Top Ad 728x90

Thursday, June 2, 2016

, , ,

Liliana Hary Tanoesoedibjo Wanita Kontroversi dan Berprestasi

Liliana Hary Tanoesoedibjo Wanita Kontroversi dan Berprestasi, Liliana Hary Tanoesoedibjo, Liliana Hary Tanoesoedibjo pengusaha wanita sukses, Liliana Hary Tanoesoedibjo pengusaha cantik, Liliana Hary Tanoesoedibjo pengusaha wanita Indonesia,


Liliana Hary Tanoesoedibjo Wanita Kontroversi dan Berprestasi
Liliana Hary Tanoesoedibyo wanita berprestasi - okezone.com

Ngapain ngurus wanita ini? Jika kamu tinggal di Aceh setidaknya akan mengeluarkan pendapat demikian. Tak bisa dipungkiri bahwa wanita ini kerap bersuara lantang saat wakil Aceh, entah dari mana rimbanya muncul di pemilihan putri cantik di televisi milik suaminya.

Liliana Tanaja atau lebih dikenal dengan Liliana Hary Tanoesoedibjo istri dari pengusaha kaya pemilik MNC Grup, Hary Tanoesoedibjo. Tiap tahun wanita ini melukai masyarakat Aceh dengan mengikutkan seorang wanita muda dalam perayaan Miss Indonesia. Salah satu kontes pemilihan gadis “sampul” yang digagasnya yang kemudian akan berlaga kembali di Miss Universe. Saya termasuk mereka yang menyudutkan wanita ini selama perhelatan acara tersebut. Repot memang mengurusi apa yang tidak semestinya karena bersuara lantang sekalipun nggak akan didengar.

Liliana seorang wanita besi dengan segenap kontroversi, khususnya untuk masyarakat Aceh. Kontroversi yang muncul adalah dengan menyudutkan masyarakat Aceh yang enggan menerima pemilihan gadis cantik itu. Liliana bersuara lantang bahwa siapa saja boleh mewakili daerah asal ada “darah” di dalamnya. Nggak peduli mau dia menganut paham yang berlaku di daerah asal, mau dia paham betul adat-istiadat, mau bisa berbahasa daerah, mau hapal kuliner terenak di daerahnya, mau tahu jalan ke tempat wisata di daerahnya, nggak peduli asalkan nyentil sedikit sudah bolehlah ikut ajang penghargaan tingkat nasional tersebut.

Mulut Liliana sangat pedas sekali. Ia cuek. Ia mengeluarkan sepatah dua patah kata namun cukup menyakitkan. Liliana tidak mau acara besar di televisi swasta pertama Indonesia itu ternodai dengan argumentasi yang menjatuhkan peserta. Hal ini ditandai dengan tidak mengeluarkan peserta yang dicekal oleh daerah asal. Aceh selalu mewanti-wanti untuk tidak memasukkan siapa pun yang nggak paham kedaerahan, nggak tahu asal-usul Aceh dengan benar, tepatnya tidak keacehan sama sekali. Namun lagi-lagi Liliana berada di atas awan. Melayang begitu tinggi dengan mengesampingkan sandi-sandi kebenaran dari masyarakat.

Semula saya pikir Liliana adalah sosok manja. Bermain aman di bawah ketiak suaminya yang sudah tentu tidak diragukan lagi. Namun semakin hari saya kok heran dengan aktivitas wanita ini. Saya ngulik apa yang ada dibalik seorang wanita dingin ini. Terkejut iya, karena saya pikir Liliana seorang wanita yang tak jauh beda dengan istri pejabat dan orang kaya lain. Duduk manis manja di rumah, sesekali tebar pesona di media, pamer harta benda mahal, cuap-cuap ala selebriti, ke luar negeri cuma numpang foto dan segala tindakan “pameran” lain dari istri mereka yang mau saja.

Salah sangka jadi buruk rupa akhirnya. Untuk saya. Bukan untuk Liliana karena wanita ini terlahir sebagai orang hebat dalam kaidah sebenarnya. Wanita asal Surabaya ini merupakan lulusan Carleton University dan Ottawa University dengan keahlian fashion dan kecantikan. Walaupun saya nggak begitu mengenal kedua universitas ini tetapi tetap mentereng untuk anak kampung yang nggak paham kuliah luar negeri. Lulusan dua kampus luar negeri tampaknya cukup berimbas kepada wanita yang jarang tersenyum ini.

Mungkin saya yang kepo mengenai istri-istri pejabat. Mungkin juga benar para istri pejabat itu goyang-goyang kaki saja di rumah. Merasa sangat cukup dengan apa yang diberikan suami. Merasa aman dengan harta benda dari suami sehingga nggak perlu bekerja keras untuk meluruskan niatnya, membeli tas-tas mahal misalnya.

Satu sisi Liliana gampang sekali masuk ke perusahaan suaminya. Namun ada sisi lain yang saya rasa nggak semua orang mau melakukannya. Wanita lain mungkin memilih bersantai dan melepaskan segala rutinitas kantor kepada mereka yang berwenang. Ibu lima anak ini terjun bebas membantu suami. Tak tanggung-tanggung, Liliana menjabat tak satu jabatan saja. Jika memang ia ingin pamer ke orang-orang bahwa dirinya ada, ia cukup jadi penasehat Miss Indonesia yang cukup dikenal orang. Liliana menyimpan banyak aktivitas yang nggak mudah dikerjakan sekali sentuh. Selain komisaris RCTI, Liliana juga komisaris PT. Global Land Development, PT. Star Media Nusantara dan PT. UGB. Tak berhenti menjadi komisaris yang kerjanya “main-main” saja, Liliana terjun ke dunia penerbitan dengan menjadi chairwoman majalah HighEnd dan HighEnd Teen, Pimpinan Umum Tabloid Genie, Mom & Kiddie, Just For Kids. Di yayasan amal ia menjadi Ketua Pengurus Jalinan Kasih RCTI dan Ketua Umum Yayasan Pendidikan Bagi Bangsa. Belum lagi ia harus mengurus dunia hiburan dengan menjabat Direktur Utama PT. MNC Picture, Direktur PT. Global Star Harvest dan Direktur PT. Media Persahabatan Nusantara.

Bisa dibayangkan bagaimana mengap-mengapnya Liliana menjalani aktivitas sehari-hari. Untuk sebagian orang mungkin Liliana dianggap santai karena membantu suami, mengingat semua aktivitas tersebut menyangkut dengan perusahaan milik suaminya. Namun bagi saya, menjalani aktivitas yang segudang tersebut mesti tarik napas cukup panjang. Sasaran empuk ke media yang dipegangnya sama saja menyerang Liliana secara langsung. Prestasi Liliana melebihi dari prestasi para pria yang selalu bersuara lebih lantang. Jika dibandingkan dengan ibu-ibu pejabat, sewot sana-sini, goyang lidah di mana-mana, salaman penuh senyum terpaksa, lebih baik Lilianan yang jarang tersenyum namun membubuhkan tanda tangan di banyak tempat.

Liliana salah satu wanita yang tanpa lelah mencari sesuap nasi. Pengusaha telah melekat padanya. Media telah digenggamnya dengan erat. Kegiatan amal juga dilakoninya. Bagian mana yang tersisa? Terkadang, kita terlalu mengumbar “ayo membantu si ini” atau “jangan lupa sedekah ya” tetapi penerapannya sama sekali tidak ada. Sosok seperti ini hadir di tengah-tengah kita yang kerap mencari kambing hitam suatu permasalahan. Bagi saya nggak masalah Liliana membantu Hary Tanoe untuk membesarkan perusahaan milik mereka. Inspirasinya malah lebih dapat dari Liliana yang mungkin hanya tertidur sebentar saja dalam sehari semalam.

Liliana memang beda kelas dengan Syahrini soal jambul penuh kejutan. Liliana hanya wanita di belakang layar yang sedikit di miliki oleh negeri ini. Tinggal kita mau berasumsi ke arah mana. 
Baca Juga
Hebatnya Wali Kota Banda Aceh Main Film Saat Bioskop Haram di Aceh

10 komentar:

  1. tulisane wagu om. Bu lili emang wanita keren, justru sedikit bicara, banyak action-nya untuk membantu sesama

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar Mas Abdi, semakin ke sini semakin terasa ya.

      Delete
  2. Terlepas bagaimana sikapnya yang tidak menguntungkan untuk Aceh itu, semangat dan jiwa wirausahanya memang patut diacungi jempol. Sepertinya cuma Lili selaku istri pengusaha besar di Indo yang kiprahnya bisa dilihat langsung oleh masyarakat, khususnya 'berkat' program Miss Indonesia itu, semakin banyak pro kontra semakin terangkatlah popularitas seseorang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar. Nggak mudah lho seorang wanita menjalani aktivitas sebanyak itu.

      Delete
  3. Aku baru tahu kalo Liliana yang menggagas event besar itu. Tapi menurutku ga semua ibu pejabat itu cuma ongkang2 kaki, karena aku kenal ibu pejabat juga yang harus bantuin suaminya mengurus segala macem urusan kedinasan, dan itu ga gampang. Pindah dari satu kota ke kota lain udah kayak makanan sehari2. Jadi hebring aja ngeliatnya kok masih sehat2 aja ya padahal pergi terus tiap hari. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak Ila, sumbernya begitu.
      Benar nggak semua ibu-ibu pejabat demikian, tetapi ada kenyataan yang mengatakan demikian.

      Delete
  4. Saya sebenarnya masih bingung juga tulisan/artikel ini arahnya mau kemana. Tapi kok rasanya terlalu lebay kalo bilang Bu Liliana ini mencari popularitas lewat 'kontroversi'. Soal pencatutan nama Aceh oleh peserta ajang miss Indonesia kan tidak hanya di ajang tsb saja yg kejadiannya begitu, di ajang-ajang pencarian bakat lainnya juga menerapkan sistem yg sama. Jadi sebenarnya tidak ada kontroversi. Kalau ibu Liliana cari popularitas, sekalian aja jadi artis wong tv nya banyak. Nyata nya kan nggak. Malah tetap di balik layar, stays humble dan tetap juga melakukan kegiatan-kegiatan sosial

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Alien, sudah saya tulis kok di bagian akhir ibu ini penuh prestasi :)

      Delete
  5. Behind a great man, there is a great woman bg :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul. Terlepas dr sikapnya yang gk disukai sebagian orng.

      Delete

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90