Top Ad 728x90

Wednesday, October 12, 2016

Cara Memupuk Kemandirian Sejak Dini yang Kreatif dari Sekolah Dukungan Sukanto Tanoto

Cara Memupuk Kemandirian Sejak Dini yang Kreatif dari Sekolah Dukungan Sukanto Tanoto, Review Sekolah Sukanto Tanoto, Review Perusahaan Sukanto Tanoto, Sekolah Sukanto Tanoto, Penghargaan untuk Sukanto Tanoto, Sekolah Dukungan Sukanto Tanoto,

Sekolah Dukungan Sukanto Tanoto
Sekolah Dukungan Sukanto Tanoto
Cara Memupuk Kemandirian Sejak Dini yang Kreatif dari Sekolah Dukungan Sukanto Tanoto - Momen yang paling tepat untuk memberi pelajaran adalah saat seseorang masih dalam usia kanak-kanak. Pada masa itu, otak manusia seperti spons yang menyerap informasi dengan maksimal. Maka, sudah selayaknya anak-anak mendapatkan pendidikan yang penting. Salah satunya adalah pengembangan kemandirian yang tentu akan berguna sampai ia dewasa nanti.

Baca Juga
10 Fakta Menarik Pulau Fiji yang Perlu Anda Tahu

Jumlah sosok pengusaha di Indonesia masih sangat minim. Menurut Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) Bahlil Lahadalia, pada tahun 2015, jumlah entrepreneur yang mampu mandiri di negeri kita baru 1,5 persen dari total penduduk. Tentu masih jauh dari jumlah ideal. 

Sukanto Tanoto, seorang pengusaha Indonesia, menyadari persis problem kemandirian yang ada di Indonesia. Sebagai pengusaha sukses, Sukanto Tanoto ingin menumbuhkan semangat mandiri kepada anak-anak sejak dini, salah satu caranya ialah dengan memanfaatkan pendidikan.

Grup perusahaan Sukanto Tanoto, Royal Golden Eagle, melakukannya dengan bergam cara. Salah satunya dengan mendukung didirikannya SD Global Andalan di Pelalawan, Pekanbaru, Riau. Di sekolah yang didirikan pada 2007 itu diajarkan semangat kemandirian kepada siswa lewat konsep sekolah alam.

SD Global Andalan tidak seperti sekolah lain. Meski ada bangunan yang berisi ruang kelas, mereka tidak melakukan pengajaran terus-menerus di sana. Kegiatan belajar-mengajar justru sering dilakukan di luar ruangan, seperti di gazebo yang ada di sekitar sekolah. Hal ini dilakukan agar murid merasa nyaman dan terbiasa berada di alam terbuka, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungannya. 

Bukan hanya itu, SD Global Andalan juga memberi keterampilan soft skill kepada para siswanya. Anak-anak diajari cara bercocok tanam dengan baik, sehingga mereka tahu persis perawatan tanaman dan teknik pengolahan lahan pertanian.

Keterampilan itu juga menjadi dasar bagi SD Global Andalan untuk melatih kemandirian siswanya. Caranya sungguh unik. Setiap siswa diminta untuk menanam tanaman dan merawatnya. Hasilnya kemudian mereka panen dan dijual dalam momen entrepreneur day.

Uang hasil penjualan hasil pertanian sisa tersebut kemudian dimanfaakan oleh siswa alam berbagai hal. “Dari situ, uangnya bisa ditabung atau diberikan ke orangtua. Bisa digunakan untuk beli barang-barang sekolah. Jadi enggak menyusahkan orangtua lagi," kata salah seorang siswa, Leni.

Jika tidak ditabung atau diberikan kepada orang tua, SD Global Andalan juga menyiapkan uang kas. Uang hasil panen dikumpulkan bersama-sama untuk membiayai kegiatan para siswa.

“Uangnya juga bisa dipakai untuk membeli bibit tanaman lainnya. Bisa juga disimpan di kas sekolah. Kalau sudah terkumpul banyak bisa dipakai jalan-jalan ke waterpark," papar siswa lain bernama Cindi.

Kegiatan ini secara tidak langsung menumbuhkan semangat kemandirian di dalam diri para siswa. Mereka jadi tahu cara-cara untuk hidup mandiri dengan sederhana. Harapannya anak-anak terbiasa untuk berpikir kreatif dan tidak mengandalkan orang lain untuk meraih penghidupan ke depan.

Hal tersebut dipercaya oleh Sukanto Tanoto sebagai salah satu solusi untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia. Lewat pendidikan dan pemberdayaan yang dimulai dari usia muda, pengusaha ini meyakini permasalahan kemiskinan dapat segera diselesaikan.

Baca Juga

0 komentar:

Post a Comment

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90