Top Ad 728x90

Wednesday, October 5, 2016

, ,

Tidur sebagai Obat Nyeri dari Masalah

Tidur sebagai Obat Nyeri dari Masalah, Tidur obat masalah, tidur lari dari masalah, tidur obat penyakit, tidur melepas masalah

tidur melepas masalah
Tidur bisa melepas masalah - kompas.com
Masalah. Masalah. Masalah. Ribuan kali ditulis tak akan ada penyelesaian apabila palu tidak diketuk oleh “hakim” kehidupan. Nyeri yang diakibatkan oleh suatu masalah bertalu-talu sampai benar-benar tak layak hidup. Masalah yang keburu menumpuk lantas menjadi gunung, persegi panjang, piramida, tinggi menjulang, sampai akhirnya meledak pada saat larva itu penuh.

Baca Juga Keheningan Pura Taman Ayun di Bali yang Eksotik dan Kental Ajaran Hindu 

“Cukup ke psikiater kok untuk menyelesaikan masalah kamu!”

Nggak ada yang salah. Kamu mau ke psikiater, mencurahkan segenap isi hati, tersedu-sedu sampai benar-benar lelah, pulang dari rumah “bersalin” psikiater tersebut pikiran akan kembali semraut. Masalah yang dikira akan selesai malah bertumpuk begitu menghadap ke depan, menerawang lebih lanjut, berpikir tak lagi jernih bahkan sampai depresi. Pulang dari psikiater yang dibangga-banggakan kemudian membawa setumpuk obat antinyeri, lama-kelamaan kamu malah menjadi pengonsumsi obat-obatan melebihi orang sakau karena narkoba.

Memang, nggak ada orang ingin terbelenggu dalam masalah. Ada masalah, ingin segera selesai detik itu juga. Waktu tak selamanya memihak kepada kita sehingga masalah itu berkembang, dibuka lebih lebar, meletus di tengah jalan sampai kepala rasanya mau pecah.

Siapapun itu, tak ada yang mau terlarut dalam masalah. Cerita-cerita ke psikiater, ke teman, ke orang yang terpercaya belum tentu berefek kepada masalah yang dihadapi. Pola menyelesaikan masalah setiap orang akan berbeda. Obat yang diterima oleh otak dalam mensinkronkan akar permasalahan juga tak sama. Semakin dipikir, masalah itu semakin membeku. Jalan menuju ke puncak kebahagiaan akhirnya terbelenggu karena setiap terbangun dari tidur, masalah itu lagi yang dipikirkan.

Kita ingin lupa dari masalah. Caranya bukan saja dengan minum obat penghilang depresi, curahan hati ke mana-mana. Satu kali psikiater mungkin santai saja. dua kali teman itu menerima keluhan. Berulangkali, mereka akan bosan karena masing-masing orang juga mempunyai masalah tersendiri. Hanya saja, letak enjoy itu berbeda-beda. Kembali ke diri kita yang ke mana-mana membawa masalah, tiap ketemu orang adalah masalah yang diceritakan, uang konsultasi ke psikiater sebenarnya bisa beli susu sehat, dan rasa malu itu telah lenyap. Kita mengungkapkan semua masalah ke psikiater sempai tidak ada pembatas antara rahasia dengan bukan. Dari itu pula, kesan lemah terhadap diri kita terbentuk dengan sendirinya.

Masalah itu perlu dilupa apabila benar, sangat yakin, sukar untuk diselesaikan. Masalah yang tak akan ada penyelesaian sebaiknya dibawa tidur saja. Tidur membawa perubahan kepada tubuh. Tidur adalah setengah mati. Kamu tak perlu cemas masalah akan terburai begitu mata terlelap dan mimpi-mimpi membayang. Tidur sebagian besar telah menghipnotis masalah agar tak muncul seketika.

Selama kamu tertidur, gigitan nyamuk pun tak terasa. Tidur adalah obat yang diberikan oleh Tuhan untuk memecahkan masalah, setidaknya melupakan masalah yang rumit. Tubuh yang lelah karena aktivitas seharian akan mudah tertidur dan masalah yang bertumpuk akan terlupa perlahan-lahan. Kamu bekerja dari pagi sampai sore, bahkan malam. Pekerjaan yang terjadwal, masalah yang tiba-tiba datang, lalu tidur setelah itu, maka lama-kelamaan masalah tersebut akan kabur dengan sendirinya.

Baca Juga 'Will You Marry Me' di Bayang Sunset Tanah Lot Bali 

Kamu sedang dilema berkepanjangan, masalah itu muncul terlalu larut, tidur saja jika demikian. Tidur tidak akan berefek samping terhadap kesehatan secara definisi ilmiah. Nyeri dari masalah itu semakin dibawa ke tidur, sesering mungkin, seiring waktu, akan memudar dan terganti dengan masalah yang lain. Jika telah sampai ke masalah lain, maka lakukan lagi hal serupa!

2 komentar:

  1. dibawa tidur aja, entar pas bangun baru kepikiran lagi. hahaha

    saya biasanya dijadikan "psikiater" sama teman2 , terutama cewe2 yg sedang rapuh hatinya

    ReplyDelete
  2. Masalah keluarga en karir sik yg paling berat menurut ku.. Sampe gak bisa tidur malah :')

    ReplyDelete

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90