Apa yang Kamu Lakukan Jika Ditolak Terus oleh Google Adsense

tips agar diterima oleh google adsense
Google Adsense - learn2free.com
“Bai…, blog aku ditolak lagi sama Google Adsense!” Ferhat, seorang sahabat yang sudah lama saya kenal ‘memprotes’ di pesan instan. Jika dibandingkan dengan saya, blog sahabat yang saya kenal sejak bergabung dengan Forum Lingkar Pena (FLP) Aceh itu, lebih populer di Aceh dan sudah lama berdomain .com. Namun, lamarannya ke Google Adsense sudah ditolak tiga kali.

Baca Juga
Keunggulan Menggunakan Top Domain Level .net atau .com Untuk Blogging Bisa Traveling Gratis sampai Menang Lomba

Tampaknya, Ferhat lelah untuk bermain dengan aturan main dari Google yang semakin hari semakin semaraknya. Google memang bermain lebih ‘kasar’ terhadap blog-blog yang ingin menerima iklan dari mereka. Blogger profesional sekalipun bisa juga dibanned oleh Google bahkan sampai dimatikan iklan akibat kesalahan kecil saja.

“Malas ah, ajuin Google Adsense. Saya masih ngeblog cuma untuk mengeluarkan ide-ide brilian saja!” celutuk Fardelyn Hacky suatu ketika. Hacky memang belum pernah mengajukan permohonan kepada Google Adsense. Saya sih menerima alasan-alasan Hacky karena semua orang punya pertimbangan tersendiri sebelum mengirim lamaran tersebut.

Google Adsense memang sangat menggiurkan. Belum lagi jika berbicara dengan mereka yang rutin mendapatkan puluhan juta dari klik iklan ini. Mereka yang termasuk ke dalam golongan ‘master’ blog, waktu kerja bisa dikatakan 24 jam. Update blog persekian menit telah menjadi keharusan untuk menaklukkan laman pertama pencarian Google.

Ambisi untuk menaklukkan Google Adsense pun dimulai sejak dunia blogger semakin populer. Mereka yang belum memiliki blog, tiba-tiba ingin belajar ngeblog, terbinar mata dengan pemasukan dari Google, namun tidak tahu bagaimana perjuangan untuk sampai ke arah itu. Bermain Google Adsense memang tidak bisa setengah hati. Bukan pula saya sudah rutin dapat penghasilan dari Google. Malah bisa dikatakan, saya masih dapat secuil dan belum rutin tiap bulannya. Saya hanya mengandalkan satu blog, bukan beberapa blog pada satu akun Google Adsense.

Apa yang harus kamu lakukan jika ditolak terus oleh Google Adsense? Pertanyaan ini lumrah terjadi saat ini. Bahkan, lebih sakit hati dan kecewa ditolak Google Adsense daripada gebetan. Pesona Google Adsense luar biasa sejauh perkembangan teknologi.

yang harus kamu lakukan adalah…

Revisi Seluruh Konten
“Revisi semua, Bai?” Ferhat seakan-akan tidak percaya dengan apa yang saya katakan. Benar. Saya merevisi semua isi blog sejak awal sampai pada hari terakhir saya menerima email penolakan kedua dari Google Adsense.

Apa yang harus saya revisi? Artikel yang telah dipublikasikan setidaknya memuat gambar yang jelas, video yang jelas, animasi yang jelas. Jelas yang bagaimana? Pencantuman sumber gambar, video maupun animasi harus tertera pada konten.

Bagaimana dengan artikel? Karena kebiasaan saya menulis artikel antara 500 sampai 1000 lebih kata, saya tidak menambah dan mengubah artikel sama sekali. Revisi semua artikel yang telah dimuat membutuhkan waktu seharian dan benar-benar harus dilakukan dengan teliti. Waktu itu, saya tidak mau mengulang kesalahan yang sama dan ingin segera melihat iklan Google tayang di blog.

“Capek kali revisi semua, Bai!” keluh Ferhat. Semua kembali pada pemilik blog. Mau bertahan dengan kondisi saat ini atau revisi yang membutuhkan waktu satu hari. Blog yang tidak direvisi sama sekali lalu diajukan kembali proposal ke Google Adsense, kesimpulannya bisa ditarik sendiri. Blog yang kemudian telah direvisi, pertimbangan tertentu pasti akan ada dari Google.

Akun Email Baru
“Jadi aku buat email baru, Bai?” Ferhat kembali bertanya. Ya. email baru. Gmail adalah layanan email gratis dari Google dan bisa dibuat kapan saja. Dalam pembuatan email baru ini pula identitas yang diisi harus sebenarnya. Kode verifikasi yang akan dikirim ke nomor ponsel wajib dibubuhkan karena berkenaan dengan ‘kepercayaan’ Google terhadap pemilik akun.

“Blog yang sama tidak masalah?” Ferhat masih penuh ragu. Jika blog tersebut telah direvisi, tidak masalah.

Pengajuan akun ke Google Adsense sejatinya membutuhkan akun email. Alamat blog boleh saja sama. Google akan menilai konten yang ada di dalam blog sesuai syarat dan ketentuan dari mereka. S & K ini sewaktu-waktu diperbaharui oleh Google dalam rangka memudahkan maupun penyulitkan pengguna internet. Kita tidak tahu kode html ini telah berubah. Kita juga tidak tahu kapan Google membanned sebuah blog.

Hindari Plagiatisasi
Masa penulis blog ‘nyuri’ artikel orang lain? Memang, banyak sekali blog maupun portal berita yang hadir saat ini, menculik artikel dari blog lain. Parahnya, blog-blog dan portal berita ini sama sekali tidak menyebutkan sumber. Dengan senang hati pula mereka mengambil keuntungan dari klik iklan.

Google sangat peka terhadap publikasi sebuah artikel. Jika konten yang dipublikasikan tidak bisa dideteksi secara keseluruhan; seluruh isi tulisan, waktu publikasi di blog menjadi titik tolak siapa yang asli dan palsu. Misalnya, saya tayangkan artikel ini pada pukul 15.00 WIB, lima menit kemudian, artikel dengan isi yang sama dan diubah judulnya dimuat oleh blog lain. Indeks yang tercatat dalam database Google adalah waktu pemuatan pertama.

Memang, tidak tertutup kemungkinan hal-hal lain bisa saja terjadi. Tetapi seorang blogger dianggap benar-benar profesional apabila tidak mengopi artikel orang lain lalu menempelnya begitu saja.

Unik dan Menarik
Artikel unik dan menarik sebenarnya kembali ke penilaian pembaca. Tugas blogger adalah menulis yang beda dari orang lain. Artikel-artikel yang unik akan lebih mudah mengangkat nama blogger. Hal ini tentu perlu untuk mendongkrak popularitas. Hubungannya dengan Google Adsense adalah tidak jauh beda dengan itu. Kronologinya begini, ada blog yang isinya ‘biasa’ mengajukan lamaran ke Google Adsense. Satu sisi akan diterima karena keberuntungan. Sisi lain ditolak karena view blog cuma sedikit.

“Orang akan memasang iklan di blog kita apabila ada manfaatnya!” ujar saya kepada Ferhat. Begitu juga dengan Google Adsense. Efek timbal-balik semestinya telah berlaku dalam pengajuan lamaran ini. Iklan Google yang tayang di sebuah blog lebih dari yang diharapkan. Pada laman muka bisa sampai tiga. Di dalam artikel bisa sampai tiga. Belum lagi versi mobile yang baru saja dikembangkan oleh Google.

Kita tidak akan pernah tahu kapan Google benar-benar percaya dengan blog kita. Masuk di laman pertama pencarian Google saja tidak cukup. Penilaian dari Google sejatinya ketika kita mengajukan lamaran untuk Google Adsense. Google akan mengulik semua konten yang ada di blog kita sesuai ‘kaidah’ dan ‘faedah’ yang berlaku di manajemen mereka. Apa itu? Tentu tidak ada yang tahu. Blog ini bisa lolos. Blog itu belum tentu bisa lolos polisi Google.

“Blog dia biasa-biasa saja kok lolos, Bai!” tanya seorang blogger. Saya tidak tahu. Penilaian itu sepenuhnya ada di pihak Google Adsense. Namun, tips yang telah saya jabarkan tidak ada salah dipraktikkan sebelum mengajukan lamaran kembali.

“Bagaimana cara agar diterima Google Adsense?” ajukan dulu. Kita tidak tahu blog ini akan diterima dan blog itu akan ditolak. Jika diterima, jaga baik-baik akunnya. Jika ditolak, mulai merangkai kisah seperti tips saya ini. 

Comments

  1. Mantap Bro.
    Aku masih terus berjuang agar lamaran ke Google Adsense di terima.
    Pokoke pantang menyerah. Berjuang sampai titik darah penghabisan :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semangat Zain. Semoga tips ini bermanfaat ya :)

      Delete
  2. udah lho, udah dilakukan semua tapi masih aja ditolak. ga tau salah saya apa sama GA, padahal pengen nyobain.

    eh, btw saya udah punya 2 akun nya, tapi giliran daftarkan blog di tolak. sekarang bisa dapat acript iklan, tapi ga muncul iklan apa2

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sabar Mas, kalau iklan belum muncul biasanya sedang direview. Kalau benar ditolak lagi, coba diingat-ingat dan direvisi artikel yang menganjal.

      Delete
  3. Saya dulu ngajuin sekali. Terus fokus nulis buku. Eh, malah takut ngajuin lagi. kalau diterima, belum bisa fokus. Ih, lagian blog saya masih unyu. Belum anggun. Hehehe.

    ReplyDelete
  4. Urusan adsense gini nggak ngerti blas euy..beneran diurusin sama suami. hehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ciee yang diurusin sama suami, pastilah jebol luar biasa ya :)

      Delete
  5. Aku gak pernah nyobak, Bang. Males kalok liat blog sendiri banyak iklannya. Hahah. :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha. Saya coba aja, syukur-syukur dapat untung :)

      Delete
  6. Sama nasibnya dengan aku, udah berkali kali di tolak adsense. Tapi tetep semangat

    ReplyDelete
  7. thanks broo artikelnya sangat bermanfaat.

    ReplyDelete
  8. saya baru mengajukan adsense dan ditolak..sepertinya karena saya melewatkan pengaturan iklan pada waktu mendaftar dan kode iklannya...bagaimana ya..cara mengatur ulang dan mendaftar ulang ke adsense

    ReplyDelete

Post a Comment

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"