Top Ad 728x90

Friday, August 26, 2016

, , , ,

Tiga Hal Ini Jangan Kamu Tiru dari Drama Korea

Tiga Hal Ini Jangan Kamu Tiru dari Drama Korea, Drama Korea banyak mengumpat, Drama Korea mabuk-mabukan, Drama Korea ciuman, Kissing drama Korea,

Adegan romantis Jin Goo dan Kim Ji-won dalam Descendants of the Sun
Adegan romantis Jin Goo dan Kim Ji-won dalam Descendants of the Sun - allkpop.com
Drama Korea Selatan memang tengah naik daun. Setelah kekuasaan Big Boss Descendants of the Sun berakhir, kini negeri dongeng kembali hadir dalam sebuah ide gila dalam drama W Two Worlds. Terkadang, saya berpikir apa referensi yang dipakai oleh pegiat seni di Korea sehingga mereka betul-betul memukau penonton. Seorang penulis yang kreatif tak pernah jemu menggali ide menarik sehingga tontonan yang dihadirkan pun memiliki nilai jual tinggi.


Penonton drama Korea telah bergeser. Jika dulu hanya gadis remaja yang menggandrungi Super Junior, TVXQ, bahkan om-om yang tergabung dalam Shinwa, kini telah merasuk ke dalam golongan ibu-ibu rumah tangga, bahkan anak muda pria. Kenapa hal ini dapat terjadi? Karena drama Korea yang memiliki rating tinggi tidak monoton, minim episode dan ide liar membuat drama yang disuguhkan seminggu 2 kali tayang itu begitu menarik. Kesuksesan Descendants of the Sun merupakan salah satu track record para pria menyukai drama negeri ginseng.

Drama Korea yang sedang kamu tonton memang sangat menipu mata, menggoda, romantisme yang tidak ada habisnya, namun ada bagian penting yang sejatinya harus kamu abaikan. Toh, tidak bisa dipungkiri bahwa penikmat drama Korea di Indonesia kebanyakan datang dari gadis-gadis berjilbab.

Ada tiga bagian penting dari drama Korea yang tidak boleh ditiru karena budaya kita yang masih memegang adat ketimuran, tidak sopan dan tidak dibenarkan dari pandangan agama Islam. Remaja putri yang rata-rata seorang muslimah tentu paham betul maksud saya.

Mabuk-mabukan
Soju adalah luak khas Korea yang bebas dijual di mana-mana. Selain soju, bir juga merupakan minuman yang bagaikan air putih bagi masyarakat Korea. Penjamuan makan akan selalu menghidangkan soju atau bir sebagai menu utama. Bahkan, di beberapa drama populer pun secara terang-terangan memamerkan merek bir sebagai sponsor. Song Jong-ki yang sukses sebagai Big Boss Yoo Shi-jin tak luput dari perhatian setelah digandeng brand ternama untuk mengiklankan bir.

Di Korea wajar saja warga mabuk-mabukan. Orang mabuk pun nggak akan diganggu walaupun sedang berkeliaran di jalan raya karena setiap sudut kota aman ini telah terpasang CCTV. Kamera pengintai ini bagaikan sirine bagi polisi yang berjaga, walaupun dalam jarak jauh sekalipun apabila terjadi kejahatan, pihak berwenang akan begitu mudah menangkapnya. Di sisi lain, Korea Selatan sebagai negara maju tidak membuat warganya berubah menjadi seorang pelaku kriminal tingkat dewa.

Cerminan dari dalam drama Korea adalah kebiasaan sehari-hari di dalam lingkungan mereka. Soju dan bir yang dijual bebas untuk anak 17 tahun ke atas menandakan bahwa minuman ini tak haram di sana. Apapun drama yang kamu tonton, pastilah kamu mendapatkan aktivitas mabuk-mabukan ini. Bagi aktor dan artis Korea hal ini biasa-biasa saja. Namun untuk kamu yang menggilai akting mereka, kebiasaan ini tentu tidak baik. Pertama, soju dan bir adalah minuman yang diharamkan dalam Islam. Kedua, soju dan bir akan membuat kamu hilang akal sejenak dan berdampak negatif bagi aktivitas normal. Ketiga, soju dan bir merupakan minuman yang berdampak buruk bagi kesehatan, penelitiannya bisa kamu googling atau baca di referensi lain.

Mengumpat
Seorang anak dapat mengumpat kepada orang tua bahkan orang tua lebih sering mengumpat kepada anak. Park Shin-hye di awal drama Doctors cukup sering membangkang dan mengumpat kepada neneknya. Tidak hanya Shin-hye, namun di drama-drama lain dialog bernada umpatan sering sekali kita temui.

Aktivitas mengumpat sepertinya telah menjadi kebiasaan di sana. Kekesalan dan emosi yang membuncah membuat orang mudah mengeluarkan kata-kata kasar. Contoh ini tentu tidak baik untuk ibu-ibu dan remaja putri yang gemar menunggu sampai larut malam, jika mereka menonton streaming. Ibu-ibu yang terlena dapat mengeluarkan umpatan-umpatan kepada anaknya yang masih kecil. Remaja putri yang kesal karena cerita di drama masih bersambung ke minggu depan, bisa saja geram saat orang tua menyuruh ini dan itu.

Kissing
Akhir cerita cinta di drama Korea adalah ciuman. Akting yang biasanya paling ditunggu-tunggu oleh penonton. Padahal, akting ini sejatinya memberikan dampak yang cukup signifikan kepada remaja putri. Idola mereka yang berakting ciuman, dirinya yang mungkin saja akan berbuat demikian dengan kekasihnya yang belum sah. Remaja putri yang berjilbab tentu paham betul tabiat ini. Etika yang dilanggar tidak mudah untuk dikembalikan.

Terkadang, ada baiknya untuk melakukan skip saat adegan ciuman. Aktor dan artis biasa saja kissing di depan layar karena dianggap profesional dalam berakting. Penonton yang terlena dengan hal demikian tentu saja tidak baik melakukannya. Ibu-ibu yang telah menikah saya kecualikan, remaja putri yang masih menggebu-gebu dalam asmara bisa terkena getahnya.

Drama Korea memiliki sisi baik dan tidak baik. Bagaimana mengantisipasinya kembali ke sisi hati kamu. Tak ada salahnya kok untuk skip saja saat adegan mabuk-mabukan, mengumpat dan kissing. Biasanya, momen ini tidak begitu berandil besar pada adegan selanjutnya atau adegan dari inti cerita.
Baca Juga
Pentingnya Review Perizinan Kelapa Sawit

6 komentar:

  1. Semua film pasti memiliki 2 sisi, sisi yang baik dan sisi yang buruk. seperti hal nya drama korea yang mengahiri adegan romantis dengan berciuman. sebenarnya tidak ada salahnya apabila kita menyukai drama korea akan tetapi kita harus memilih dan memilah mana yang patut dilakukan dan mana yang tidak boleh di lakukan :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar. Walaupun hiburan tetap kita bisa ambil sisi negatif dan positinya :)

      Delete
  2. Kalo kata saya sih intinya bukan di-skip adegannya, tapi anak harus diberikan pemahaman yg benar mengenai seksualitas dan lawan jenis, ini yg menurut saya banyak diabaikan di Indonesia.

    Sesama member WB, kalau ada waktu jangan lupa berkunjung ke blog saya juga ya =)

    ReplyDelete
  3. Saya termasuk suka nonton drakor. Hanya beberapa si, nggak semua. Pilih-pilih, dan nontonnya pun saat anak tidak ada dirumah. Pilih aman dulu, karena belum waktunya juga jelasin he he he

    ReplyDelete
  4. Tambahan ditulis di judul --> untuk muslim :v

    ReplyDelete
  5. "kini telah merasuk ke dalam golongan ibu-ibu rumah tangga, bahkan anak muda pria."

    hahaha... sampai segitunya ingin membuktikan eksistensi drama korea. Saya memang memiliki teman pria yang suka, tapi bisa dihitung jari. Emangnya situ sudah survey? Kecuali kalau situ bisa membuktikan bahwa remaja pria yang suka drana korea jumlahnya lebih banyak dari yang tidak. Jika tidak kalimat diatas adalah statment bullshit khas penggemar.

    ReplyDelete

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90