapa itu namanya. Galau gagal dapetin pacar gampang banget kamu dapetin yang lain, belum lagi jika rupa kamu itu ganteng luar dalam. Aih! Nggak tahanlah siapapun yang lirik kamu. Cewek maupun cowok. Eh, masa kini memang lagi heboh model begituan kan? Pacarnya nggak cukup cewek saja!.

Tapi ni, galau memilih jurusan kuliah bahkan lebih miris dari yang kamu bayangkan. Rata-rata siswa kelas Duabelas kepala bakal pecah ketika melihat deretan jurusan pilihan di kampus plat merah. Kedokteran sudah pasti masih ke dalam kantong orang tua kamu, atau malah kamu sendiri. Psikologi termasuk jurusan favorit walaupun agak membingungkan kamu jika selesai kuliah pulang kampung. Kamu tahu dong ya orang kampung itu jarang sakit jiwanya, yang ada cuma lelah ke sawah saja. Teknik adalah pilihan jurusan untuk mereka yang macho­-macho saja sih, walaupun sekarang agak susah membedakan arti macho sebenarnya. Ilmu Keguruan kayaknya jadi pertimbangan khusus karena iming-iming gaji besar jika lulus PNS nanti. Tapi ya begitulah, guru PNS dan sertifikasi banyak sangat banyak dan nggak bakal pensiun saat kamu lulus 4 tahun ke depan. Jurusan-jurusan lain nggak kalah menggiurkan untuk kamu yang galau tingkat dewa. Iya sih, dewa itu nggak tahu berada di tingkatan mana tetapi kemampuan dalam diri, kamu tahu berada di tingkat mana.

Pilih jurusan, baik melalui jalur undangan – sekarang SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) – maupun testing, sama-sama memperhitungkan lima faktor ini. Kamu nggak perlu ikut-ikutan si Ganteng masuk kedokteran atau si Cantik masuk psikologi. Kamu hanya perlu mantapkan diri, saat ini kamu sedang berada di tingkat mana?

Kemampuan
Dari kecil hingga kelas Duabelas, kamu paham betul bisa ngitung atau ngapal. Saat guru Fisika menjabarkan rumus kecepatan maupun penerapan Hukum Hewton tentang gerak, pikiran kamu ada di mana. Bisa saja kamu cepat sekali nangkep soal rumus segitiga jika diketahui a dan v ditanya t. Bisa saja kamu malah nggak tahu siapa si a, si v dan si t. Otomatis jurusan berbau IPA jauh-jauh deh dari hasratmu. Namun jika guru Bahasa Indonesia masuk dengan sejurus puisi-puisi Pujangga Lama kamu pun nggak bisa hapal, nah ini ni yang malah kelimpungan. Kemampuan kamu ada di mana? Jangan-jangan cuma bisa main bola saja. Jika demikian, jurusan kuliah yang wajib kamu isi di kolom formulir adalah yang berkaitan dengan kemampuan fisik!

Bakat
Sejak kecil, kamu suka main bola. Rata-rata anak cowok kan begitu. Namun itu bukanlah tolak-ukur untuk memilih jurusan. Bakat itu mengalir seiring kamu mempelajari pelajaran di sekolah dan ilmu sosial. Misalnya, saat ibu kamu masak tiba-tiba blender mati mendadak. Tahu-tahu tangan kamu mencokeh di salah satu bagian dan blender hidup kembali. Inilah bakat alami bahwa kamu akan bermain dengan ilmu-ilmu terapan. Jika kamu gemar mengkhayal rumah mewah, gedung tinggi, terbang ke angkasa, atau soal-soal hantu cantik rupa. Kamu akan menjadi sastrawan perkasa dengan imajinasi tersebut. Jurusan apa yang mesti dipilih, kamu selaraskan kembali dengan bakat yang sebenarnya tidak terpendam dalam diri kamu. Asalkan kamu berani mengeluarkan bakat tersebut dengan benar, kamu telah berada di garis yang seharusnya.
Minat
Bakat saja tidak cukup tanpa minat. Bakat kamu mengutak-atik listrik tapi kamu sama sekali nggak berminat untuk menjadi pekerja PLN. Kamu boleh tinggalkan jurusan yang berkenaan dengan hal tersebut. Kamu memang sangat berbakat menghitung tetapi kamu sangat berminat menjadi penulis terkenal. Kamu dapat memilih jurusan yang ada hitung-hitungnya dan menulis sambil lalu. Atau kamu tinggalkan jurusan eksakta dan pilih jurusan sastra. Tapi jangan lupa, ilmu pasti butuh tentor untuk diajarkan sedangkan ilmu sastra cukup dengan membaca dan menulis. Sama saja bohong jika kamu ingin menjadi penulis tetapi tidak menulis dan membaca namun hanya belajar soal tata bahasa saja!

Peluang
Memilih jurusan sama dengan mencuri. Ketepatan pilihan sangat tergantung pada persaingan. Ingat, bukan cuma kamu saja yang memilih Farmasi. Bukan cuma siswa kelas Duabelas di Jakarta saja yang memilih Hukum di UI. Bukan hanya anak-anak Bandung saja yang memilih Pertambangan di ITB. Kamu ciptakan peluang itu dengan mengamati nilai-nilai di rapor saat melalui jalur undangan. Jangan paksa untuk memilih Sastra Inggris sedangkan nilai Bahasa Inggris selalu pas-pasan. Kamu yakinkan diri bahwa mampu menjawab soal-soal testing dengan benar jika ingin memilih kedokteran. Jangan pula sudah beli formulir mahal eh kamunya malah tidur-tiduran sebelum hari ujian dimulai.

Keberuntungan
Ini sih soal “perjudian” selama mengikuti jalur masuk perguruan tinggi, baik melalui jalur undangan maupun testing. Soal beruntung dan tidak sebenarnya kembali kepada empat hal di atas. Kamu benar-benar yakin sekali bisa fokus kuliah Statistik namun lulus di Sastra Arab. Kamu yakin betul akan jadi dokter terhebat maupun psikolog terbaik, sayangnya keduanya tidak lulus. Jika jalur undangan dan testing telah dilalui dengan pemilihan jurusan yang sama dan tidak lulus juga. Kembali ke empat hal di atas. Selaraskan kembali dan pilih jurusan berbeda. Peruntungan kamu bisa jadi bukan sebagai dokter atau guru. Kamu lebih baik jadi arsitek. Kamu lebih ulet jadi programmer. Keberuntungan ini akan berujung pada masa depan kamu, setelah lulus kuliah nanti.

Nah, mau kemana kamu setelah hari ini? Keputusan hari ini adalah jawaban kehidupannya berikutnya. Saat tak lagi manja kepada orang tua. Saat tak lagi galau karena putus pacar. Saat kamu fokus pada kuliah itulah kehidupan dewasa kamu dimulai. Salah pilih jurusan, siap-siap kamu galau sepanjang perkuliahan! 

0 komentar:

Post a Comment

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90