Top Ad 728x90

Tuesday, May 3, 2016

, ,

Menengok Kampung Tsunami yang Bising dan Bau Amis

Kampung tsunami Aceh, kisah kampung tsunami Aceh,

kampung tsunami aceh
Sunset di Kampung Tsunami Aceh Barat - Photo by Bai Ruindra
Angin laut selalu saja dahsyat, tidak hanya pagi namun juga sore hari. Tempat terbaik menikmati senja di sini adalah jembatan panjang yang dibangun setelah tsunami. Jembatan ini tergolong salah satu jembatan yang bagus untuk takaran daerah ini. Dengan arsitektur tak biasa membuat banyak orang ingin berhenti di atas jembatan ini, apalagi menjelang senja.


Hamparan laut, bebatuan, pohon rimbun, beberapa kafe, dan pasar rakyat serta perumahan pendudukan tampak biasa-biasa saja. Namun tidak semua biasa saja seandainya bermain aman di daerah yang sejatinya banyak dihuni oleh mereka korban tsunami.

Kapal nelayan yang pulang melaut menandakan bahwa hari-hari mereka tak pernah berubah menjadi semakin baik semenjak tsunami 2004 silam. Mereka tetap berprofesi sebagai nelayan meskipun banyak bantuan yang datang kemudian. Rumah-rumah terapung di tepi sungai yang arusnya dibuang ke laut tak pernah menjadi perumahan elok sejati apabila menelusuri jumlah dana yang singgah di Aceh kala itu. Masyarakat di kampung tsunami ini menikmati hari sebagaimana mestinya karena pun untuk mengeluh tak ada suara yang benar-benar didengar, siapapun penguasa negeri kami.

Ikan berserak, ricuh di pagi maupun sore hari saat kapal nelayan pulang, bau amis dan tawar-menawar adalah ciri khas di sini. Ikan-ikan yang dijual cenderung lebih murah jika membeli langsung kepada nelayan. Tentu saja ikan yang mau kamu beli adalah ikan-ikan kecil saja. Ikan-ikan yang berukuran besar – dari berbagai jenis yang paling populer tongkol – kemudian dijual kepada mereka yang akan menjualnya kembali.
Baca Juga Kisah Penghafal Al-Quran yang Durhaka Kepada Orang Tua 
Kampung ini tak ada wanginya. Di sini hanya menyisakan bising dan ikan-ikan yang bau amis. Jika kamu tak sanggup mencium bau ikan, kamu nggak perlu turun dari jembatan di atas sana, menikmati matahari dan keramaian mungkin lebih bisa memanjakan aura dalam dirimu. Kampung tsunami ini kemudian menjadi salah satu tempat wisata untuk membeli ikan dalam jumlah kecil dan besar. Kamu yang punya rencana bakar ikan di pinggir laut, misalnya, silakan singgah ke sini di pagi hari untuk memilih ikan apa yang enak untuk dibakar. Harganya yang relatif murah menjadi alternatif untuk kamu mendapatkan banyak ikan. Kamu yang akan mengadakan pesta barangkali, tempat ini juga bisa menjadi salah satu pilihan membeli ikan-ikan dalam jumlah besar.

Tidak ada yang menarik dari kampung tsunami selain bising dan bau amis. Namun bagi mereka yang tinggal di sini, itulah kenikmatan tersendiri yang akan dibagikan kepada siapa saja yang lewat. Kampung tsunami ini ada di Kuala Bubon, Kecamatan Samatiga Kabupaten Aceh Barat. 






Baca Juga Benarkah Mahasiswa Aceh Banyak yang Menjadi LGBT

0 komentar:

Post a Comment

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90