Top Ad 728x90

Tuesday, May 17, 2016

, ,

Kisah Pria Skizofrenia Menikah dengan Bayangan Wanita Dicintainya

Kisah Pria Menikah dengan Bayangan Wanita Bisikan Napsu Bejatnya, Penyakit Skizofrenia, penyakit kejiwaan, penyakit khayalan, pengidap skizofrenia, pria ketakutan, ketakutan seorang pria, ketakutan terbesar seorang pria, apa yang menyebabkan pria ketakutan, pria ketakutan melakukan hubungan seks,

ketakutan seorang pria
Pria pengidap skizofrenia, ilustrasi - waspada.co.id
Skizofrenia.

Benar. Aku telah menderita penyakit psikologis ini. Aku nggak pernah percaya dengan penyakit batin, penyakit yang kesannya dibuat-buat, teriak-teriak tanpa sebab, katanya ada bisikan dari alam gaib, ada syetan yang melingkari hati, ada entah siapa-siapa di depan mata dan mengajak ke mana-mana, ada bayangan si cantik rupa yang selalu mengikuti, ada banyak alasan lain yang mengatasnamakan perasaan. Jelas-jelas aku nggak pintar mengelola isi hati dan pikiran. Karena aku teramat sering mengkhayal sehingga tak mampu lagi membedakan mana yang nyata dan maya!

Semula, kupikir ini wajar dan biasa-biasa saja. Khayalan tingkat tinggi yang terpatri dalam diriku manusiawi adanya. Namun perlahan-lahan saat aku benar-benar sadar, berada di tengah lingkungan sebenarnya, di antara orang-orang yang sibuk dengan aktivitas mereka, aku baru tahu bahwa semua akal bulus yang muncul ini adalah sebuah gejala yang mengakibatkan aku menyakiti diri sendiri. Aku memang tidak membunuh, namun aku membenci keadaan dalam diriku yang terlena dengan posisi khayalan tanpa arah dan hasil tersebut.

Aku terlalu suka mengada-ada sehingga nggak mampu membedakan mana tokoh yang benar nyata di depanku dan mana yang cuma khayalan. Terkadang, aku merasa salah satu tokoh itu hidup dan mengikuti pergerakanku ke manapun dan apapun yang aku kerjakan.

Dan kamudian, semua benar-benar menjadi nyata saat aku melihat seorang wanita tanpa sengaja, aku jatuh cinta kepadanya tanpa kuketahui namanya, cinta yang payah, perasaan yang membunuh akal sehatku untuk terus melaju melawan lupa. Wanita itu bekerja di salah satu perusahaan besar di kota kami, kemudian aku berkali-kali lewat di depan kantornya cuma untuk melihat wajahnya saja. Penerawanganku mulai kabur, aku terbawa arus, mengaliri emosi yang katanya ingin segera memiliki seorang yang teramat dicintai.

Tiba pada sebuah persenjangan, aku dibuai oleh khayalan yang bagiku itu nyata. Aku menjalin hubungan dengan wanita itu entah di alam mana. Di saat waktu tertentu, jika aku sedang tidak berinteraksi dengan banyak orang, aku tidak tersibuk dengan ini dan itu, maka sekonyong-konyong wanita itu ikut bersamaku. Kami berkencan. Makan bersama. Jalan bersama. Tersenyum dan bahagia bersama.

Aku mulai terbiasa dengan kencan kami. Desakan hati yang lain ternyata melangkah lebih jauh. Aku menikah dengan wanita itu. Kami membangun rumah tangga bahagia. Dia benar hidup di dalam hidupku. Nyata seperti manusia pada umumnya. Kami tinggal seatap, berkasih sayang, berhubungan suami istri yang kemudian melahirkan anak. Aku menikmati semua hari dengan penuh suka cita. Itulah bahagia yang sebenarnya kucari dalam hidup ini. Aku tentu tidak mau melepas bahagia begitu saja.

Kehidupan yang berikutnya semakin jauh. Kami telah hidup lebih lama. Bertahun-tahun. Dia mencintaiku dan aku jangan pernah ditanya lagi soal cinta ini. Aku sangat mencintainya dan mendambakannya. Kehidupan yang ada di dalam pikiranku saja ini sampai ke usia anak kami dewasa. Tak pernah terlintas sedikit saja terjadi peperangan dalam rumah tangga kami. Semua bersih dari pertikaian suami istri. Aku membahagiakannya dengan segenap tenaga karena memang itu yang kuingini.
Baca Juga
Kisah Seorang Pengangguran di Tanggal Tua
 
Catatan Istri Diselingkuhi Suami Mata Duitan

Kisah Wanita Berzina Karena Lamaran Ditolak Ibunda
Sampai akhirnya aku tersadar. Kembali ke kehidupan normal. Aku masih di waktu yang sama. Peputaran yang sangat lambat. Kesadaran yang sama sekali tidak kuinginkan. Aku ingin kembali ke batas waktu di mana aku telah bahagia bersama wanita itu, istriku, dan anak kami. Aku mulai terobsesi untuk benar-benar mendapatkannya namun semua yang ada dalam diriku tidak memungkinkan itu terjadi.

Aku mengutuk diri sendiri. Bahkan sampai menghujat telah hidup – terlahir – sebagai manusia. Lalu, saat aku kembali ke alam di mana wanita itu berada, aku kembali tersihir oleh pesona. Kami benar-benar telah bahagia. Tak peduli aku berada di antara segerombolan manusia. Di mana saja wanita itu selalu duduk di sampingku. Menemani hariku yang payah jika aku dalam keadaan sadar. Aku lebih senang berada di dalam alam ini karena semua napsunya terpenuhi, lahir dan batin, juga termasuk seks!

Jika aku telah kembali ke alam nyata. Aku kembali mengutuk diri sendiri. Aku mengumpat telah lahir ke dunia. Aku tak percaya diri beradaptasi dengan orang lain di dunia luar yang ganas ini. Aku selalu gagap jika berkenaan dengan komunikasi secara verbal dan nonverbal.

Aku lebih senang membangun rumah tangga bersama wanita itu. Wajahnya, senyumnya, tangannya, tubuhnya, bebas kusentuh karena dia hanya milikku. Aku bermain dalam kesenangan pada waktu lebih besar dalam setiap hariku, bersama wanita itu. Khayalan tentang wanita itu lebih terasa nikmat dibandingkan membaca buku menjelang tidur. Khayalan-khayalan yang kubangun seperti nyata sampai aku mengeluarkan dialog-dialog dalam kamar sunyi. Aku berbincang-bincang dengan wanita itu. Tentang masa depan. Tentang kasih sayang. Tentang apapun yang ingin kuselami maknanya.

Jika aku tersadar seketika saat dialog itu terbangun. Aku akan menggerutu. Aku akan menggigil. Aku memengkur cukup lama. Menangis tersedu-sedu. Dalam hati aku akan berujar, aku tidak mungkin mendapatkannya, tidak mungkin!

Lantas aku tahu, ini adalah penyakit kejiwaan. Aku malu pada diri sendiri yang tak cukup kuat membentengi diri dari khayalan. Aku pun merasa bersalah kepada wanita itu, jika melihatnya melintas di depanku, karena entah apa bentuk khayalan telah terurai bersamanya. Aku selemah-lemahnya manusia yang hidup bersama bayangan. Aku, sempatkah ada waktu untuk mengobati sakit ini? 
Baca Juga Kisah Wanita Dinikahi Pria Lain sebelum Dicerai Suami

0 komentar:

Post a Comment

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90