Top Ad 728x90

Friday, July 8, 2016

,

Murid Berprestasi Tidak Dicubit Guru

Murid Berprestasi Tidak Dicubit Guru, Guru Cubit Siswa, Siswa Penjara Guru, Orang Tua Penjara Guru,

Murid Berprestasi Tidak Dicubit Guru
Murid Jenius disayang guru 
“Ibu ini begini,”

“Bapak itu begitu,”

Murid berhak memberikan titel tambahan kepada guru. Murid berprestasi sekalipun akan menaruh titel tersebut ke pundak guru mereka. Murid yang bandel akan melekatkan titel lebih panjang daripada murid yang biasa-biasa saja. Murid yang masuk ke dalam golongan ini karena di mata mereka guru adalah tukang cubit, tukang pukul, tukang gunduli rambut dan sebagainya. Murid yang masuk ke dalam golongan ini terus-menerus mencari kejelekan guru untuk dipamerkan ke orang-orang bahwa, “Tak ada guru yang baik di sekolahnya!”

Siapa pula yang baik?

Mengapa pula sikapnya tak berubah setelah bersekolah?

Padahal, murid yang berprestasi di sekolah jauh lebih banyak dibandingkan murid bandel. Murid yang menang olimpiade sains, murid yang menang lomba pidato, lomba yang menang cerdas cermat, murid yang menang bola kaki, murid yang menang main voli, murid yang menang berbagai lomba lainnya, berbeda-beda bukan cuma murid-murid itu saja. Bahkan, murid yang berkelakuan nyinyir seringkali tak dipakai dalam ajang bergengsi, termasuk olahraga sepak bola yang identik dengan murid-murid laki-laki macho, bahkan pertandingan antarkelas setelah ujian semester usai. Murid yang demikian terus mencari kambing hitam bahwa guru tak memihak kepadanya, guru tak mau melirik dirinya, guru mengabaikan adanya, guru tak memilih mereka!

Bagaimana harus memilih?
Jika saat tes kemampuan, murid bandel ini berdalih sakit pinggang, sakit gigi, sakit lengan dan alasan-alasan lain sehingga tak bisa ikut tes. Murid-murid yang baik-baik, murid yang penurut, tes olimpiade ia ikut, tes sepakbola ia ikut, akhirnya terpilih keduanya, urusan menang nggak itu tak jadi soal asalkan mewakili sekolah dan disayangi guru. Guru tidak serta merta mengotori tangannya dengan bertindak gegabah. Murid dengan prestasi yang membanggakan tentu mendapat tempat yang lebih tinggi daripada murid yang suka nyelutuk dari bangku belakang. Murid berprestasi cukup banyak di sekolah dibandingkan murid yang ngeyel begitu guru menyuruh menyapu kelas padahal jatah piketnya pada hari itu. Rata-rata kelas saat ini diisi oleh 24 sampai 30 murid. Kelompok demi kelompok terbangun. Kelompok garda depan adalah mereka yang jenius – dalam artian juara kelas dan sering ikut lomba kelas berat seperti olimpiade maupun cerdas cermat sains. Kelompok kedua mereka yang kemampuan berbicara lebih baik yang sering ikut lomba debat maupun pidato. Kelompok ketiga mereka yang suka seni dan terlibat dalam rebana maupun tari. Kelompok keempat mereka yang berbadan tegap namun nggak banyak bicara dan biasanya ikut pramuka dan paskibraka. Kelompok kelima mereka yang suka olahraga. Kelompok keenam mereka yang sering tidur di kelas, yang suka nyelutuk tak berbentuk, yang disuruh ini itu tak pernah mau, mereka yang tukang protes, yang salahin guru dari A sampai Z, yang menjarah jatah teman untuk mengenyangkan perut mereka dan mereka yang rawan kena pukulan, kena cubit dan gunduli rambut. Giliran dicubit, nangis. Giliran digunduli rambut, protes. Giliran dipukul, lapor orang tua.

Prestasinya apa?

Murid-murid berprestari terus membanggakan guru mereka dan tak pernah pula menjelek-jelekkan gurunya. Murid berprestasi dekat dengan guru karena ribuan pertanyaan. Guru yang di sisi murid bandel tak bermanfaat, justru begitu dipuja oleh murid berprestasi karena banyak hal. Guru yang dibenci oleh murid yang telah dicubit, akan dibela mati-matian oleh murid berprestasi karena murid bandel itu memang layak dicubit.

Murid berprestasi biasanya adalah tukang lapor, objek kejahilan murid bandel yang berambut gondrong. Murid bandel mengejar-ngejar perempuan untuk dipeluk di dalam kelas, murid berprestasi langsung berlarian ke kantor guru untuk melapor. Murid bandel tak pernah menyelesaikan tugas, buku-buku murid berprestasi direbutnya lalu dipamerkan ke depan guru.

Guru tetaplah punya indera ketujuh untuk menerawang. Murid bandel yang protes karena telah mengerjakan tugas dengan baik, menyimpan jutaan alasan saat guru memintanya menyelesaikan tugas tersebut di depan kelas. Guru mengganti tugas dengan yang lain, murid bandel tiduran di bangku belakang dengan kaki di atas meja bagai sedang menikmati angin sepoi-sepoi bibir pantai.

Murid berprestasi tak pernah dicubit guru. Murid berprestasi tidak pernah dipukul. Murid berprestasi tak pernah digunduli. Karena mereka patuh. Mereka ingin menjadi orang-orang baik di masa mendatang. Mereka belajar dengan tekun bukan bermain-main dengan hukum dan hak asasi manusia sehingga guru layak lapor dan dipenjara. Murid berprestasi menghargai guru lebih besar dari dirinya sendiri. Murid berprestasi akan menangis saat guru tak masuk kelas.

Murid bandel apa kabar? 

3 komentar:

  1. Kalau aku dulu murid yang culun abis Bang, dan gak pernah bikin ulah. Karena culun, saya jadi sering di bully, tapi begitu saya dewasa, saya ingin membalas mereka (teman teman saya yang suka ngebully) dengan karya, agar mereka mempermalukan dirinya sendiri dengan me-lakban mulutnya sendiri di hadapanku dan berkata "aku malu sama kamu"

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekarang anak-anak sudah manja, akhirnya ya begitulah.

      Delete
  2. "Padahal, murid yang berprestasi di sekolah jauh lebih banyak dibandingkan murid bandel."

    yakin? emang situ sudah menghitung SELURUH murid sekolah di Indonesia dan membandingkannya? Jika tidak, statment bullshit.

    "Murid berprestasi akan menangis saat guru tak masuk kelas."

    Saya yakin ini adalah murid berprestasi di tingkat Taman Kanak-Kanak.

    Saya aneh baca artikel ini, penulis tampaknya sedang ingin merengek-rengek terhadap kesusahannya. Kalau memang ada murid bandel solusinya apa? ketimbang merengek murid bandel itu blablabla... murid berprestasi itu blablabla... Bagaimana dengan murid yang tidak bandel tapi juga tidak berprestasi? masihkah dapat rasa hormat dari anda? ini adalah artikel tidak berguna tanpa solusi.

    ReplyDelete

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90