Top Ad 728x90

Wednesday, May 4, 2016

, ,

Sejenak Bersama Mr. Jali, Leonardo DiCaprio dari Lembah Leuser

Sejenak Bersama Mr. Jali, Leonardo DiCaprio dari Lembah Leuser, Aktivitas Lingkungan, Aktivis Lingkungan dari Aceh, Aktivis Lingkungan Mr. Jali Leuser, Mr. Jali Leuser, Mr. Rajali Jemali bin Roga Leuser, Leonardo DiCaprio ke Aceh Gunung Leuser, Leonardo DiCaprio aktivis lingkungan hidup, Leonardo DiCaprio ke Aceh untuk melindungi hutan dan lingkungan,

Sejenak Bersama Mr. Jali, Leonardo DiCaprio dari Lembah Leuser
Mr. Jali, Leonardo DiCaprio dari Lembah Leuser, aktivis lingkungan dari Aceh yang selalu menyerukan agar menjaga kelestarian Leuser mulai dari memungut sampah plastik maupun melarang untuk pembukaan lahan perkebunan yang baru agar ekosistem tetap seimbang.
Alam bersabda pada apa yang kami lewati pagi itu. Ciri khas tersendiri di tengah rimba dengan cicit burung, angin semilir, air berkucuran menuju dataran rendah, dan berbagai macam suara binatang lain yang tidak bisa dijabarkan dengan sebuah kelimat seindah apapun. Kami melewati batas yang teramat lelah untuk saya jabarkan kembali di sini. Jalan setapak menuju puncak Gunung Leuser adalah detik-detik di mana penat tersesat saat itu. Gunung Leuser memiliki ketinggian 3404 meter di atas permukaan laut Aceh.  Zona hutan tropis ini merupakan tempat rekreasi terpilih untuk siapa saja yang ingin mendalami keanekaragaman hayati yang masih perawan.

“Leuser adalah anugerah terindah bagi saya,” ucap Mr. Jali yang menjadi guide kami. Penggalan kata yang keluar dari mulutnya sangat kental dengan aroma Aceh. Tubuh lelaki lima puluhan tahun ini tak tampak ringkih sekalipun telah menemani Leuser selama kurang lebih 35 tahun lamanya. Leuser dan Mr. Jali adalah perpaduan yang tak terpatahkan untuk saat ini. Mr. Jali memang tidak terlahir sebagai guide profesional yang dibekali aneka ilmu mempromosikan suatu tempat kepada traveler.

Mr. Jali mengaku dirinya adalah anak Leuser itu sendiri. Bahkan, sambil terkekeh, Mr. Jali mengatakan dirinya lebih paham bau tanah di Leuser ketimbang bau tubuhnya sendiri. Naik turun Leuser telah menjadi aktivitas Mr. Jali sejak lama, saat ia masih aktif sebagai petani sembakau. Wajar jika Mr. Jali paham betul lekuk tubuh Leuser yang gahar di satu sisi dan lembut di sisi yang lain.

Pendakian kami berlanjut ke jalan penuh belukar. Rasanya, saya jadi malu mengekor di belakang Mr. Jali yang masih gagah di usia senja. Suara burung semakin terdengar keras. Mr. Jali mengatupkan kedua tangan, seperti membentuk sebuah terompet, membunyikan dengan khas, suara alam semakin buas dengan cicit burung di mana-mana. Benar-benar suasana alam – hutan – yang tak bisa saya lewatkan begitu saja.
Mr. Jali dari Leuser
Mr. Jali membangun track untuk memudahkan para traveler menuju puncak Leuser. Track yang dibangun menyerupai jalan setapak yang bersih dari sampah plastik.
“Saya membuat track sesimpel ini agar mudah dilewati banyak orang. Saya ingin orang-orang yang datang ke mari menikmati Leuser dengan nyaman,” Mr. Jali berkata sambil menunjuk ke arah jalan yang kami lalui. Bagi Mr. Jali siapapun yang datang ke Leuser adalah tamu yang wajib dijamu dengan layak. Tak hanya traveler domestik saja, traveler dari luar negeri banyak juga yang datang mengunjungi ekosistem tersembunyi di Taman Nasional Gunung Leuser yang membentang seluas 1.094.692 hektar.

Langkah kami terus mendaki. Berkelok. Sesekali tersungkur. Sunyi mencekam saat Mr. Jali tak lagi berbicara. Namun tangan Mr. Jali dengan cekatan memungut sampah plastik di jalan setapak yang kami lewati.

“Turis-turis sukanya Leuser itu bersih. Akhirnya saya berinisiatif untuk memungut sampah-sampah plastik yang tidak mudah larut jika sudah ditanam sekalipun agar Leuser tetap asri di mata traveler,” ujar Mr. Jali dengan sumringah. Mr. Jali kemudian mengakui bahwa dirinya bisa berbicara dalam bahasa Inggris lantaran sering menemani para peselancar alam dari luar negeri, seperti dari Eropa.

Sampah plastik yang dipungut oleh Mr. Jali kemudian ia kantongi dan akan dibuang pada tempatnya di pemondokan, di mana tempat sampah telah tersedia secara khusus. Kelestarian lingkungan sangat penting untuk menjaga ekosistem agar tetap seimbang, aku Mr. Jali yang berupaya tetap menjaga Leuser dari tangan-tangan jahil di sekitarnya.

Tangan Mr. Jali sangat terampil memungut sampah plastik seperti bekas botol minuman maupun makanan ringan. Mata Mr. Jali pun bagai mata elang yang bisa menangkap plastik-plastik dari jarak cukup jauh, bagi saya sendiri yang tidak peka adanya sampah tersembunyi di depan kami. Mr. Jali mengakui bahwa pembunuh nomor satu di dalam hutan adalah plastik-plastik yang dibuang begitu saja. Daun-daun yang luruh secara alamiah dari pohonnya begitu mudah larut dimakan tanah dan kemudian menjadi pupuk alami yang berguna untuk tanaman di sekitarnya. Mr. Jali sengaja mengenakan celana berkantong banyak untuk dapat menampung plastik bekas yang dibuang traveler yang melintasi track yang telah ia buat tersebut. Ia membuat track seperti itu supaya terkesan tidak sedang mendaki sehingga para traveler benar-benar menikmati suasana di Leuser. Mr. Jali bukan tidak pernah menegur dan memberi arahan supaya sampah plastik tidak buang di dalam hutan, namun banyaknya traveler yang datang membuat Mr. Jali kewalahan bahkan lupa untuk selalu mengingatinya. Salah satu cara terbaik adalah memungut sampah plastik tersebut jika ia menemukannya di mana pun, di lembah bahkan sampai ke puncak Leuser.

“Jangan lagi menebang pohon untuk membuka lahan baru!” begitu seruan Mr. Jali saat kami istirahat sejenak di saung milik petani di lembah Leuser. Suami istri yang mendengar petuah Mr. Jali itu mangut-mangut.

“Mr. Jali, bukankah semakin luas area perkebunan semakin besar penghasilan?” tanya saya seketika.

“Betul. Tapi memperluas area sama dengan membunuh habitat yang ada di dalamnya,” jawab Mr. Jali dengan tegas. “Lebih baik memaksimalkan area yang ada daripada menambah seluas-luasnya yang belum tentu bisa dijaga dengan baik. Saya juga berkebun, saya rawat penuh cinta sampai akhirnya hasil kebun saya tidak mengecewakan,”


aktivis lingkungan dari Aceh Mr. Jali Leuser
Alam dan Mr. Jali adalah dua sahabat yang tak terpisahkan sejak lebih kurang 35 tahun lalu. Waktu yang lama untuk Mr. Jali mengenal baik Leuser. 
Hamparan luas di lembah Leuser adalah kebun milik warga sekitar. Masih jauh perjalanan kami mencapai puncak Leuser. Namun semangat yang didengungkan oleh Mr. Jali tak pernah pudar untuk kelestarian alam yang selalu senyawa dengan makhluk lainnya. Peluh sudah membahasi hampir seluruh tubuh. Memang sinar matahari tidak menyinari langsung ke tubuh kami namun langkah demi langkah menuju puncak Leuser menguras tenaga cukup besar.

“Apa yang membuat Mr. Jali melarang perluasan area perkebunan?” saya masih belum puas dengan jawaban Mr. Jali. Sambil jalan Mr. Jali tetap memungut sampah plastik di depannya.

“Ini adalah botol plastik,” Mr. Jali mengangkat sampah plastik di tangan kanannya. “Walaupun sudah diremas atau diinjak-injak, jika tak ada yang pungut semakin menggunung bukan?” kami semua mengangguk.

“Sampah plastik yang menggunung akan menghambat aliran air hujan turun ke lembah, di mana kebun-kebun mulai subur. Begitu juga dengan perluasan area perkebunan. Semakin kau buka, semakin tak pernah puas. Terus dibuka ke daerah-daerah lain. Sampai akhirnya keseimbangan pohon-pohon di atasnya tak ada lagi. Apa yang terjadi setelah itu?”

Bencana alam. Jawab saya dalam hati.

“Lingkungan ini tak meminta kita merusaknya, dia meminta kita menjaganya dengan baik. Maka jangan tamak dan rakus!”

Rajali Jemali bin Roga adalah sosok di balik kelestarian lingkungan di lembah Leuser. Namanya memang tidak seharum aktor Leonardo DiCaprio yang terus berupaya agar lingkungan lestari. Gerakan demi gerakan Mr. Jali sejak puluhan tahun lalu tak ubahnya dengan visi dan misi dari aktor yang baru saja membawa pulang piala Oscar setelah bertahun-tahun penantian.  Sebagai pemandu wisata tak bergelar apa-apa, Mr. Jali membuka jalan menuju Leuser dengan slogan tanpa merusak lingkungan.

Mr. Jali adalah Leonardo DiCaprio dari lembah Leuser, sejak dulu, kini dan nanti! 
***
Tonton juga sosok inspiratif Mr. Jali dalam video di bawah ini.

2 komentar:

  1. waaah kereen ubai udah ke leuser dan ketemu sama bang jali :)

    ReplyDelete
  2. Iya bg ubay.., kita yang rencana mau kesana., rupanya bg ubay udah duluan., mantap deh.., (Y)

    ReplyDelete

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90