Top Ad 728x90

Wednesday, June 29, 2016

,

Gara-gara Kafe Jamban Saya Tidak Makan

Gara-gara Kafe Jamban Saya Tidak Makan, Kreatif, Orang Kreatif, Orang Unik, Orang Aneh, Kafe Jamban Unik, Kafe Jamban Kreatif, Kafe Jamban Dilarang, Dalil berlebihn-lebihan, wahyu pertama, dalil tentang pendidikan dasar,

kreatif
Salah satu bentuk ide kreatif - dalecarnegiebandung.wordpress.com

Orang boleh kreatif tetapi yang wajar saja. Kreatif yang menguntungkan dua sisi bukan hanya satu sisi saja, yaitu orang yang melakukan kreativitas. Orang memang suka yang unik karena nggak ada yang menarik selain itu. Orang akan mencari-cari yang tabu karena itu bagian terpenting dari keingintahuan.


Dunia maya dibombardir dengan liputan Kafe Jamban. Media arus utama pun tak luput dikibuli untuk memposting foto-foto dan berita unik dan kreatif ini. Serangan media sosial pun begitu gencar mengalahkan Perang Dunia Kedua yang mendamaikan dunia sampai kini, dari satu pandangan. Bertubi-tubi, tak kenal waktu, entah siapa dan mengapa share itu begitu menarik.

Pentingkah informasi unik ini dibagikan? Apakah pernah menelusuri pengguna media sosial lain? Apakah cuma kita saja yang hidup di dunia pongah ini?

Ada miliaran kehidupan di dunia. Jutaan di Indonesia. Pengakses internet di seluruh dunia. Informasi dari satu bahasa begitu mudah diterjemahkan ke dalam bahasa lain. Manusia itu ada batas pada suatu hal. Saya telah mencapai batas tersebut. Batas yang tidak wajar karena share di Facebook dan Twitter begitu cepat dan bertalu-talu. Saya tidak bisa menghentikan karena wall itu seakan enggan berpindah ke informasi yang lebih informatif dan edukatif. Saya mau berhenti berlangganan fanspage kanal berita takut ketinggalan informasi lain. Saya mau menghapus pertemanan kasihan pada teman yang merasa paling unik dan selalu share informasi entah datang dari mana, entah dibaca tuntas dan entah bermanfaat untuk dirinya dan teman mayanya. Tabiat pengguna media sosial terutama Facebook adalah bagian dari yang lupa membaca tetapi memberi komentar dan share sesuka hati.

Awalnya saya nggak begitu peduli, santai saja karena riwayat jijik tidak begitu kronis. Belakangan muncul rasa muak, lalu mual begitu melihat makanan. Yang ada di dalam pikiran saya ada jamban berisi air warna-warni. Saat berbuka itu yang terbayang. Saat sahur itu yang terlintas. Mau makan saya enggan. Membayangkan makanan saya mual. Ke kamar mandi saya muntah melihat jamban yang tiap waktu saat kebelet kotoran dibuang ke sana.

Ada batas wajar sehingga mau tidak mau jangan pernah melewati batas itu. Islam sendiri sangat menegaskan untuk tidak berlebih-lebihan. Kafe Jamban yang fenomenal telah sangat berlebihan di mata saya karena share dan reshare media sosial menjadi monster yang lebih menakutkan daripada monster di drama seri Power Rangers maupun Ultraman yang masih tayang tiap hari Minggu.
Dari Ibnu Abbas, Rasulullah saw. bersabda, “Jauhkanlah dirimu dari berlebih-lebihan dalam agama karena orang-orang sebelum kamu hancur hanya sebab berlebih-lebihan dalam agama!” (HR. Ahmad, Nasa’i, Ibnu Majah, Al-Hakim, Ibnu Huzaimah dan Ibnu Hibban).
Kafe Jamban telah berada di taraf berlebih-lebihan akan nikmat Allah. Sifat unik karena ingin sesuatu yang lebih banyak – dari segi keuntungan misalnya – justru menjadi cambuk di sisi lain karena umat manusia tidak hanya terdiri dari orang-orang penyuka unik yang aneh saja. Sifat berlebih-lebihan dari kafe ini karena tidak menempatkan sesuatu pada tempatnya. Bagaimana Islam melarang sesuatu yang ada mudharatnya. Bagaimana Islam membenarkan sesuatu karena ada faedahnya. Islam menganjurkan untuk meninggalkan yang mudharat karena pahala akan jauh darinya. Islam meminta untuk mengerjakan yang banyak faedahnya karena surga dekat dengannya.

Bagian dari Kafe Jamban memang kecil, kawan. Namun tahukah berapa banyak orang seperti saya? Bagaimana kamu menyikapi hal ini? Belatung dipanggang saya masih belum jijik. Ini jamban, tiap buang hajat saya akan ke sana!

Masih banyak kok ide kreatif yang lebih edukatif. Semua orang itu kreatif cuma menunggu waktu kapan mau menggerakkan tangan untuk melakukan itu. Kamu bisa melakukan yang kreatif dengan menjaga jarak dari berlebih-lebihan. Kamu belum merasa jijik saat ini namun suatu saat akan merasakan hal yang sama, membutuhkan sedikit sentilan, satu sebab walau itu begitu kecil, kamu akan merasakannya.

Pendidikan dasar satu segala ilmu tak pernah mengajarkan untuk berbuat yang aneh sehingga orang lain terhina. Pendidikan mengajarkan untuk berbuat baik, bermanfaat bagi semua orang, meningkatkan derajat di mata dunia dan Tuhan. Quran surat Al-Alaq ayat 1 sampai 5 adalah wahyu pertama. Bukan tentang ibadah. Bukan tentang taudid. Ini tentang pendidikan; membaca. Sudahkah kita membaca sebelum melakukan sesuatu? Banyak hal yang mesti kita baca, bukan cuma buku-buku tetapi bahasa verbal dan nonverbal yang menyakitkan kehidupan di luar pagar rumah kita, pada episode berikutnya. 
Baca Juga
Keuangan Syariah yang Dinamis, Berkarakter dan Bersinergi

47 komentar:

  1. Kreatif sih iya, tapi untuk saya pribadi yang berasal dari kampung, ide kreatif ini sudah kelewat batas. Secuek-cueknya saya, baru kali ini merasa agak gimana gitu setelah melihat tuh cafe yang lagi fenomenal.

    Malah dua hari ini saya merasa makanan nggak enak lagi, kerongkongan seperti ada yang mengganjal dan pengen muntah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Begitulah Mas Arif, saya merasa mual-mual dan muntah karena ini.

      Delete
  2. Saya pun ngerasain yang sama. Jijik sekali liatnya :(

    ReplyDelete
  3. Terlalu.. tempatkanlah dan hargailah makanan sesuai dgn adap kemanusiaan.. kreatif boleh namun janganlah berlebihan. Alangkah indahnya bila makanan itu terhormat. Maka kita sebagai manusia juga terhormat. Makanan adalah nikmat dan rezeki dari Allah Tuhan yang maha kuasa. Hargailah nikmat tersebut. Sopanlah pada etika dan adab.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kesannya makanan itu jadi tidak terhormat lagi ya Mas Riza:(

      Delete
  4. Vote aja buat tutup ini kedai kalo gx mau diganti alas jamban.a... pada gx kebayang kali ya orang yang makan dijamban....

    ReplyDelete
  5. Mantap nih cafe jamban... wkwkwkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, mantap bikin muntah Mas/Mbak.

      Delete
  6. This is stupid idea, as a Chef we should respect the food from begining until we served it to our customer. Not like this!!! Stupid.... ( chef akum )

    ReplyDelete
  7. Ide yg tidak menarik menurut saya. Mau makanan se enak apapun jadi ngga selera kao tempatnya kaya gt 😤

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar Mas Lintang, faedah makanan jadi berkurang ya.

      Delete
  8. Harusnya postingan ini yg di share and reshare.

    ReplyDelete
  9. ide nya berlebihan,, saya juga ngerasain g enak setelah liat berita kafe ini, g kebayang aja biasa nya kita pake buat buang hjat ini di pake makan :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar mbak, itulah kalau salah meletakkan sesuatu pd tempatnya.

      Delete
  10. Membuat nafsu makan saya hilang

    ReplyDelete
  11. Lebih greget lagi kalau Menunya kuning2. 😀

    ReplyDelete
  12. Dan artikel tersebut harusnya tidak di share sembarangan. Sebab apa? Bila yg baca orang dewasa mungkin bisa memahami. Kalo yg baca anak-anak yg masih belum bisa memahami??? Dengan lihat gambar saja dia bisa salah sangka bisa bisa kotoran di jamban beneran di kira unik dan bisa di makan. Jadi menurut saya kreatifnya berlebihan dan yg share juga berlebihan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, ini sudah jadi masalah lain kan.

      Delete
  13. Pelanggaran etika ide nya ortol

    ReplyDelete
  14. Pernah ada bule mau makan di slh satu warteg lihat ada tisu gulung aja udah mual gak jadi makan. Eh, parah ini jamban. Terlalu ya, kurang didikan yg bikin & yg bangga ngeshare.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Orang sangt paham sopan santun ya Mbak.

      Delete
  15. Ada hadist yg mengatakan.
    Seburuk2 tempat adalah kamar mandi.
    Dan itu kloset jadi tempat minuman.agak gmn gitu liat nya.jijik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tidak meletakkan pd tempatnya ya mas.

      Delete
  16. Tulisan yang bagus sekali mas. Baru saja kemarin malam saya twit uneg2 tentang kafe jamban ini juga. Prihatin. Ketika makanan sama 'derajat'nya dengan jamban :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih mbak, semoga bermanfaat ya.

      Delete
  17. Yah itulah orang kalau g bisa mensyukuri nikmat Tuhan,saya saja merasa tersiggung,bgmn dengan memberikan tu nikmat makanan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga kita termasuk orang-orang yang bersyukur ya mas.

      Delete
  18. Maksudku Bagaimana dengan yg memberikan nikmat makanan

    ReplyDelete
  19. Maksudku Bagaimana dengan yg memberikan nikmat makanan

    ReplyDelete
  20. Subhanallah... Lagi2 salah satu bukti manusia sudah kembali kemasa jahilliah, apakah hidup normal sudah begitu membosankan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pola pikir orang berbeda namun harus diletakkan pas pada takarannya aja.

      Delete
  21. Lebih baik segera kita buat petisi menolak cafe tsb.
    Saya juga sangat jijik melihatnya, apa pemiliknya masih punya akal sehat,
    Saya rasa setan pun tertawa melihatnya, krn jamban biasanya berada di toilet dan toilet adalah sarangnya setan,
    Dan jamban itu skrg dijadikan tempat menaruh makanan..

    ReplyDelete
  22. Kaya jamban mangpet... iiyyh jijik lihatnya.

    ReplyDelete
  23. yang nulis ini aja yang lebay, bloon banget baca berita sampe kebayang2 sampe muntah . lu cewek apa cowok bro ? cowok kelakuan kayak gitu mending pake rok aja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai kamu yang tak ada nama takut ketahuan aslinya, identitas saya ada tuh di sudut kanan atas. Ketahuan cuma numpang lewat dan buang hajat di sini!

      Delete
  24. ownernya itu dokter lho..... bener-bener bikin nggak waras

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar. Menyalahi aturan banget. Semua ada tempatnya kok.

      Delete
  25. malah bikin jijik. gak selera makan.

    ReplyDelete

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90