Top Ad 728x90

Monday, August 15, 2016

,

Pembangunan Infrastruktur Indonesia Sentris yang Terganjal Waktu

Pembangunan Infrastruktur Indonesia Sentris yang Terganjal Waktu, Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggalakkan gerakan Pembangunan Infrastruktur Indonesia Sentris, gerakan Pembangunan Infrastruktur Indonesia Sentris,

Pembangunan Infrastruktur Indonesia Sentris
Pembangunan Infrastruktur Indonesia Sentris - Photo by Bai Ruindra
“Kita kok nggak ada jembatan seperti itu?” tanya sepupu saya yang masih berusia tujuh tahun saat menonton film The Amazing Spider-Man. Film manusia laba-laba ini mengambil lokasi syuting di atas jembatan Brooklyn. Saat itu sang pahlawan datang membantu masyarakat yang tertahan di atas jembatan akibat ulah manusia kadal yang jahat. Brooklyn Bridge merupakan sebuah jembatan penghubung antara Manhattan dengan New York di atas Sungai East. Jembatan terpanjang di dunia ini merupakan salah satu jembatan favorit untuk lokasi syuting film superhero.

Saya yang kebingungan menjawab dengan spontan, “Negara kita miskin!” Jawaban yang kemudian saya sesali karena menimbulkan pertanyaan lain yang lebih kritis.

“Kenapa kita miskin? Kenapa kita nggak bisa bangun jembatan itu?” saya kehilangan jawaban yang tepat. Dia memaksa untuk mendapatkan jawaban yang mudah dicerna pada usianya. Definisi orang dewasa tentu sangat kebal dipahaminya dengan baik. Mau tidak mau saya harus mendapatkan jawaban dengan segera.


“Nanti sore, kita akan lihat jembatan seperti itu,” kata saya kemudian.

“Katanya nggak ada,”

“Ada,”
Baca Juga Aku Mencintaimu, Demikian dan Terima Kasih
Sorenya, menjelang berbuka, saya boyong sepupu yang puasa setengah hari pun belum mau untuk melihat salah satu jembatan terbaik di daerah kami. Jembatan Kuala Bubon terletak di desa Kuala Bubon, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat. Jembatan ini memiliki panjang 104,5 meter dengan lebar 10 meter. Jembatan yang dibangun setelah tsunami merupakan jalan lintas Banda Aceh ke wilayah barat selatan. Jembatan ini cukup unik untuk ukuran jembatan di daerah. Pembangunannya yang tak biasa membuat jembatan ini begitu indah untuk mereka yang pertama sekali melihatnya. Namun untuk kami yang sering melintas, jembatan yang hampir mirip dengan jembatan di luar negeri ini terkesan biasa-biasa saja.

Jembatan Kuala Bubon dibangun cukup tinggi dari sungai dan perumahan warga. Jembatan terlalu sempit untuk ukuran lintas kabupaten yang ramai oleh lalu lintas kendaraan bermotor. Jembatan ini juga menjadi tempat wisata bagi masyarakat setempat menjelang magrib karena matahari terbenam cukup indah apabila dilihat dari atas jembatan. Tak ayal, tiap hari jembatan ini dipenuhi oleh muda-mudi yang bersantai di sana.

Sepupu saya yang juga tahu jembatan ini kemudian mengeluarkan pendapat. “Oh, ini kan jembatan yang sering kita lewat!”

Saya terkekeh. Dia kemudian nggak terlalu sibuk untuk bertanya yang belum usai saya jawab. Mungkin juga sudah lupa. Dia kemudian memberikan instruksi ke sini dan ke sana untuk melihat setiap sudut jembatan. Saya menuruti saja.
pembangunan indonesia sentris
Salah satu jembatan di Aceh Barat- Photo by Bai Ruindra
Bisakah Jembatan Kuala Bubon termasuk ke dalam bagian pembangunan infrastruktur Indonesia sentris?

Jembatan ini memang bukanlah terletak di jalan lintas provinsi dengan volume kendaraan cukup besar. Jembatan ini hanya terletak di jalan lintas kabupaten tetapi tetap dilintasi oleh banyak kendaraan dalam 24 jam. Seperti saya memulai pengetahuan sejak dini dengan datang langsung ke tempat, seperti itu pula pembangunan infrastruktur Indonesia sentris di lakukan. Tahap demi tahap yang tidak mudah dilalui akan membuat satu bangunan lebih kokoh daripada meraba-raba di dalam bayangan namun satu bangunan pun tak jadi.

Indonesia cukup banyak membutuhkan pembangunan infrastruktur, mulai dari perkotaan sampai pelosok. Pembangunan ini penting karena hajat hidup masyarakat Indonesia tidak hanya berorientasi di kota saja. Jembatan yang kecil sekalipun akan terkesan mewah apabila manfaatnya cukup banyak dirasa oleh masyarakat. Jembatan Kuala Bubon memang sangat kecil untuk ukuran pembangunan skala besar di kacamata pemerintah. Namun tahukah bahwa manfaat jembatan ini justru sangat besar? Jembatan ini menjadi objek wisata, pangkalan perahu nelayan, tempat berteduh orang-orang memancing, ramah lingkungan karena dibangun cukup tinggi, di sisi lain yang berada di luar badan jalan dijadikan tempat orang berjualan saat bulan puasa karena lalu lintas di atas jembatan begitu ramai.

Bagaimana dengan jembatan lain di tempat yang saya tidak ketahui? Bagaimana dengan infrastruktur yang tak pernah terliput media?

Pembangunan infrastruktur sentris sejatinya tidak hanya melihat manfaat di satu pandangan. Pembangunan yang layak diberikan penghargaan adalah bagian terpenting dan terdekat dengan masyarakat. Mau tidak mau, pembangunan tersebut akan dipakai oleh masyarakat setempat dan menjadi milik mereka, bukan lagi milik negara seutuhnya atau pemegang kuasa atas berdirinya bangunan tersebut. Pembangunan yang telah jadi akan dijaga dengan baik oleh masyarakat setempat sehingga bertahan dalam umur yang panjang.

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggalakkan gerakan Pembangunan Infrastruktur Indonesia Sentris. Gerakan ini memberikan atmosfer yang cukup adem untuk membuat pemandangan Indonesia lebih menarik lagi. Menteri PUPR, Dr. Ir. Mochamad Basoeki Hadimoeljono, M. Sc., menjabarkan bahwa pembangunan Indonesia sentris adalah membangun infrastruktur secara merata di beberapa titik strategis di Indonesia. Pembangunan infrastruktur dalam skala besar antara lain proyek pembangunan Trans Sumatera, Trans Kalimantan, Trans Makassar maupun Trans Papua. Pembangunan skala besar ini diharapkan mampu memperindah tampilan Indonesia yang carut-marut dengan penebangan liar di mana-mana. Membangun infrastruktur dalam skala besar  membutuhkan waktu yang cukup lama. Jembatan Suramadu, misalnya, saat ini telah menjadi bagian terpenting untuk menjembatani kehidupan Indonesia lebih terstruktur.

Apakah pembangunan infrastruktur Indonesia sentris selalu berbicara proyek besar saja? Indonesia dihuni jutaan manusia dan luas wilayah yang membutuhkan pembangunan jangka panjang. Kenikmatan pembangunan yang bagus dan modern jangan hanya menjadi milik masyarakat kelas atas dengan mobil mewah mereka saja. Kemewahan ini selayaknya juga harus dinikmati oleh masyarakat yang jauh di pelosok. Banyak sekali referensi dan berita di media massa maupun share media sosial, anak-anak sekolah menggunakan jembatan jantung rusak dalam mengejar cita-cita mereka. Apakah telah sampai ke sana sketsa pembangunan infrastruktur Indonesia sentris?


Pembangunan dalam skala kecil, seperti kisah saya di atas, juga kisah lain di tempat berbeda, juga pembangunan untuk kemaslahatan umat manusia di Indonesia. Saya enggan membicarakan anak tiri dan anak kandung ketika pembangunan tidak merata. Tetapi, sebagian dari kita merasakan hal serupa. Siapa yang tahu? 

*Republish Kompasiana
Baca Juga Semakin Kamu Terluka dalam Cinta, Semakin Kaku Menerima Cinta yang Lain

0 komentar:

Post a Comment

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90