Top Ad 728x90

Thursday, July 21, 2016

,

Mandiri Mana Antar Anak Sekolah atau Berangkat Sendiri?

Mandiri Mana Antar Anak Sekolah atau Berangkat Sendiri?, Antar Anak ke Sekolah, Anak Berangkat Sendiri lebih mandiri, Anak Berangkat sekolah sendiri, anak belajar mandiri,

Mandiri Mana Antar Anak Sekolah atau Berangkat Sendiri
Antar anak ke sekolah - kpud-pamekasankab.go.id

Gerakan Antar Anak ke Sekolah yang digagas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan sejatinya “hanya” program mulus sang menteri dalam rangka meninabobokan anak-anak usia sekolah. Surat Edaran nomor 4 tahun 2016 menerangkan bahwa orang tua wajib mengantar anak pada hari pertama sekolah.

“Hari pertama sekolah juga menjadi kesempatan mendorong interaksi antara orang tua dengan guru di sekolah untuk menjalin komitmen bersama dalam mengawal pendidikan anak selama setahun ke depan. Kampanye ini juga bertujuan meningkatkan kepedulian dan keterlibatan publik dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah.” – Anies Baswedan dikutip di laman detik.com –   
Anak-anak usia sekolah saat ini sedang berada di awan manja tingkat tinggi. Semua diperhatikan dan benar-benar mulus dalam berjalan selama pendidikan tersebut berada di ranah sekolah negeri. Biaya pendidikan yang gratis, perlengkapan sekolah yang lengkap dan guru-guru yang profesional membuat anak-anak di sekolah negeri mendapatkan tempat khusus. Belum lagi jika berbicara tentang hukuman berat untuk guru apabila menyentuh siswa dalam bentuk fisik.

Sebenarnya, gerakan mengantar anak ke sekolah telah terjadi sejak waktu yang lama. Saya ingat hari pertama sekolah di antar oleh Ibu untuk mendaftar semua kebutuhan tingkat dasar. Memasuki tingkat menengah pertama dan menengah atas, saya malah mendaftar sendiri mulai dari pendaftaran, ikut tes, sampai sekolah di hari pertama. Kemudian berlanjut ke universitas yang semua dilakukan sendiri-sendiri dan bersama teman-teman. Ke mana-mana harus dilakukan dengan mandiri tanpa dibantu oleh orang tua. Lari ke sana-kemari untuk menyerap informasi akurat saya lakukan bersama.

Sifat manja yang telah berlaku di dunia pendidikan membuat anak-anak harus disuapi dari lahir sampai mati. Sekarang wajar melihat anak-anak sampai di daftar masuk perguruan tinggi didampingi orang tua. Wajar juga melihat anak-anak menangis meraung-raung karena nggak lulus Kedokteran Universitas Indonesia. Jarang kita lihat anak-anak ngambek karena nggak lulus di Teknik Sipil Universitas Gajah Mada.

Saya dan teman-teman waktu itu, nggak lulus di Universitas Syiah Kuala saja biasa saja. Karena tidak lulus itu pula kami mencari perguruan tinggi lain yang lebih rendah grade dan mudah untuk lulus. Anak-anak sekarang sangat mudah terpangku kepada orang tua karena semua di antar dan disuapi. Jika jalur reguler tidak masuk mudah saja mereka membayar biaya masuk ratusan juta untuk dapat kuliah di kedokteran.

Kembali ke poin penting judul artikel ini. Mana yang lebih mandiri antar anak ke sekolah atau berangkat sendiri? Keduanya punya keunggulan dan kekurangan masing-masing.

Antar Anak ke Sekolah
Anak di antar ke sekolah memiliki nilai tambah karena orang tua dapat mengontrol langsung. Anak-anak yang masih belum berani akan memiliki rasa percaya diri lebih besar karena orang tua masih menemani. Anak-anak yang belum terbiasa dengan suasana sekolah dan belajar di sekolah akan mendapatkan tempat khusus karena masih dalam jangkauan orang tua.

Banyak hal yang anak-anak pelajari selama orang tua mengantar mereka. Anak-anak yang belum terbiasa dengan isi ransel bisa mendapatkan perhatian khusus untuk ini. Anak-anak yang masih takut berinteraksi dengan teman-teman dan guru baru tidak langsung menangis dan ingin pulang karena orang tua masih berada di sekolah.

Antar anak ke sekolah di satu sisi memang menimbulkan keakraban antara anak, temannya, guru dan orang tua. Namun anak antar ke sekolah pada tingkat dasar masih bisa diterima dengan baik karena anak-anak memang membutuhkan pendamping. Antar anak ke sekolah pada tingkat menengah pertama dan atas justru menjadi sebuah bumerang bagi anak-anak. Tidak semua anak nyaman di antar orang tua. Tidak semua anak mau di antar orang tua. Karena anak-anak pada masa ini telah terbiasa dengan kalimat mandiri.

“Aku bisa sendiri!”

“Aku mau mengerjakan sendiri!”

Orang tua yang ingin anak-anaknya berada di garis terbaik adakala harus menerima dan melihat dari berbagai sisi. Kacamata yang dibutuhkan bahwa anak-anak ingin dilepas dan mandiri dengan hal ini. Orang tua yang tidak bisa mengontrol, anak kemudian jadi manja, semua perkataan guru dimasukkan ke hati, sifat sensitif merajalela sampai pada akhirnya sedikit saja guru menegur anak yang demikian akan melapor. Padahal, dari 24 sampai 30 siswa dalam kelasnya hanya dia seorang yang lapor-melapor ke orang tua sedangkan sisa yang lain malah nggak peduli dan lupa tentang teguran guru.

Laporan anak ke orang tua memang perkara kecil. Namun jangan salah, tiap hari anak melapor jika dibuat laporan akan menumpuk. Orang tua yang terbawa arus akan mengikuti setiap laporan anak dan di mata anak semua guru tidak pernah benar. Padahal di dalam kelas bukan hanya dia seorang namun masih ada 23 atau 29 anak lain yang belum tentu penuh laporan.

Antar anak ke sekolah bagi saya pribadi lebih banyak efek manja daripada menumbuhkan kemandirian.
Anak Berangkat Sendiri
Anak-anak bebas melakukan apa saja. Kontrol orang tua penting namun tidak selalu menyalahkan. Orang tua benar namun tidak selalu tidak membenarkan pergaulan anak-anak mereka. Anak nggak boleh ini dan nggak boleh itu membuat sesuatu yang lama terpendam akan meledak. Lama-kelamaan anak akan memberontak dan menerima stimulus dari golongan lain yang belum tentu baik untuk mereka.

Anak yang di antar tiap hari ke sekolah berbeda dengan anak yang selalu berangkat sendiri. Anak yang di antar ke sekolah cenderung lemah dalam melakukan banyak hal walaupun berprestasi dalam pelajaran. Anak yang demikian nggak boleh ini dan nggak boleh itu. Dalam pikirannya telah terpola bahwa orang tua tidak membenarkan apa yang seharusnya dikerjakan pada masa-masa sekolah. Dia nggak boleh jajan sembarangan takut sakit, padahal anak-anak yang loncat sana-sini nggak pernah sakit walaupun jajan di pinggir jalan. Dia nggak boleh main voli nanti berkeringat, anak-anak yang main voli tidak semuanya bau keringat.

Anak yang berangkat sendiri ke sekolah justru lebih mandiri melakukan banyak hal. Karena apa? Anak-anak ini tidak menunggu. Anak-anak ini tidak terbiasa menunggu yang belum pasti, tidak bergantung kepada orang lain. Hal-hal kecil sudah dilakukan oleh dirinya sendiri maka akan mudah pula baginya untuk melakukan hal-hal besar. Anak-anak yang terbiasa mandiri kemudian tidak menyusahkan orang lain apabila terjadi sesuatu. Anak-anak yang begini tidak mudah merengek cuma karena pensil hilang di dalam tas.

Sifat mandiri seorang anak sangat ditentukan sejak usia sekolah. Jika semua dibatasi maka akan menjadi kebiasaan sampai akhir. Nggak boleh ini dan nggak boleh itu akan dipikirkannya sampai tak batas waktu. Jika demikian terus terjadi, urusan pakaian dalam saja tak bisa ia cuci sendiri.

Sekarang, tinggal kita memilih antar anak ke sekolah atau berangkat sendiri. Mana yang lebih mandiri itulah yang terbaik sebagai pilihan. 

2 komentar:

  1. Masa2 itu sudah lama lewat, Bai. Jamanku dulu, hanya saat masuk SD yang diantar ibu, ditungguin sampe seminggu karena aku anaknya cengeng pake banget dan ga mau sekolah. Hehe. Setelah itu, bersama teman2 malah ga mau diantar lagi, kami berangkat sendiri dengan berjalan kaki.

    Masanya Intan TK dan SD, dianterin juga semingguan, setelah itu, naik mobil antar jemput dr sekolah.

    Menurutku sih, jika memang pd level TK dan SD, wajar banget anak2 di antar orang tuanya me sekolah, tapi pada level SMP apalagi SMA dan selanjutnya, beri kepercayaan untuk anak2 agar mandiri.

    *IMHO

    ReplyDelete
  2. Kalau di TKnya Rani justru murid yang diantar sampai ke depan kelas gitu biasanya jadi rewel. Hihihihi..
    Sebaliknya, yang diantar sampai gerbang kemudian langsung disambut gurunya lebih ceria selama di sekolah :))

    Mungkin mereka pada baperan ya kalau diantarnya sampai kelas. Langsung berasa gak mau ditinggal gitu sama ortunya.

    ReplyDelete

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90