Mutiara Laut Selatan Indonesia yang Begitu Menggoda

 
South Sea Pearl, Mutiara dari Laut Selatan Indonesia
South Sea Pearl, Mutiara dari Laut Selatan Indonesia - Facebook Indonesian Pearl Festival 2016
“Lihatlah! Ini mutiara dari Lombok!” Diana memamerkan gelang dan cincin bermata mutiara warna putih keemasan. Diana adalah sosok yang begitu peduli dengan penampilan. Saya mengenalnya sebagai seorang wanita yang fashionable. Bahkan, kain murah saja bisa dipadukan dengan kain lain, dijahit dengan model unik, kesannya sangat elegan, bersahaja dan stylish. Urusan pernak-pernik juga, Diana tidak mau ketinggalan sama sekali.

“Mutiara dari mana?” pancing saya. Saya tahu pasti bahwa Diana akan segera memulai cerita yang syahdu di pagi itu.

“Bibi saya baru saja pulang dari Lombok,” Diana mulai bercerita. “Biasalah, undangan sastrawan gitu. Dia tanya, kamu mau saya belikan apa? Awalnya sih minta kain tapi dengar-dengar mutiara Lombok itu indah sekali, ya terpaksalah minta mutiara!” Diana menggebu-gebu sambil terkekeh. Sesekali ia memamerkan butir mutiara di cincin warna emas. Mutiara sebesar jari manis itu tampak halus, lembut, menggoda, bercahaya dan tentu memiliki cita rasa tinggi karena berasal dari dalam negeri.

“Kamu sih, waktu ke Lombok nggak mau beli mutiara!” celutuk Diana.

“Barang mahal itu!” ujar saya. Benar saja. Mutiara di Lombok cukup mahal. Jelas harganya saya tidak tahu karena waktu itu kami tidak bertanya sama sekali tentang harga mutiara. Tahun 2014, saya memiliki kesempatan berkunjung ke Nusa Tenggara Barat; ke lembah Sembalun, menikmati sunset di Senggigi dan buah stroberi murah. Guide yang menemani kami sempat bertanya namun kami halau bahwa mutiara belum termasuk oleh-oleh untuk saya bawa pulang ke Aceh.

“Bedalah saya dengan Bibi kamu,” ujar saya pada Diana yang menyeringai melihat kilau mutiara. Saya mengenal sastrawan Aceh, D Keumalawati, yang tak lain adik dari ibu kandung Diana.

“Iya sih, Bibi saya tuh kalau ke mana-mana suka beli barang-barang kayak gini,” tambah Diana. Wanita ini semakin dibumbuhi semakin sedap aroma percakapannya. Bukan niat membandingkan tetapi memang saya tidak berencana membeli mutiara saat di Lombok.

Saya tahu, mutiara Lombok memiliki keistimewaan tersendiri. Mutiara dari pulau ini juga dikenal sebagai South Sea Pearl dengan nilai jual tinggi. Saat berjalan mengelilingi Lombok, guide kami berpesan untuk hati-hati memilih mutiara jika berniat untuk membelinya. Banyak sekali penjual yang menawarkan mutiara dengan harga murah, padahal itu adalah mutiara dari air tawar atau Chinese Fresh Water Pearl. Keberuntungan yang belum memihak waktu itu, kami pun tidak sempat singgah untuk melihat-lihat toko yang benar menjual mutiara asli bukan ilegal seperti yang dimaksud guide ini.

“Satu butir mutiara bisa dapat ongkos pulang-pergi ke Aceh!” canda saya yang diamini oleh teman lain. Memang, keberangkatan saya ke Lombok hanya kebetulan karena berkah dari menulis blog. Saya hanya membawa diri, sedikit tabungan untuk oleh-oleh dan mutiara tidak termasuk ke dalam list karena terlalu tinggi untuk saya impikan.

Perbincangan tentang mutiara dari Lombok tidak hanya saat saya di sana ataupun aksi pamer dari Diana. South Sea Pearl dikenal karena keelokannya yang belum ada tandingan. Data pada tahun 2013 dan 2014, estimasi produksi lokal South Sea Pearl berhasil menembus 5,400 kilogram atau nyaris 50 persen dari total estimasi produksi global yaitu 12,700 kilogram. (CNN Indonesia, 10/05/15).
Indonesia merupakan pusat mutiara laut selatan (South Sea Pearl) terbesar di dunia. Budidaya mutiara adalah salah satu aktivitas laut yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Tenaga kerja yang bergerak di bidang mutiara Indonesia saat ini mencapai 5,000 orang tetap dan 1,500 orang musiman. – Joseph Taylor, Ahli Biota Laut Australia, dikutip dari CNN Indonesia.
Mutiara Indonesia sebenarnya telah dikenal ke ranah internasional, terutama South Sea Pearl. Mutiara ini sejatinya berasal dari genus kerang Pinctada Maxima. Mutiara ini juga termasuk salah satu mutiara terbesar di dunia dengan rata-rata berukuran 8 mm sampai 22 mm dengan warna putih dan keemasan atau percampuran antara keduanya. Pada dasarnya, produksi South Sea Pearl terbesar yaitu 42 persen namun nilai produk berkisar pada 32 persen saja. Hal ini karena mutu mutiara di Indonesia belum mencapai potensi terbaik, masih banyak mutiara ilegal maupun alasan lain.

South Sea Pearl yang murni dari Indonesia tidak bisa dipandang sebelah mata. Apabila kita menakar nilai ekspor mutiara South Sea Pearl mentah dari Indonesia, sumbangan yang dihasilkan cukup mengejutkan yaitu US$ 65-70 juta atau 30 persen dari nilai ekspor global yang mencapai US$ 200 juta. Pusat trading mutiara laut di dunia, termasuk South Sea Pearl, 80 persen berada di Jepang. Selain Lombok, Indonesia mempunyai Raja Ampat, Bali, NTT, Maluku Selatan, Maluku Utara, Manado, Kendari, Lampung, maupun Madura yang masih bisa dikelola dengan baik sehingga South Sea Pearl muncul ke permukaan. (CNN Indonesia, 10/05/15).
Sejak 2005, Indonesia telah menjadi negara produsen South Sea Pearl terbesar di dunia dengan memasok 43 persen kebutuhan dunia. Indonesia menempati peringkat kesembilan dunia jika menilik dari sisi perdagangan. – Saut P. Hutagalung, Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan. (AntaraNews, 28/08/14).
Keindahan laut selatan Indonesia tidak selalu berkaitan dengan terumbu karang dan biota lainnya. South Sea Pearl yang menghasilkan ‘mutiara’ cukup besar untuk negeri ini tidak bisa diabaikan begitu saja. Mutiara memang indah sekali jika dipakai oleh wanita. Nilai jual mutiara pun tidak main-main untuk ukuran kantong freelance seperti saya. Hasrat hati ingin membeli sebutir mutiara ketika menginjakkan kaki di Lombok tidak terealisasi dengan sempurna. Namun, lepas dari itu, South Sea Pearl yang asli Indonesia tidak bisa digadaikan begitu saja ke negara lain. Kini adalah saat yang tepat untuk melebeli South Sea Pearl sebagai made in Indonesia sehingga dunia fashion akan berkiblat kepada kita.

Kehadiran South Sea Pearl di Lombok dan di daerah lain merupakan mahakarya dari kesempurnaan laut Indonesia. Langkah model di atas catwalk dengan kalung mutiara tentu tidak menarik apabila budidaya mutiara digenapkan dengan begitulah adanya. Pemerintah Indonesia melalui pihak terkait memiliki pekerjaan rumah yang lebih besar sehingga mutiara-mutiara yang tersimpan tidak tergerus oleh ombak. Jika dibawa ombak ke lautan lepas, bagian mana yang menyesak dada selain sengara.

Indonesia South Sea Pearl dimulai sejak mutiara ada di laut selatan. Lenggak-lenggok model di pentas dunia bahkan kehidupan sebenarnya seperti kisah Diana, hanya segelintir pameran dari South Sea Pearl yang semestinya terus dikembangkan. Ada keinginan tersendiri, jika saya kembali ke Lombok suatu saat nanti, saya ingin membawa sebutir mutiara untuk dikalungkan pada leher orang terkasih. Saya juga yakin sekali, bahwa di antara kita pernah memimpikan kalung dengan liontin mutiara warna keemasan. Mewah. Elegan. Bercahaya. Siapa tahu, masa itu akan bermuara ke sana!
***
Referensi:
1. AntaraNews: http://www.antaranews.com/berita/450755/indonesia-produsen-mutiara-laut-selatan-terbesar-di-dunia
2. CNN Indonesia: http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20150510120239-92-52292/miris-masa-depan-mutiara-terbaik-dari-indonesia/ 

Comments

  1. kemarin sempat ke rinjani dan pulangnya ke toko yang jual mutiara ketika ditanya langsung gigit jari. haha 😂😂😂

    ReplyDelete
  2. jujur.. mutiara lombok memang sangat menggoda, apalagi kalau sudah jadi perhiasaan kalau dipakai makin terlihat elegan. Luar biasa kekayaan indonesia ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kekayaan yang wajib dilestasikan ya Mbak 😀

      Delete
  3. Beberapa kali udah lihat langsung dan memang cantik (banget),tapi belum sanggup beli euy. Hahahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Orang Lombok mah wajiblah punya mutiara :)

      Delete

Post a Comment

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"