Top Ad 728x90

Thursday, May 26, 2016

,

Perang Captain America Civil War dengan X-Men Apocalypse, Siapa yang Menang?

Perang Captain America Civil War dengan X-Men Apocalypse, Siapa yang Menang?, Captain America Civil War versus X-Men Apocalypse,

Captain America Civil War versus X-Men Apocalypse
Captain America Civil War versus X-Men Apocalypse -youtube.com
Film superhero tahun ini tidak hanya Batman versus Superman, yang menyebabkan Superman mati dan entah akan kembali film di versi lain. Pesona dua pahlawan ini langsung disalip oleh kehadiran Chris Evans dan gerombolan pasukan tangguh dalam Captain America: Civil War. Film yang dirilis pada 27 April 2016 di Perancis ini sukses membawa pulang kemenangan dengan menduduki singgasana tertinggi. Sang Kapten mampu memecahkan rekor Box Office sebesar USD 949.9 miliar. Walaupun Chris Evans belum mampu menandingi pesona Big Boss Yoo Shi Jin yang diperankan oleh Song Joong-ki dalam Descendants of the Sun.

Civil War menghadirkan pemain yang sama dengan versi sebelumnya. Dua pahlawan yang tentu paling ditungu-tunggu adalah si pelawak Robert Downey Jr. yang memerankan Iron Man. Namun, aura si kaya raya ini sama sekali nggak kelihatan seperti saat kita menyaksikan kelucuannya di Iron Man. Film Joe Rusco dan Anthony Rusco ini juga menghadirkan pemanis seperti film superhero lain. Pemanis di film ini bisa bertarung dan mempunyai peranan cukup penting. Dia Scarlett Johansson yang mengambil jatah Black Widow.

Kegaduhan Civil War langsung berganti dengan seri X-Men: Apocalypse. Indonesia termasuk negara beruntung karena Apocalypse dirilis pada 19 Mei 2016 dan kita menjadi negara pertama yang menyaksikan film dari Bryan Singer. Berbeda dengan Civil War, Apocalypse banyak menghadirkan wajah baru yang sebelumnya tidak ada. Jennifer Lawrence masih tetap menjadi si manis Mystique dengan kekuatan mengubah rupa menjadi wanita hijau atau orang lain. Karakter James McAvoy cukup melekat dengan Professor X, pemimpin mutan baik. Dan Micheal Fassabender kembali menjadi jahat sebagai Magneto yang disihir oleh Apocalypse untuk menghancurkan dunia. Sejauh ini Apocalypse memang belum menampakkan hasil yang signifikan walaupun telah mencapai Box Office di beberapa negara.

Civil War dan Apocalypse sebenarnya memiliki benang merah yang sama, persahabatan yan dikhianati. Civil War adalah perang Captain America melawan Iron Man yang idealis. Captain America memihak kepada para pemilik kekuatan super yang akan dimusnahkan oleh pemerintah. Iron Man seperti biasa menjadi polisi sekaligus tentara yang menumpas kejahatan. Iron Man menyimpan dendam secara pribadi kepada Captain America. Apocalypse memiliki perang sebenarnya di mana Professor X berjuang mati-matian untuk menarik kembali mutan yang telah salah jalur.

Daya tarik kedua film ini sangat berbeda. Siapa yang menang? Semua kembali ke alur cerita dan penggemar fanatik keduanya. Saya tidak melihat sesuatu yang menarik dari Civil War maupun Apocalypse. Keduanya sama. Berdebat. Berantam. Mati. Usai.

Tetapi, Apocalypse memiliki pesona yang kalah jauh dibandingkan Civil War. Scarlett Johansson dengan Jennifer Lawrence memiliki perbedaan karakter yang kentara sekali. Dua wanita. Dua pesona. Dua pemanis dalam kedua film superhero ini. Johansson tampil tidak begitu menawan karena alur cerita Civil War yang membosankan atau memang karakternya begitu. Lawrence tampil lebih memesona bukan Apocalypse tetapi karena karakternya yang cukup kuat.

Civil War dan Apocalypse sama-sama menghipnotis penonton karena peperangan antara pahlawan melawan penjahat. Penjahat dalam Civil War tentu si penghasut yang ingin membuat pasukan yang dipimpin oleh Evans itu hancur lebur. Penjahat dalam Apocalypse adalah manusia ribuan tahun yang hidup kembali dengan kekuatan super. Alur Civil War cukup rancu karena tidak begitu fokus kepada penjahat sebenarnya. Perang yang nggak ada hasil apa-apa antara Captain America dengan Iron Man hanya pengacau yang mengaburkan pandangan kepada penjahat tanpa kekuatan itu. Karena apa? Baik Captain America maupun Iron Man tidak membalas – mungkin tidak tahu – siapa pengasut mereka. Ini tidak menarik karena itu yang paling perlu didalami lebih lanjut. Si penghasut bertemu Captain America dan Iron Man lalu terjadi perdebatan sampai berantam, misalnya, jauh lebih menarik daripada Captain America babak belur digempur Iron Man.

Apocalypse menghadirkan penjahat yang sesungguhnya di mana perannya cukup genting. Dengan “sihir” yang dimilikinya dapat memengaruhi mutan lain untuk berpihak kepadanya. Bahkan, Apocalypse dapat membuat Professor X hampir mati. Penjahat yang benar-benar jahat adalah tokoh yang paling dinantikan dalam film superhero. Apocalypse menggenapi kekurangan Captain America yang bermain aman dengan dialog dan perdebatan panjang namun tidak bertemu satu sama lain. Civil War hanya menghadirkan cuplikan demi cuplikan yang lenyap tanpa lanjutan setelah itu. Apocalypse saling menyambung satu babak demi babak sehingga penonton sangat awam sekalipun paham bahwa penjahat ini sedang mengincar para mutan.

Civil War adalah makanan yang hambar. Apocalypse adalah makanan yang penuh bumbu sehingga benar terasa manis, asam, dan asin. Ini soal selera. Setidaknya, begitu pendapat saya. Bagaimana dengan kamu? 
Baca Juga
Song Joong Ki, Mimpi dan Kekuatan Imajinasi dari Negeri Teknologi

0 komentar:

Post a Comment

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90