Top Ad 728x90

Monday, June 13, 2016

, ,

Jangan Hormati Orang Tidak Puasa Ramadhan

Jangan Hormati Orang Tidak Puasa Ramadhan, Orang tidak puasa Ramadhan, hukum orang tidak puasa ramadhan, hukum orang jual makanan di bulan ramadhan, hukum orang jual makanan siang hari bulan ramadhan, hukum buka warung makan bulan ramadhan,

 
ramadhan bulan penuh berkah
Ramadhan bulan penuh berkah dan ampunan - ervakurniawan.wordpress.com
“Jangan makan di luar orang lagi puasa!”

Ibu, selalu menegur saya waktu kecil dulu jika makan di luar rumah saat bulan puasa. Ibu saya memang bukan orang alim agama namun paham betul dalam menghormati bulan Ramadhan. Bulan puasa yang hanya ada setahun sekali ini wajib di hormati karena kaidah dalam bulan ini adalah berpuasa. Tak ada bulan lain selain bulan ini yang menganjurkan untuk puasa sebulan penuh. Puasa yang paling dasar adalah menahan lapar dan dahaga. Jelasnya tidak dibenarkan makan dan minum di bulan ini. Jika tidak berpuasa sekali pun maka hormatilah bulan ini, bukan saja orang yang sedang berpuasa.

Zaman sekarang malah terbalik. Orang yang sedang berpuasa disuruh hormati orang yang tidak berpuasa. Siapa yang mesti dihormati dan menghormati? Wajarkah makan dan minum di depan orang banyak di bulan Ramadhan? Jika pun nggak bisa menahan diri maka sembunyi-sembunyilah saat lapar. Jika tak mau menghormati orang-orang yang sedang puasa maka hormatilah bulan ini karena janji Tuhan tak pernah ingkar terhadap nikmatnya.
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa” QS. Al Baqarah: 183
Orang yang berpuasa adalah orang yang beriman. Mau rumah makan bukan 24 jam. Mau restoran menawarkan menu lezat dan diskon gila-gilaan. Mau sirup manis sekolam di depan mata. Tetap saja tidak tergoda karena baginya puasa melatih sabar dan tabah menahan godaan. Orang berpuasa bukan saja menghormati bulan penuh ampunan ini namun juga menghormati orang-orang lain yang tidak berpuasa dengan cara menghalau cercaan.

Sejak kecil saya telah terbiasa dididik untuk menghormati bulan Ramadhan. Walaupun masa itu cuma puasa setengah hari namun tak lantas pamer-pamer makanan ke mana-mana. Aura bulan puasa itu cukup kuat sekali bagi orang-orang yang beriman dan menjalankannya sepenuh hati. Dulu dan kini saya tidak merasakan perbedaan sama sekali. Anak-anak zaman sekarang yang telah dilatih untuk berpuasa juga menghormati orang-orang yang sedang berpuasa. Anak-anak malah malu jika makan di depan orang dewasa yang sedang puasa.

Lalu, membuka warung makan di tengah hari? Kena razia marah-marah? Pemberitaan di mana-mana. Si tukang razia dihujat habis-habisan bahkan oleh mereka yang sedang puasa. Siapa yang semestinya harus dibela saat ini? Orang yang sedang puasa menyediakan makanan untuk orang tidak puasa? Orang Islam menyediakan makan untuk dijual di tengah hari bulan puasa? Atau bulan Ramadhan yang menangis karena harga dirinya diinjak-injak oleh umatnya sendiri?

Ketika pencuri sembunyi tangan, maka emas permata tak akan pernah ditemukan lagi. Ketika pencuri dibela oleh putusan, maka selamanya ia akan mencuri. Ketika orang tidak puasa dihormati maka selamanya ia akan keras kepala. Mungkin tak akan pernah lagi puasa. Mungkin puasa saat senang hati saja. Mungkin telah kebal hatinya karena agama cuma tertulis di kartu tanda pengenal saja. Puasa memang bukan wajib untuk semua umat Islam namun orang Islam akan puasa walaupun tidak beriman – dalam konteks keimanan sebenarnya; salat lima waktu dan amal ibadah lain. Puasa adalah pembiasaan yang telah diajarkan sejak kecil oleh orang tua jika telah terlahir sebagai muslim. Kebiasaan ini terus terjadi apabila lingkungan menghormati bulan puasa. Namun jika lingkungan tidak menghendaki dengan dalih mencari nafkah maka si orang tersebut juga akan tak puasa.

Semua orang mencari nafkah untuk kehidupan lebih baik. Menghormati orang yang tidak puasa adalah dengan memberi nafkah kepadanya. Jika penjual sedang puasa maka sama saja telah menelan ludah sendiri. Niat puasa yang dilafalkan di waktu malam untuk siapa tujuannya?

Cuma sekali di waktu siang dagangan itu entah laku entah tidak namun dibombardir telah berlaku baik memberi makan orang tidak puasa. Padahal, jika mau mengalkulasikan lebih terperinci berapa banyak pemasukan mereka yang hanya membuka warung makan saat berbuka, sahur dan habis tawarih. Mereka yang masuk ke dalam golongan ini juga berjualan, mencari rejeki, menutupi kebutuhan rumah tangga termasuk baju baru untuk anak-anak di hari raya. Jangan berkilah bahwa nafkah itu nggak adil karena mereka yang berjualan di saat berbuka atau sahur saja masih hidup saat akhir Ramadhan nanti.

Beginilah apabila mental kerupuk dipelihara. Yang salah dibela. Yang benar diabaikan. Yang salah bahkan dapat bantuan. Yang benar malah dihukum. Bagian bab ini akan menjadi sebuah monster di waktu ke depan. Akibat dari menghormati orang tidak puasa dan dibela sampai ke level pemerintah maka tidak tertutup kemungkinan orang-orang yang buta mata hati membuka warung makan lebar-lebar di tengah hari bulan Ramadhan. Lalu, apa bedanya bulan Ramadhan dengan bulan-bulan lain?

Aneh tetapi nyata. Saat masyarakat muslim meminta nonmuslim untuk menghormati bulan Ramadhan tetapi umat muslim yang sedang puasa justru tidak menghormati bulan suci ini. Pergeseran ini karena hawa napsu yang tidak mampu dikendalikan selama bulan puasa dan karena mengasihani tanpa menggunakan logika secara terperinci.

Orang Islam itu sendiri paham betul alasan kenapa tidak berpuasa. Islam tidak memberatkan terhadap suatu apapun kecuali diberat-beratkan oleh umatnya sendiri. Puasa boleh tidak dikerjakan apabila sakit, wanita haid, wanita melahirkan, sedang dalam perjalanan jauh, belum baligh, orang tua dan beberapa golongan lain. Tetapi dengan catatan mengganti di hari lain di luar bulan Ramadhan.

Dan, kenapa jangan menghormati orang tidak puasa? Karena orang tersebut – golongan Islam – adalah mereka yang naif dan tidak menghormati bulan Ramadhan. Jika kita termasuk ke dalam golongan menghormati orang tidak puasa, maka catatlah sendiri bahwa kita termasuk golongan yang tidak menghormati bulan suci ini. Perkara ini kembali ke ayat dalam kutipan di atas.

Catatan akhir, untuk apa kita menahan haus dan lapar sampai petang jika begini kondisinya? 
Baca Juga
Pisang Awak Bantu Pencegahan Penyakit Lambung

33 komentar:

  1. miriss banget yak jaman skrng, yg beribadah malah disuruh menghormati yang tidak beribadah

    ReplyDelete
    Replies
    1. emg cuma islam saja yg beribadah,? agama lain tidak beribadah bgt?? trus adakah anda menghormati agama lain saat beribadah??? yg miris itu pengetahuan anda bro"!!!

      Delete
    2. “Untuk mengimplementasikan UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan UU No 1 Tahun 2001, Otonomi Khusus Provinsi Papua, Gubernur Papua menghimbau kepada kami para Bupati dan Wali Kota se tanah Papua dalam upaya melaksanakan Otsus dilakukan penutupan beberapa jam aktivitas jual beli dan kegiatan lainnya yang mengganggu selama umat Kristiani melaksanakan ibadah pada hari Minggu,”

      Delete
  2. Nggak terlalu ngikuti. Tapi kalau warung liar yg memang tidak boleh. Aku pernah tinggal di 2 kota, jangankan Ramadhan, hari Jumat aja warung2 tutup kalau pas sholat Jumat. Kalau mau makan siang, ya tunggu sholat Jumat selesai.

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu berlaku untuk sesama islam saja bro,
      non muslim tidak berlaku.!!!

      Delete
    2. Kalo otak kau punya pikir macam tu....coba kau hidup di bali....ko pikir nyepi itu hanya berlaku cuma buat hindu.....

      Delete
  3. Sekiranya berpuasa, bukan soal menahan lapar dan dahaga. Juga menahan nafsu akan dunia, misalnya menjaga lidah, menjaga mata, menjaga hati, menjaga jiwa, dan tentu saja menjaga iman dan sabar :))

    Kalau soal warung yang tetap buka di siang hari dikala waktu puasa, itu menurut saya mungkin mereka buka utk menarik pembeli yg kebetulan lagi tidak berpuasa, musafir, orang yang sudah tua renta, ibu2 hamil, orang sakit, atau orang yang non-muslim. Dan sekiranya, menurut para pedagang jika tak jualan makanan, mau usaha apa lagi? Jika keahliannya cuma berdagang makanan.

    Menghormati dan dihormati di bulan puasa, semua kembali pada diri sendiri bagaimana menyikapinya :)))

    ReplyDelete
  4. Berdagang bisa sore malam hari. Biasakan masak sendiri dirumah. Memang aneh muslim diindonesia ini agamany sendiri dicaci maki.

    ReplyDelete
  5. Logika anda ini logika muslim amatiran..

    Yaa saya paham...

    Kan sudah jelas spanduk 'hormatilah yg tidak berpuasa" itu dibuat oleh muslim juga... Dan untuk puasa yang kualitas super....

    Jadi mohon agar berjiwa besar jika ada muslim yg ingin mengamalkan puasa kualitas super....

    Buanglah kedengkian... Wallahu A'lam....

    ReplyDelete
  6. Kita selaku umat muslim yang sedang melaksanakan rukun islam yang ke 4 sama sekali tidak ingin dihargai oleh manusia karena sesungguhnya puasa hanya milik Alloh, kehadiran negara untuk menjamin melindungi dan menjaga kekhusuan pelaksanaaan ibadah puasa adalah suatu kewajiban

    ReplyDelete
  7. Miris memang dg negri ini.yg layak d bantu g tersentuh y g layak mlh d bantu.p masyarakat sudah tidak bisa membedakan mana yg pantas dan g pantas.

    ReplyDelete
  8. emang cuma agama islam aja yg ada di indonesia ini,? apakah bila anda puasa org lain yg harus jadi korban, itukah ajaran islam? jangan menambah rafikalisme di indonesia ini melalui ajaran agama islam.

    ReplyDelete
  9. Sebenernya bukan kebalik sih, ane justru menghormati yg tidak berpuasa... Kenapa?? Karna di indonesia muslimnya lebih banyak dibanding non muslim, jd ya hargai yg lebih sedikit, karena merekapun butuh makan.

    Ruginya apa? Ga ada kan. justru pahalanya berlipat, makin tau kadar keimanan sama kesabarannya segimana. Justru makna dari berpuasanya lebih kuat, toleransi lebih kuat.

    Kalo gakuat liat yg ga puasa, kesabaran ente dipertanyakan broo, berikut keimanan ente jg pas pasan.

    Bayangin kalo muslim ada di negara yg mayoritas non muslim dan ga dikasih toleransi?

    Pemahaman gini nih yg bikin pola pikir yg kaya makin dihormati, yg kecil tak dihargai.

    Jadi ya hormati yg sedikit, karna di indonesia penduduknya lebih banyak muslimnya.

    Ane pribadi muslim dan ane ga masalah kalo pas puasa sekeliling ane orangnya pada makan..

    ReplyDelete
  10. Warung buka siang hari atau tidak bukan masalah kalo niatnya puasa. Saya muslim, saya puasa tidak ada masalah, untuk masalah dibela atau tidaknya kasus diatas, jelas yang menutup itu satpol pp nya tidak benar, coba perhatikan bagaimana cara mereka menutup, lantas kalo harus tutup knp hanya warung kecil knp tidak mal sekalian. Kalo muslim mental kerupuk hanya karena hal diatas dipermasalahkan bgmn anda bisa tinggal di eropa yg mayoritas non muslim

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya klo tinggal di eropa yg mayoritas non muslim, sy rasa muslim disana juga ikut aturan.
      Yg namanya masyarakat pasti ikut aturan negara dimana mereka tinggal lah.
      Lagipula semua agama itu mengajarkan bahwa kita hrs menghormati ibadah agama lain.
      Klo pertanyaan anda knp warung kecil ditutup tp yg di mall dibiarkan. Sy rasa anda sudah tau jawabannya tanpa hrs dijelaskan.

      Delete
  11. Semua mencari pembenaran diri sendiri.
    "Berbaik sangka" itu harus d tanamkan d kepala penulis.
    Tidak perlu memberikan label pada org2 yang berlaku tidak sama dg kehendak anda.
    Bukan mental krupuk. Kami org muslim yg tau kapasitas kami dalam berpuasa sekaligus bertoleransi kpd umat lain yg sdg tidak berpuasa.
    Tanpa anda berkoar pun masing2 dari kami menghormati dan mencintai bulan ramadhan. Tapi kami tidak gila hormat. Kami mampu berpuasa meskipun org2 d sekitar kami tidak berpuasa,inshaAllah.

    ReplyDelete
  12. Bagaimana orang gk pada heboh,tu warung bukan dirazia tapi dirampok,yg razia bawa kantong besar & mkananya ya paling buat buka puasa rame2.saya juga muslim tapi saya prihatin dengan kelakuan seperti itu.apalagi dengan artikel anda yg menunjukan betapa egoisnha anda sebagai muslim.bung..kita berpuasa bukan mencari hormat,gila hormat,minta dihormati oleh manusia.seorang muslim ikhlas brpuasa dengan penuh kesabaran dan keimanan hanya karena ALLAH.bukan lantas berpuasa kemudian bagai anak manja minta dihormati,di hargai,di puji,di anak emaskan oleh MANUSIA.itu artinya anda tidak ikhlas dlm berpuasa.ingat kita beribadah semata hanya karena A LLAH dan dan itulah ujian untuk orang yg berpuasa,walau warung makan buka dimana mana,orang lain makan enak didepan mata kita sekalipun jika kita ikhlas karena ALLAH,sebagai seorang muslim tidak akan pernah tergoda.artikel anda ini menunjukan ceteknya pemahaman agama anda.pemilik warung makan itu juga butuh penghasilan,dan mungkin hanya itu yg bisa dia kerjakan.lagi pula mau makan apa org2 yg tdk berpuasa jika semua pedagang makanan tutup?bagaimana jika anda berpuasa di amerika?apakah anda lantas meminta obama untuk menutup restoran di negerinya?jangan buat malu muslim deh denhan artikel anda ini.muslim tdk gila hormat,tdk butuh bahkan bila umat lain tdk bertoleransi dan makan di depan mata dibulan ramadhan Sekalipun.sebagai muslim sejati beribadah dengan ikhlas karena allah,dan mungkin hal seperti itu ujian darinya.semua berpulang kepada individu masing masing.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pertanyaan sy skrg, memangnya sudah sedalam apa pengetahuan anda ttg muslim di amerika sana? ada kah muslim di amerika yg ga ikut aturan disana?

      Delete
  13. ini admin.. pemahamannya kurang kali ya... opini yg admin tulis menandakan keimanannya..

    islam sndiri mngajarkan untuk saling menghormati...

    coba adminnya d posisi padagang tsb, dan tak memiliki keahlian apapun selain brdagang mkanan. apa yg akan admin sdr lakukan.. berpikirlah.. sedangkan kluarga hrus d nafkahi... hrusnya brpkir smpe dsna...
    lihatlah lg realita nya. . .
    sadarlah saudaraku bukalah cara berpikirmu sbagai muslim yg baik...

    jika admin bner bnar sbagai muslim .. tanggapilah pendapat dr kmi. apa yg ada dpkiran anda. . stelah anda renungkan kembali pernyataan anda td. jganlah engkau d butakan dg pemahamanmu yg sempit... belajarlah lg ... tingkatkan lah lg imanmu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Komentar menarik.

      Apakah menurut anda pemahaman anda lebih baik dr admin?

      Ketahuilah saudaraku, islam selain mengajarkan utk saling menghormati, juga mengajarkan ttg toleransi.

      Coba anda baca dulu komentar dibawah ini.
      Mungkin anda yg perlu merenung.

      Delete
  14. Puasa itu ibadah yang tersembunyi. Hanya antara mahluk dan Sang Maha.

    ReplyDelete
  15. Sudut pandang yang menarik. Terutama ketika di paragraf terakhir terjelaskan 'orang yg tidak puasa' disini merujuk pada mereka yg mengaku muslim tp tdk puasa.

    Bagi saya sih, gugur Islamnya tuh. Lupa sama rukun Islam dia. :)

    Buat yg mau mencela, atau marah2 coba sekalian dibandingkan dengan fakta menarik. Banyak daerah yg mayoritas muslim menerapkan larangan berjualan/membuka warung makan saat pagi s.d siang, dan biasanya sore sampai subuh tdk masalah.

    Tapi diprotes dgn alasan tdk toleran. Kenapa tdk membahas soal perda dilarang jualan apapun setiap hari minggu, di salah satu wilayah papua krn minggu saat ibadah umat kristiani (silahkan googling, datanya banyak).

    Atau semisal di Bali, yg sampai sekarang masih berlaku dibanyak wilayahnya, batasan soal masjid atau surau/mushola, yg 'dianjurkan' pembangunannya tdk boleh di tepi jalan utama, dan pembatasan speaker utk adzan. (Ini fakta.)

    Kenapa kalau soal gak toleran semua dilabelkan ke umat Islam. Tapi kalau non islam, jalau ada sikap tak baik dialihkan ke oknum bukan agamanya.

    Kami di Aceh, sudah lama melarang jualan makanan/buka warung saat siang. Tp bukan berarti hak non muslim tdk terjaga. Teman saya, buka rantangan, tetap masak dan menyediakan dan mengantarkan rantangan utk non muslim.

    Pun ini hanya sebulan dalam dua belas bulan. Bagaimana non muslim di Aceh menyikapinya? Santai saja tdk ada masalah.

    Menghormati itu berlaku dua arah dong. Jgn selalu yg muslim diminta menghormati yg non muslim, non muslim juga menghormati yg muslim. Kan enak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. laah ini yang asik. Dua arah yaa. Karena (ternyata) faktanya yang makan siang di warung pada saat bulan puasa justru banyakan yang muslim asal-asalan dibanding non muslim yang harus kita hargai juga.

      Delete
    2. Nah itu tadi, makanya di aceh di kontrol dgn cara tdk membenarkan warung makan buka di siang hari, secara khusus tdk ada makan di tempat. Banyak kok warung yg dapurnya aktif dan tetap melayani bungkus. Bahkan ada yg menetapkan kebijakan tidak menjual kepada muslim kecuali ada udzur syar'i. Misalny beli makanan utk keluarganya yg sedang tdk berpuasa krn sakit. Pasti ada yy bohong sih, tapi itu diluar kuasa kita sebagai manusia hehehe.

      Sekedar tambahan, meskipun aceh sangat toleran, tapi kontrol sosial juga ada, jadi masih banyak yg muslim ktp itu yg ga berani makan di tempat umum.

      For the record. Muslim ktp, dan acuh menunjukkan dia tidak puasa, secara pribadi bagi saya gak layak dianggap muslim. Dia menolak rukun Islam :)

      Delete
  16. Songong lo brooo..paling lo cuman pandai nulis..pandai kritik orang...tapi lo g pernah ngaca....KALO KAMU TERNYATA MISKIN PENGETAHUAN...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau begitu apakah anda sudah berkaca? Apakah menurut anda, anda adalah orang yg kaya akan pengetahuan?

      Cobalah untuk lebih bijak.

      Delete
  17. Sholat utk amal kita sendiri,puasa utk amal kita sendiri,begitu pun utk ibadah2 yg lain amal2an nya utk kita sendiri di akhir nanti..kita smua muslim bersodara,doakan yg tidak baik agar menjadi baik,amin kan yg baik agar menjadi barokah utk kita smua..islam itu agama yg indah,agama yg mempersatukan persaudaraan..so jgn terlalu di pake emosi,yg ini salah,yg itu salah..ayo buat para muslim kita tingkat kan iman islam kita di bln ramadhan ini agar allah slalu memberikan rahmat utk kita smua.amin

    ReplyDelete
  18. Cara menghormati teknis pelaksanaannya kayak gimana to? Teknis pelaksanaan shalat kan ada, terus teknis yg ini bagaimana? Dalilnya apa yo?

    ReplyDelete
  19. Kita dapat melihat sempurnya puasa seseorang itu dari hati dan lisannya yang lurus. Karena klo cuma menahan lapar dan haus saja, kita tidak tahu. Ini juga ada hadisnya dari Abu Hurairoh ra. Nabi bersabda, "Bukanlah puasa itu dari makan dan minum saja, tapi puasa itu dari laghwun (sesuatu yang tidak bermanfaat) dan rafats (sesuatu yg kotor/keji).

    ReplyDelete
  20. Yang miris itu harusnya kamu yg buat tulisan ini, puasa aja minta dihargai, km itu ibadah buat apa gila hargai sperti itu. Ibadah itu ga perlu sperti itu yg penting itu km puasa memang untuk ibadah, untuk Tuhan. Udahlah blm tentu jg slama puasa km ga melakukan dosa, benerin dlu niat puasamu baru ngurusin soal makanan.

    ReplyDelete
  21. Anda sungguh miskin pengetahuan, open minded dong, kamu ga hidup sendirian, percuma puasa tp hanya menunjukkan ke egoisan dg berpuasa, tdk mencerminkan yg baik itu namanya bro

    ReplyDelete
  22. Ditempat saya ada warung yg tiap bulan puasa libur sebulan penuh, dan beliau tidak kehilangan rejeki. Apa kita hanya mengejar rejeki yg banyak apa yg berkah? Klo yg jualan dan yg beli org non muslim monggo, tapi klo yg jualan dan yg beli muslim, bukankah puasa perintah Allah sbg muslim awam dan anak kecilpun tahu melawan perintah Allah itu tidak benar,saya setuju dgn postingan ini saya muslim yg dhaif dan masih kurang ilmu tapi orang tua saya mengajarkan sedari kecil malu untuk makan dimuka umum saat orang lain berpuasa sekalipun kita berhalangan, entahlah orang tua jaman sekarang madih mengajarkan hal ini

    ReplyDelete
  23. iya setuju banget nih, masa orang yang puasa malah disuruh ngehormatin yang nggak puasa, parah asli, zaman udah kebalik T_T

    ReplyDelete

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90