Top Ad 728x90

Tuesday, June 7, 2016

,

Ketika Ustad Mencontoh Cerai Terang-terangan

Ketika Ustad Mencontoh Cerai Terang-terangan, Perbuatan halal yang paling dibenci Allah adalah cerai (H.R. Abu Daud, Baihaqi dan Ibnu Majah), Perbuatan halal yang paling dibenci Allah adalah cerai, Cerai Haram, Cerai Halal, Cerai dibenci Allah, Hukum Cerai. Hukum Cerai di bulan Ramadhan, Hukum Cerai bulan Puasa, Hukum cerai ustad,

cerai perbuatan halal dibenci Allah
Ustad Zacky Mirza Cerai -beranda.co.id
Tentu, saya dan Anda tidak lupa dengan kasus yang menimpa Aa Gym. Pendakwah kondang tersebut sempat melantunkan ayat-ayat dengan suara merdunya dan berdakwah dengan lemah-lembut. Namun, sebuah bom bernama hawa hapsu melingkari kekokohan ulama yang kental berbicara dengan logat Sunda ini. Aa Gym memang menikah untuk kedua kali atas izin istrinya, tetapi hati tak pernah bisa ditebak. Izin dari istri kemudian berbuah cerai dan perlahan-lahan nama Aa Gym tenggelam dari peredaran.

Aa Gym atau Abdullah Gymnastiar merupakan seorang ulama – ustad – yang tak diragukan lagi keilmuannya. Dalam hal usaha beliau sukses. Bersama Istri pertama, Teh Nining, beliau memiliki pesantren yang kerap dijadikan sebagai tolak ukur pembelajaran agama Islam. Aa Gym mondar-mandir televisi untuk menyampaikan dakwah yang kemudian menjadi sebuah trend bagi pendakhwan masa itu dan kini. Tamparan untuk dirinya sendiri begitu poligami dan perceraian dilakoninya. Memang, Aa Gym juga manusia namun jangan lupa tidak semua manusia mau menerima kejelekan dari seseorang yang pernah dianggap sangat sempurna.
Aa Gym kemudian dinilai telah “cacat” dalam berdakwah karena poligami – walaupun tidak dilarang dalam agama – dan perceraian yang agama menjabarkan sebuah perbuatan halal namun dibenci Allah. Aa Gym mencontoh yang baik-baik kepada masyarakat seluruh Indonesia – karena siaran di televisi. Tiada yang sangka Aa Gym menikah dengan seorang wanita yang lebih mudah dan cantik rupa dengan berbagai alasan. Tapi tetap saja tidak semua orang mau menerima alasan walaupun sangat logis.

Aa Gym mungkin saja telah mencoreng nilai-nilai “keustadan” menurut umat Islam yang mengikuti ceramahnya. Awal Ramadhan tahun ini, seorang ustad kembali mengebiri dirinya dengan isu perceraian. Seolah-olah, kehidupan ustad yang layak tampil di depan kaca itu adalah mereka yang masuk ke dalam golongan selebriti dan wajar saja nikah cerai. Ustad Zacky Mirza yang menikah dengan Shinta Tanjung pada tahun 2011 akan secara bercerai. Apapun alasan dari Zacky Mirza menggugat cerai wanita yang telah memberikan lima orang anak tersebut telah menjadi ketakutan tersendiri bagi umat Islam saat mendengar ceramah agama.

Mirza memang lebih dikenal sebagai ustad artis dengan gaya perlente. Wajah tampan membuatnya mudah dikenal saat menyampaikan dakwah. Keluar masuk televisi menjadi sebuah anugerah baginya dalam rangka mengumpulkan pundi-pundi “amal” untuk menikah lagi – mungkin.

Sebuah contoh yang tidak baik dari seorang yang mengaku ustad, belum lagi jika berbicara bulan Ramadhan. Kenapa orang lain mampu bertahan dalam rumah tangga? Kenapa orang lain bisa menyelesaikan persoalan rumah tangga? Kenapa informasi yang begitu urgent begini bocor ke publik di saat masyarakat sangat percaya dengan sosok ustad – pemberi dakwah.

Benar Mirza seorang manusia yang tidak luput dari kesalahan. Namun jangan salah, banyak orang yang paham agama setengah-setengah, paham agama hanya secuil, salat lima waktu bolong-bolong, puasa Ramadhan suka-suka, tak pula bisa hapal al-Quran atau bahkan nggak bisa membaca huruf Arab sama sekali, mampu keluar dari siluet rumah tangga. Mirza menjadi sorotan karena beliau termasuk golongan panutan masyarakat dalam beragama setelah era Aa Gym. Apakah perceraian itu sangat wajar? Ini lho ustad saja bercerai bagaimana dengan kita yang nggak paham agama? 

Pertanyaan “ringan” seperti di atas tak akan pernah bisa dijawab oleh Mirza dengan benar. Biarpun dalil ini dan itu diberikan tetapi pemikiran orang berbeda-beda. Perceraian tetap menjadi aib terbesar dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat. Mau tidak mau orang akan bertahan dengan segala pernak-pernik rumah tangga. Kehidupan modern kemudian menjadikan cerai bagai membalik telapak tangan. Usai cerai lantas menikah kembali dengan wanita lain. Cerai lagi. Menikah lagi. Cerai lagi dan menikah lagi. Begitukah contoh teladan yang baik?
“Dan apabila kalian takut tidak bisa berbuat adil kepada anak-anak perempuan yang yatim (untuk kalian jadikan istri), maka nikahilah perempuan-perempuan (lain) yang kalian senangi, dua atau tiga atau empat. Bila kalian takut tidak bisa berbuat adil, maka nikahilah satu perempuan saja atau budak-budak kalian. Yang demikian itu lebih membuat kalian tidak berbuat zhalim.” (Q.S. An-Nisa’: 3) 
Ayat di atas lebih menjurus kepada poligami. Allah menyerukan untuk berlaku adil kepada wanita yang akan kita nikahi. Adil dalam segala hal, mental dan material. Sabar dan kejujuran dalam sebuah pernikahan sangat diperlukan dibandingkan mempertahankan sifat egoitis lalu bercerai atau menikah lagi namun mengabaikan istri pertama, kedua, dan ketiga.
“Perbuatan halal yang paling dibenci Allah adalah cerai!” (H.R. Abu Daud, Baihaqi dan Ibnu Majah) 
Hadis ini memang termasuk ke dalam kategori “lemah” tetapi sebuah hadis muncul tidak serta-merta datang dari ucapan semata. Allah membenci cerai karena ada sebab akibat; suami istri telah bergumul, telah memiliki anak, status sosial, harta bersama yang tidak semua orang mau membagikannya dengan sesuai hak, pertikaian antara mantan suami dan istri, permusuhan antara kedua keluarga. Semuanya menjurus kepada perkara tidak baik baik dalam segi agama maupun sosial. Seorang ustad yang poligami dan bercerai, dakwahnya nggak mudah diterima kembali oleh masyarakat. Contohnya, buat apa didengar dia cerai juga kok! Seorang ustad poligami dan bercerai, status sosialnya akan jauh berbeda. Contohnya, dia itu ustad tukang cerai!
“Mereka belajar dari keduanya sihir yang bisa memisahkan antara seseorang dari istrinya.” (Q. S. Al-Baqarah: 102) 
Sebagian ulama menafsirkan bahwa perceraian adalah bisikan syaitan. Godaan untuk menuruti hawa hapsu karena ingin menikah kembali tanpa izin istri atau karena alasan-alasan lain, tidak nyaman dan lain-lain. Padahal rasa nyaman atau tidak itu justru perlu dibangun. Suka tidak suka harus saling melengkapi, nama juga pernikahan, beda watak, beda kemauan. Ustad yang menceraikan istrinya karena berbagai alasan adalah bagian dari mereka yang nggak kebal dari bisikan syaitan. Mereka yang kebal bisikan syaitan bisa datang dari golongan yang dianggap paling rendah, biarpun masih kencing berlari tetap saja masih dipuji Allah karena tidak melanggar aturan perbuatan halal yang menjadi “haram” walaupun hukumannya tidak ada yang tahu sebelum masanya tiba di hari akhir.
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia telah menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tentram padanya, dan dijadikannya di antara kamu rasa kasih dan sayang.” (Q.S. Ar-Rum: 21)
Istri. Rumah tangga. Anak-anak. Tidak diberikan Allah dengan mudah. Butuh “mahar” yang cukup mahal untuk meluruskan ini menjadi ridha-Nya.  Kepercayaan Allah mudah saja dikhianati ketika rumput di rumah tetangga tampak lebih hijau. Namun kepercayaan Allah tidak lantas mudah didapat kembali jika rumput tersebut telah layu.

Dua kasus di atas. Apa contoh yang bisa diambil oleh masyarakat kita? Memang tidak ada larangan yang mutlak namun ini akan menjadi kebiasaan. Ustad mencontoh. Masyarakat menerima contoh. Ustad berbicara sesuai dalil-dalil yang diyakininya benar. Masyarakat berbicara sesuai logika yang ada di lingkungan sosial.

“Ustad juga cerai, kok!”

“Ustad juga poligami!”

Dan lain-lain. Hukum agama, pertanggung-jawabkan kepada Allah. Hukum alam. Siapa yang berani menyanggah? 
Baca Juga
Kisah Wanita Diperkosa dan Hamil Seorang Diri

13 komentar:

  1. Mereka juga manusia seperti kita pasti pernah khilaf fan salah. Mungkin pandangan kebanyakan orang saja, tapi yah seharusnya ustad itu bisa jadi tolok ukur kita, hmm

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar Mbak Rinrin. Semua kembali pada pribadi masing-masing. Hanya kita yg pintar memposisikan diri.

      Delete
  2. Sudah punya 5 anak ya.. Sungguh sangat disesalkan, tapi kita tidak benar2 tahu yg sebenarnya terjadi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masih kecil lagi mbak Hana. Bingung saya mau tulis apa soal ini :(

      Delete
  3. Wallahu a’lam bish-shawabi, hanya Allah yang mengetahui kebenaran atas semuanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul. Cuma ya itu tadi kasihan anak-anak, masa depan masih panjang.

      Delete
  4. Beberapa pertanyaan yg menarik utk diajukan
    1. Karena apa perceraiannya?
    2. Bagaimana track record ustadz itu selama ini? Apakah cenderung ke posisinya sebgai dai atau sebagai 'seleb'?
    3. Apakah betul Aa Gym kehilangan posisinya sebagai pedakwah? Sebagai seleb sih iya hehehe, itu pun berkurang bukan hilang. Krn sampai saat ini meskipun tdk dinaikkan media, beliau tetap sibuk dgn berbagai ceramah, dan kegiatan dakwahnya, bahkan kedua istrinya sekarang sama aktif dan saling menguatkan, dan bergantian mendampingi di berbagai kegiatan Aa Gym.

    Menarik utk dikaji dari berbagai sisi, Ubai.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pertanyaan bang Sayed sejatinya harus dijawab oleh ustad yang bersangkutan. Saya tidak mengatakan Aa Gym kehilangan posisi sebagai pendakwah. Aa Gym kehilangan kepercayaan dari masyarakat. Sebab akibat akan berlaku, ini kembali ke ridha Allah. Benar Aa Gym masih baik kepada istri pertama dan tdak tahu bagaimna hukum Allah kepadanya. Hukum sosial bagaimana? Hubungan ini bkn dengn mereka yang paham agama semata namun dengan semua orang yang menjadi sasaran dakwahnya.

      Delete
  5. Pertanyaan selanjutnya, hadist yang bang Ubai kemukakan diatas - terkait cerai halal namun marah Allah- katanya lemah. Boleh disertakan sumbernya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dalam tanda kutip karena tidak yakin dengan sumber yang didapat.

      Delete
  6. untuk itu janganlah penampilan semata yg dijadikan tolok ukur...kata kuncinya:sayangilah keluarga dengan sepenuh hati...yang pertama pasti yang terbaik asal dilandasi dengan cinta yang tulus.Is The Best My Love.

    ReplyDelete
  7. Moga aja sepi job,gk muncul2 lg d tv,udh muak liat ustad kek gtu,mending ke laut aja,,

    ReplyDelete
  8. Moga aja sepi job,gk muncul2 lg d tv,udh muak liat ustad kek gtu,mending ke laut aja,,

    ReplyDelete

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90