Top Ad 728x90

Thursday, September 29, 2016

, , ,

Will You Marry Me di Bayang Sunset Tanah Lot Bali

Will You Marry Me di Bayang Sunset Tanah Lot Bali, Kisah Cinta di Bali, Kisah Cinta di Tanah Lot Bali, Bule lamar kekasih di Bali, Lamaran bule di Bali, indahnya sunset di Bali, indahnya sunset di Tanah Lot, Bali,

 
bule lamar kekasih di Bali
Seorang bule melamar kekasihnya di Pantai Tanah Lot, Bali. Momen ini diabadikan oleh Pandu akibat saya terlalu terlena dengan kerumuman orang dan tidak paham dengan situasi yang sedang terjadi.
“Say yes!”

“Say yes!”

“Say yes!”

Apaan? Anak muda yang sedang nongkrong manis di bawah pohon rindang, matahari yang perlahan-lahan menukik, melongo, terpana dan heran dengan orang-orang yang kemudian berkerumun ke satu sisi, menghadap ke matahari terbenam di sebelah kanan kami. Saya masih duduk sesantai mungkin dan merajuk pada Pandu dan Sandi untuk memotret anak muda calon model nggak laku ini dengan sebagus mungkin. Tiba-tiba saja, mendengar teriakan-teriakan itu, Pandu berlari ke arah kerumuman dan menyela ke sana dengan memberi sinyal kepada saya dan Sandi. Saya dapat sinyal itu lebih kencang, Sandi tidak. Saya dapat memotret momen yang sedang orang-orang elu-elukan walaupun sudah bubar jalan. Sandi kemudian terbengong sendiri melihat hasil tangkapan kamera saya dan Pandu. Tentu saja, gelagak tawa dari mereka yang berkerumun itu tak lagi serenyah saat menyerukan say yes!

Will you marry me orang bule itu memang sesuatu. Momennya tentang hal-hal yang sangat istimewa. Berbeda. Tak terduga. Surprise. Survive. Dan akan lebih bahagia di akhir masa. Di depan mata kami, sepasang bule itu tengah berbahagia. Ada cemburu yang tiba-tiba mendera melihat pemandangan tak biasa di bawah sunset yang sedang turun bebas ke laut Tanah Lot, Bali. Pria yang gagah dan tampan rupanya itu tampak telah sempurna sebagai seorang laki-laki. Wanitanya terharu dan menangis, sudah pasti, saya juga menduga demikian. Jauh-jauh liburan ke Bali membawa kabar baik untuknya dan kehidupannya setelah hari itu.

Saya juga cukup bahagia melihat hal yang sakral tersebut. Wajar sih, momen lamaran di Aceh pada dasarnya digembar-gemborkan lebih besar daripada di lain tempat. Sebelum lamaran, kedua belah pihak bertemu, membawa emas dan berkumpul seluruh keluarga saat proses lamaran berlangsung.

Baca Juga

Menikahi Gadis Aceh

Keunikan di Tanah Lot ini, saat mata saya terpana dengan cara-cara istimewa, pemikiran saya sudahlah tidak lagi sempit. Saya terlalu sering membaca momen-momen serupa dan belum pernah menikmati pemandangan nyata di depan mata. Rasa canggung di antara dua bule yang tengah berbahagia itu tetaplah ada. Binar bahagia tak dapat saya definisikan dengan kata-kata sampai kapanpun. Saksi-saksi yang berdiri, lewat saja di depan mereka menjadi makna yang tak pernah lekang. Bagaimanapun kehidupan bule, saya lebih mengapresiasikan apa yang saya lihat dari keberanian, kepekaan, romantisme, dan segala hal lain yang mengangkat derajat mereka di mata kami.
Proses lamaran bubar jalan saya baru terbangun untuk mengabadikannya. Kisah haru ini menjadi momentum yang tak terlupakan oleh saya - Photo by Bai Ruindra
Sebagian dari kita mungkin pernah melihat hal yang demikian. Tidak hanya di pantai, di dalam pesawat bahkan di tempat-tempat yang lebih ekstrim dari ini. Tantangannya tentu tetap sama. Gemetar. Takut salah. Salah tingkah. Dan harap-harap cemas bercampur menjadi satu. Sekilas, saya dapat melihat dari raut wajah pria bule itu. Namun lega mendera saat wanitanya mengangguk.

Saya baru merasakan momen lamaran secara tak biasa ini dan sangat merinding akan hal itu. Saya kemudian merenung banyak hal. Momentum yang terjadi pasti telah ditunggu lama oleh bule pria untuk meyakinkan kekasihnya agar mau mengiyakan pertanyaan will you marry me? Tak mudah dan tak bisa diiyakan begitu saja mengingat kehidupan modern yang mereka jalani.
Keramaian di Tanah Lot, Bali - Photo by Bai Ruindra
Menanti sunset di Tanah Lot, Bali - Photo by Bai Ruindra
Anak-anak bermain di Tanah Lot, Bali - Photo by Bai Ruindra
Sunset yang perlahan menukik - Photo by Bai Ruindra
Akhir sebuah kisah cinta di Tanah Lot sungguh sempurna di mata kami. Pendar-pendar bahagia elok dirasa. Belum tentu saya akan mendapatkan momen yang berharga ini di lain kesempatan. Pertanyaan lain, belum tentu saya berani melamar – entah siapa itu – di saat-saat romantis seperti ini!

Baca Juga

Puluhan Juta untuk Sebuah Cinta dari Gadis Aceh


6 komentar:

  1. keren keren,..nah gitu dong berarti nikah, gak cuma pacaran doang ya hahaha

    ReplyDelete
  2. Hm, pasti kenangan ini akan terus membekas di hati,bya, Bai? Ga semua orang bisa melihat romantisme sakral seperti ini. :)

    Foto2nya kece, Bai!

    ReplyDelete
  3. Kemaren pas baca judulnya kirain dirimu yg ngelamar cewek di Bali :D

    ReplyDelete

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90