Top Ad 728x90

Sunday, April 17, 2016

, ,

Cerita Pagi Ditodong Sales Asuransi

Sales asuransi, ditelepon sales, sales gombal, sales banyak bicara, sales pandai merayu, sales asuransi cantik,

telepon sales
Ilustrasi - okwave.com 

Pagi yang selalu menyenangkan. Oh, ayolah. Pagi itu hepi-hepi, belum mau terbeban dengan kesibukan yang berat. Pagi itu suka-suka mau ngapain, apalagi anak muda nggak punya kesibukan kayak kamu-kamu yang ngejar absen kantor. Mau bangun kesiangan boleh, mau nggak mandi seharian pun nggak apa - anjuran ini jangan ditiru ya! 

Pagi yang hepi ini dikejutkan oleh panggilan telepon dari area Jakarta. Pas tahu nomor 021, si anak muda ini girang bukan kepalang. Sebelum diangkat, pikirannya sudah melang-lang menjemput ilalang berembun. Sejuk saja gitu. Dada sudah dag dig dug kira-kira siapa ni yang bakal nawarin kerjasama, atau telepon dari spondor mau ngundang lagi ke Jakarta, atau orang kaya nggak tahu kemanain uang lagi coba bersedekah, atau apalah. Anak muda benar-benar berharap yang manis-manis saja. Giliran jari menggeser ikon tanda menerima panggian, suara manis itu langsung menyambar!

"Halo," sapaku girang.

"Halo, selamat pagi. Betul dengan Bapak Bai Ruindra?" Suara cewek di seberang sana renyah. Aku tambah senang lagi. Pasti hasilnya akan baik banget. 

"Benar. Dengan siapa saya bicara?" 

"Saya... dari Asuransi... Kami sedang ada program baru yang cocok untuk Bapak...," panjang kali lebar kali tinggi entah apa-apa entah ngomong apa entah penting nggak aku dengerin si cewek itu. Ngomongnya cepat sampai aku nggak bisa memotong pembicaraan. Anak muda lagi pakai baju jadi terganggu dengan suaranya yang unyu-unyu. Dari mana cewek ini tahu program mereka cocok untukku, kenal pun kagak. Sampailah anak muda jadi pendengar terbaik di dunia. Mau diputusin begitu saja, kasihan. Mau dicincang-cincang jadi sate menu sarapan dia itu manusia bersuara. Mau diapain juga banyak kasihannya. Luluh deh hati anak muda dirayu begitu saja. 

Tibalah pada pertanyaan yang menggereget, tentu setelah dia nyerocos program itu baik untuk pendidikan, hari tua dan sebagainya menurut asuransi itu. Menurutku tidak. Aku jawab pekerja freelance, dia malah belum nyerah juga untuk meyakinkan bahwa program mereka mudah kok, bisa disetor minimal 5000 rupiah. Ogah! 

Aku balik tanya sama si cewek yang ngakunya paham betul kepribadian calon nasabah mereka itu. "Mbak tahu blogger nggak?" 

"Enggak, Pak!" 

Amit-amit keselek telor asin ni cewek. Hari gini nggak tahu blogger? Sibuk rayu nasabah sih! 

Rupanya masih belum nyerah juga si cewek entah cantik entah kagak itu. Tetap kekeh kalau aku bisa jadi bagian dari hidup menyenangkan mereka. Dia ngasih beberapa alternatif sampai akhirnya mentok soal Kartu Kredit. 

"Saya cuma pakai Kartu ATM, mbak!" 

Eh masih ngotot "Kenapa nggak pakai Kartu Kredit, Pak! Kan lebih mudah, lebih... haha hihi!" 

Anak muda ngantuk lagi di pagi hari. Si cewek itu telah berubah jadi sales Kartu Kredit. "Bapak cukup setor melalui Kartu Kredit, bisa belanja juga..."

Pagi ku telah tersihir. Sudah pula dijelaskan alasan nggak pakai Kartu Kredit. Si cewek masih meraung-raung bahwa dengan asuransi dari mereka hidupku akan aman, nyaman, terlindungi. Dari Hongkong? Anak muda ke luar negeri saja belum pernah. 

"Saya di kampung mbak, nggak belanja pakai Kartu Kredit!" 

Skakmat. Cewek itu diam. 

Sebelum sambungan telepon terputus, aku tanya "Dari mana mbak dapat nomor saya?"

Eh jawabannya sangat memuaskan. "Itu rahasia kami, Pak. Kami hanya menawarkan program kepada nomor kontak yang terekomendasi!" 

Ya ela. Sudah lebih tiga puluh menit telepon masih tetap omongan sales itu sejahtera baginya. Pasti ni ada hubungan dengan hantu di kolong mbak Google yang nyongkel nomor teleponku sehingga sampai ke sales itu. 

Pagi ku jadi gundah-gulana. Ada kek yang benar-benar serius ajakin "kencan" beneran yang menghasilkan uang atau semangat. Eh sales lagi. Dia lagi. Di mana-mana. Termasuk di warung kopi ini. Di depanku itu. Si cewek lagi rayu calon nasabah sampai berbuih-buih. Nggak cuma seorang, berganti-ganti sudah. 

Oh, jangan dekat-dekat deh walaupun kamu bermake-up tebal. Aku nggak mau dirayu kamu. Kamu gombal banget. Rayuanmu lama. Aku takut tergoda. Olehmu. Bukan program asuransi itu!
Baca Juga Gagal Move On dari Big Boss Descendants off the Sun

0 komentar:

Post a Comment

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90