Top Ad 728x90

Friday, September 16, 2016

, , , ,

Kemenangan Tim 22 ASUS The Incredible Race Dimulai dari Tebak Lagu

Kemenangan Tim 22 ASUS The Incredible Race Dimulai dari Tebak Lagu, ASUS The Incredible Race, ASUS Incredible Race, ASUS Zenvolution, ASUS Zenfone 3, Tebak Lagu, Gadis Bali, Bali, Nusa Dua Bali, Nusa Dua Convention Centre, ASUS The Incredible Race pecahkan rekor MURI,


Juara Asus Incredible Race
Tim 22 Juara ASUS the Incedible Race, Nusa Dua, Bali, 08 September 2016
Nusa Dua, Bali, yang tidak begitu bersahabat pagi itu, 08 September 2016, gerimis tiba-tiba muncul, hujan melebat tak sengaja dan mendung membayang hampir menutupi pandangan. Tertatih saya beserta blogger lain keluar dari Hotel Courtyard by Marriot Bali menuju Inaya Putri Bali. ASUS The Incredible Race Indonesia dimulai dari sana. Jalan setapak yang dilalui untuk sampai ke titik start berembun manja dengan rumput-rumput yang mengeluarkan aura dingin. Sepanjang jalan yang basah, gelak tawa dan langkah cepat menghibur hari menuju kemenangan di senja nanti. Game seru yang dilaksanakan oleh ASUS Indonesia kali ini melibatkan lebih 500 peserta yang terdiri dari blogger, media partner dan dealer.
Hotel Courtyard by Marriot Bali
Hotel Courtyard by Marriot Bali, Nusa Dua, Bali - Photo by Bai Ruindra
Sarapan dulu di Hotel Courtyard by Marriot Bali - Photo by Bai Ruindra
Sepanjang jalan menuju Inaya Putri Bali, saya bertanya-tanya siapa saja yang tergabung dengan Tim 22, sesuai dengan keterangan di tag name yang telah saya kalungkan. Jalan menuju ke tempat kami berkumpul ini menampilkan pemandangan yang menarik; bangunan eksotik, monumen, air mancur, pura, dan orang-orang berjualan di bawah gerimis serta payung kuning seakan-akan di sana akan atau baru saja digelar pesta pernikahan.

Patung dan Pura Nusa Dua Bali
Salah satu yang menarik di sepanjang jalan Nusa Dua, Bali - Photo by Bai Ruindra
petugas kebersihan di nusa dua bali
Petugas kebersihan di Nusa Dua, Bali - Photo by Bai Ruindra
Salah satu pintu masuk hotel yang memiliki ciri khas Bali - Photo by Bai Ruindra
Gaya Eropa menuju Inaya Hotel Bali - Photo by Bai Ruindra
Seorang ibu berjualan di jalan menuju Inaya Hotel Bali - Photo by Bai Ruindra
Jalanan yang sepi - Photo by Bai Ruindra
Setelah melalui lorong yang bercita rasa Eropa, kami sampai ke “pintu” masuk ASUS The Incredible Race. Lautan manusia putih dibaluti oleh mendung di bibir pantai ini. Suara musik menghentakkan telinga. Pengumuman terdengar nyaring, mengabarkan untuk semua peserta mencari kedudukannya masing-masing. Saya celingak-celinguk ke papan nama yang diangkat tinggi-tinggi oleh Pemandu Tim 22, yang kemudian saya tahu namanya Desi. Desi seorang wanita berkerudung yang terlihat sangat antusias sejak perkenalan kami di game ini.
Lautan manusia yang siap bertempur dalam ASUS The Incredible Race - Photo by Bai Ruindra
Mulai pertarungan - Photo by Bai Ruindra
Tim 22 terdiri dari media partner dan blogger. Perkenalan yang singkat, sambil lalu, di bawah gerimis yang tiba-tiba datang lagi, kami berkumpul jadi satu dari Banda Aceh, Bandung dan Bali. Gerak cepat pun dimulai, penentuan ketua tim dan grup WhatsApp dibuat. Khirzan Noeman, seorang pria yang gagah, tampan, lembut di sisi berbeda, mata sipit, berkacamata dan berasal dari Bandung kami tunjuk sebagai ketua. Yudhi Raven kemudian mengemudi sebagai Group Admin di WhatsApp dengan lebel yang cukup keren, Zenfone 3 109 Juta. Grup ini dibentuk untuk memudahkan komunikasi Tim 22. Bisik-bisik di grup mulai terasa seperti perkenalan, saling menyemangati dan optimis menang.

ASUS The Incredible Race mulai terasa auranya begitu melewati pukul 09.00 WITA. Semua peserta tiap tim sudah menentukan ketua dan telah menerima arahan dari panitia. Khirzan memberikan arahan kepada kami dengan cepat dan memburu waktu sambil menscan barcode yang telah diberikan untuk memulai game. Zenfone 3 yang telah diisi baterai dengan penuh dan paket data dari simPATI sebesar 3GB siap menemani keseruan ini. Barcode yang telah discan pada aplikasi QR Droid menunjukkan arah station pertama, ke Novotel Bali Nusa Dua Hotel & Recidences.
Baca Juga
Zenfone 3 dan Cita Rasa Bali dalam Zenvolution
Google MAP pun dibuka. Arah jalan telah ditentukan. Khirzan mengomandoi kapal kami dengan langkah cepat di depan barisan. Tim lain juga berburu waktu di samping kanan, depan dan belakang. Semangat pagi masih terasa. Misteri di station pertama masih tanda tanya. Satpam yang berdiri di entah pintu masuk hotel apa menjadi pelipur sebuah pertanyaan, “Di mana Novotel?”

Arah ditunjuk, langkah semakin cepat. Begitu Novotel Bali Nusa Dua Hotel & Recidences terlihat di depan mata, kami bersorak. Hati kami berlabuh ke sini dan memulai permainan dengan menakjubkan. Karena satu hal yang dimulai dengan mudah, bisa saja langkah ke depan juga terasa ringan. Permainan pertama di station pertama adalah Tebak Lagu, sebuah game yang “ringan” untuk mereka yang datang dari Bandung. Aktivitas teman Bandung sebagai penyair radio menyantap lagu-lagu barat yang diperdengarkan dengan rakus. Yudhi dan Fearly adalah pahlawan kami di babak ini. Tak lebih 10 menit keduanya mampu menebak 20 lagu. Bahkan, beberapa lagu langsung bisa ditebak walaupun baru mendengar intro saja. 1 poin dikonversikan menjadi uang senilai Rp.100.000. Station pertama kami telah mengantongi Rp.2.000.000 dengan landing sempurna.

Khirzan kembali melakukan scan barcode yang telah diberikan oleh station pertama ini. Gerak kami semakin semangat. Tebak-menebak permainan apalagi yang akan kami lalui jadi semakin seru. Station kedua cukup jauh dari Novotel namun kami begitu semangat mencapainya. Semangat itu luntur sejenak begitu tiba di station kedua kami harus mengantre selama 30 menit untuk dapat berkeliling dengan kendaraan yang telah disediakan panitia untuk menguji ketangkasan kamera dan rekaman video Zenfone 3. Pernah berpikir bahwa kapal kami dengan nahkoda yang tegas dan bijaksana ini akan mendayung lebih pelan. Namun tidak demikian, station kedua ini kami lalui dengan hampir sempurna walaupun tidak sampai membawa 20 poin.
Jalanan Nusa Dua, Bali yang romantis - Photo by Bai Ruindra
Istirahat sejenak Tim 22
Selanjutnya, Paninsula Island! Itu hasil scan barcode untuk Tim 22. Desi sebagai pemandu kami sedikit demi sedikit mulai mencair. Semula Desi cukup sukar membuka diri, perlahan mulai mengiyakan. Entah karena panas yang semakin menyentak kepala atau karena lelah begitu saja. Paninsula Island merupakan sebuah tempat wisata di Nusa Dua. Jaraknya cukup jauh dari station kedua bahkan dari Bali Collection, tempat seharusnya kami makan siang. Waktu telah sampai pukul 11.30, tiap station akan tutup pada pukul 12.00 sampai 13.00. Kami mengalami pro dan kontra. Ada yang ingin terus lanjut, ada yang berhenti sejenak. Setelah berdekat panjang lebar, akhirnya kami makan siang terlebih dahulu di salah satu restoran area Bali Colletion dengan voucher Rp.150.000.

Permainan ini terasa telah sangat melelahkan di siang terik. Kami belum menyerah. Desi membisikkan bahwa kami masih unggul dari tim-tim lain. Semangat kembali menyala. Gerak langkah berpacu dengan cepat untuk mencapai Paninsula Island.
panisula island nusa dua bali
Paninsula Island yang menawan - Photo by Bai Ruindra
Wisatawan di Paninsula Island, Nusa Dua, Bali - Photo by Bai Ruindra
Berduaan itu berjuta rasanya - Photo by Bai Ruindra
Istirahat dulu sebelum panjat bambu kering - Photo by Bai Ruindra
Paninsula Island yang menawan di bawah terik matahari membuat lelah terasa sepoi-sepoi. Di setiap sudut pantai ini, orang-orang bercengkrama bersama keluarga mereka. Bule-bule berjemur dan mandi laut seadanya pakaiannya. Tantangan pertama adalah melatih keseimbangan kamera Zenfone 3. Tubuh yang lelah tetap saja tak melawan saat ditatih ke atas bambu kering. 15 menit waktu yang diberikan telah kami lalui dengan poin hampir 20, saya lupa jelasnya berapa. Barcode discan kembali dan kami menuju station berikutnya di dekat ini. Jalan tikus kami tempuh untuk mencapai station yang ternyata sedang istirahat. Di station ini, sedikit memaksa kami meminta panitia untuk segera memberikan tantangan yang kemudian kami tahu untuk menguji fitur HDR Pro dari Zenfone 3. 20 foto diberikan, kami menyebar, namun hanya 16 foto yang kembali kami bawa pulang dengan hasil tangkapan kamera sesuai foto yang diberikan panitia tepat waktu sebelum usai 15 menit.

Ada beberapa pos lagi yang kami lalui, sebagian mencapai poin 20, sebagian tidak. Kisah lucu tentu saat kami ditantang untuk menari Bali. Gerak yang sama sekali belum kami tahu, kecuali peserta dari Bali. Permainan yang tercepat setelah menebak lagu adalah memotret dengan fitur Low Light di Hotel Courtyard by Marriot Bali. Khirzan begitu tangkas membagi tugas kepada semua anggota tim sehingga tak sampai 10 menit, kami telah berhasil memotret 20 objek di dalam gelap dengan sempurna. Tentu yang menjadi kelucuan lain adalah bermain Pokemon GO di Zenfone 3 pada area Bali Collection. Rata-rata dari Tim 22 belum mahir bermain Pokemon GO namun kami berhasil menangkap 50 lebih Pokemon sebelum 15 menit.

Titik finish itu pukul 15.30 WITA. Desi mengabarkan bahwa poin kami telah sampai 144, lebih besar dari tim lain. Namun, Desi juga mengatakan bahwa telah ada tim lain yang finish terlebih dahulu. Cemas mulai muncul. Pengumuman kemenangan baru akan dilakukan di Gala Dinner. Tetapi, medali tanda jadi juara telah kami kalungkan.
Gigit medali biar kayak orang-orang, Tim 22 yang kompak.
Selfie lagi bareng seleb blog
Penat dan kusut telah tak lagi didefinisikan. Bus-bus telah berderet untuk mengantar kami ke hotel untuk persiapan Gala Dinner. Kepala terayun ke kiri dan kanan. Sampai di Hotel Courtyard by Marriot Bali, penyambutan sempurna dilakukan oleh seorang gadis Bali dengan pakaian adatnya. Istirahat sejenak, lalu persiapan menuju Nusa Dua Convention Centre. Gala Dinner akan dimulai pukul 19.00 WITA.
gadis bali
Gadis Bali - Photo by Bai Ruindra
Senja dari Nusa Dua, Bali - Photo by Bai Ruindra
Inilah kemenangan Tim 22, dimulai dengan landasan mulus, tersendat-sendat di bagian tengah dan kembali melaju kencang di babak akhir. Semua lelah itu terjawab sudah saat pembawa acara Gala Dinner menyebut Tim 22 menjuarai ASUS The Incredible Race dengan total poin 194 – 144 ditambah bonus 50. Sorak membahak. Kami terpingkal. Terima kasih untuk Desi sebagai pemandu. Terima kasih untuk semangat dan kekompakan Tim 22. Terima kasih untuk ASUS. Terima kasih untuk Zenvolution. Dan terima kasih untuk Zenfone 3. Kalian luar biasa!
Sang Juara ASUS the Incredible Race, Tim 22

4 komentar:

  1. Keren maaas.. aku nggak kebayang bisa dapet poin segitu. Kena jebakan makan siang yg salah milih tempat makan. :(( Habis itu semangat sudah menguap.. alhamdulillaah msh bisa dapat poin 43 atau 45 kalo nggak salah. :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih Mas, sudah mengap-mengap tetap dikejar jga sampai akhirnya dapat :)

      Delete
  2. wah luar biasa mas, bisa jadi juara di acara asus kemarin X)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kerja keras dn keberuntungan mas Fandhy :)

      Delete

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90