Paket Endorse dan Hadiah Lomba 3 Hari ‘Terbang’ Bersama JNE

Saya seorang blogger - Photo by Bai Ruindra

Jelang dini hari, 27 November, saya membuka media sosial dan mendapatkan pesan menarik ini. Tentang JNE. Sesuatu yang menarik. Keindahan terunik dan kebaikan apa yang pernah JNE berikan dalam hidup saya. Cerita baik bersama JNE, kira-kira harus saya tulis dari sudut pandang mana. Begitu banyak cerita baik tentang JNE sampai-sampai saya bingung memulainya.


JNE memberikan banyak kemudahan selama saya menjadi blogger!

Yes. I’am a blogger. Saya seorang blogger. Saya blogger!

Saya memang tidak sering mengirimkan paket ke luar Aceh. Setahun sekali pun jika ada. Paket yang biasa saya kirim itu merupakan cerita pendek untuk lomba sebuah majalah wanita. Paket tersebut biasanya harus dikirim selambat-lembatnya pada tanggal tertentu dan harus Cap Pos. Otomatis, saya tidak menjalin hubungan dengan JNE. Tetapi, ikatan batin saya dengan JNE mengalir seiring berjalan waktu. Dunia blogger yang saya tekuni dengan serius, mengantarkan hubungan saya dengan JNE menjadi lebih manis. Bahkan, hampir tiap semester saya mendapatkan ‘surat cinta’ dari JNE.

Kamu benar. Surat cinta itu memang saya tunggu-tunggu atau bahkan tidak terduga. Kenapa saya mendapatkan surat cinta ini? Karena alamat saya jauh dari pusat kota, JNE tidak mengantarnya dan saya harus mengambil sendiri.

dengan Bapak Bai Ruindra, kiriman paket telah sampai di JNE. Alamat Jl. Gajah Mada, depan Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dien, Meulaboh’ pengirim tertera JNE. Begitu kira-kira pesan singkat yang masuk apabila kiriman saya telah sampai. Saya tidak sempat melakukan caption sebuah pesan singkat pun karena begitu menerima barang, pesan tersebut langsung saya hapus. Pesan yang banyak tersimpan di smartphone akan menghambat kinerja dan memakan memori internal.

Wajah saya yang tidak seberapa mana jika dilihat dari dekat ini, telah bosan dilirik oleh wanita cantik petugas JNE. Kadang ia manis, kadang ia jutek, kadang cuek, kadang juga penuh emosi saat banyaknya orang berdatangan untuk mengambil paket. Saya yang datang siang hari langsung memperlihatkan pesan singkat kepadanya. Jika tidak lagi ramai, tanpa saya menampakkan pesan tersebut ia telah tahu bahwa yang datang adalah Bai Ruindra. Saking seringnya saya mengunjungi dirinya di kantor JNE, Meulaboh, Aceh Barat.

Mungkin, ia juga heran mengapa saya selalu menerima paket dan tidak pernah mengirim paket. Sama halnya dengan wanita muda ini, barangkali kamu juga penasaran. Paket apa yang saya terima di kantor JNE dengan warna logo biru tersebut. Apakah surat cinta dari kekasih yang membangun asmara long distance relationship? Apakah bom untuk meledakkan hati yang galau? Apakah pewarna rambut untuk mewarnai hari-hari hingga sejahtera selamanya?

“Kamu enak jadi raja endorse!” ujar teman saya suatu ketika. Padahal, baru beberapa merek yang sempat mampir e-mail untuk menjalin kerjasama. Namun itulah syukur dari blogger yang walaupun berada di daerah tetapi telah diintip oleh perusahaan skala nasional.

Endorse. Istilah yang beken masa kini. Istilah endorse pula saya berkenalan dengan JNE sampai benar-benar baik. Barang-barang endorse tersebut kebanyakan dikirim melalui jasa pengiriman kilat ini. Saya tinggal datang menjemput sebelum kemudian menulis di blog. Paket kiriman dari Jakarta ke Meulaboh terbilang cukup cepat. Biasanya, 3 sampai 4 hari setelah berbalas e-mail bahwa paket telah dikirim, saya langsung menerima pesan singkat barang tersebut benar telah sampai. Waktu 3 sampai 4 hari termasuk masa yang tidak merepotkan dalam menunggu suatu kiriman. Rewel tentu saja tidak perlu karena saya pertimbangkan bahwa daerah yang cukup jauh dari ibu kota provinsi, Banda Aceh, yang memakan waktu 4 sampai 5 jam perjalanan darat.

JNE dan saya telah menjadi sahabat. Power bank saya terima dengan baik. Smartphone dalam kondisi bagus. Tablet dipaketkan dengan sempurna. Sepatu tidak tersobek jahitannya. Baju terbungkus rapi. Buku tidak sobek lembaran halamannya. Saya menikmati ‘kerjasama’ dengan JNE karena ketepatan waktu dan penjagaan yang ketat terhadap endorse-an yang saya terima.

Tahu-tahu saya dapat e-mail tak terduga. Jujur saja, saya bukan fashion blogger dan cukup jarang menulis tentang isu ini. Dua paket ini kemudian sampai dengan elegan, mewah dan tentu saja mahal untuk ukuran saya sendiri. Kedua paket ini adalah endorse kesekian kali dari produk-produk lain yang pernah saya terima. Paket pertama berisi minyak wangi, pomade, dan kaos oblong yang keren. Paket kedua berisi pomade yang cukup berkelas. Kedua endorse-an ini dikirim melalui JNE oleh perusahaan yang bersangkutan.
Power bank telah menjadi satu kesatuan bernilai dengan smartphone. Tiba-tiba saja saya menerima pesan dari JNE bahwa paket telah sampai. Saya bertanya-tanya, paket apa dan siapa yang kirim. Saya bergegas ke kantor JNE dan menerima paket yang dibalut dalam plastik kecil. Begitu tahu pengirimnya siapa, saya terbahak. Memang tidak diminta untuk endorse tetapi lebih kepada penghargaan kepada saya sebagai blogger.
Ada-ada saja kelakuan blogger saat ini. Aktif ngeblog dan di media sosial, saya bisa dapat mug cantik ini. Mug ini dibungkus dengan ketat oleh pengirim dan dibungkus lagi dengan kemasan keras oleh JNE. Saya bahkan susah membukanya. Mug ini masih saya pakai untuk mengisi susu di pagi hari.
Tiga barang elektronik dari menang lomba ini dikirim melalui JNE Express. Dua smartphone dan tablet saya terima dalam kondisi baik. JNE membungkus ketiga barang elektronik ini dengan benar-benar rapi, bagus, dan aman terlindungi. Kayu-kayu yang dipaku dengan ketat membuktikan bahwa JNE menjaga dengan baik setiap kiriman barang elekronik. Barang-barang elektronik sangat berarti bagi saya – penerima lainnya – karena lecet sedikit bisa berakibat fatal. Ketiga barang ini masih tampak mulus bahkan di antaranya sudah setahun lalu saya terima dari JNE (tablet saya terima Agutus 2015).
Ini satu-satunya paket yang sempat saya foto sebelum dibongkar isinya. Paket ini berisi buku salah satu penulis terkenal. Paket ini bukanlah endorse atau dari menang lomba. Saya membeli melalui online karena penasaran dengan isi buku tersebut. Kenapa saya masukkan ke dalam tulisan ini, sekadar memberi keyakinan  bahwa benar saya berhubungan baik dengan JNE.

Apa yang bisa JNE berikan kepada saya?

Keamanan Paket
Sejauh ini, barang yang saya terima selalu dalam kondisi bagus. Baik hadiah lomba maupun barang endorse. Paket yang berjenis smartphone atau tablet (barang elektronik), agar terjaga keamanannya dipaketkan dengan cermat. Paket ini diberi ‘kunci’ dengan kayu yang dipaku pada beberapa bagian. Kotak paket yang terbungkus berada di tengah-tengah ‘bungkusan’ kayu tersebut. Keamanannya tentu tidak akan mudah rusak jika paket dibanting atau tertindih dengan barang-barang lain. Kamu yang sudah pernah menerima paket jenis barang elektronik pasti tahu benar akan hal ini. Saya yang tidak mau kerepotan, biasanya langsung meminta petugas JNE untuk membongkar kayu-kayu tersebut. Mereka membongkar dengan senang hati dan saya hanya menerima paket yang terbungkus rapi dalam kotak dan diplastiki dengan plastik berlogo JNE.

Pengiriman Cepat
Jakarta ke Meulaboh sangat jauh jika dilihat dari peta, belum lagi paket harus transit di Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh. Jarak tempuh Banda Aceh ke Meulaboh telah saya sebutkan di paragraf sebelumnya. Namun untuk kinerja JNE daerah saya, belum ada kekecewaan tersembunyi. Paket yang saya terima selalu tepat waktu. Pernah sekali saya mengalami kendala, pengirim paket mengabarkan bahwa telah seminggu yang lalu paket dikirim. Saya langsung mendatangi kantor JNE dan memperlihatkan nomor resi. Kesalahan yang terjadi adalah salah tulis nomor ponsel saya di alamat pengirim pada kotak kiriman. Seandainya dalam sebulan saya tidak mengambilnya maka paket tersebut akan dikembalikan kepada pengirim.

Tanggung Jawab
Penerima kiriman butuh kepastian. Apakah barang telah sampai? Apakah masih di jalan. Selain bisa mengecek nomor resi melalui sistem online, JNE di tempat saya bekerja dengan penuh tanggung jawab. Salah satunya adalah mengirim pesan singkat kepada penerima paket apabila barangnya sampai. Jika dalam kota dan area yang sanggup dijangkau mereka akan mengantarnya. Namun apabila tidak diantar, telah diantar tidak ada orang, mereka akan mengirimkan pesan jika tertera nomor ponsel penerima di lembaran bukti pengiriman.

Rela Berkorban
Masa iya mereka mau mengirimkan pesan singkat kepada semua penerima paket? Satu pesan singkat berkisar Rp.150 sampai Rp.200 dan bayangkan berapa banyak pesan yang harus dikirim dalam tiap hari. JNE Meulaboh rela berkorban untuk mengirimkan pesan tersebut, artinya mereka mengeluarkan biaya tambahan. Saya melihat ini adalah sesuatu yang menarik, entah terjadi di JNE yang lain atau memang di sini saja. Jika kita main hitung-hitungan, besar sekali materi yang harus dikeluarkan oleh JNE Meulaboh untuk urusan ini. Jasa pengiriman yang nggak mau repot, jika telah mengantar tidak ada orang, alamat salah, tentu saja akan didiamkan di kantor mereka sebelum sebulan kemudian dikirim kembali kepada pengirim.

Comments

  1. Replies
    1. Banget mas Oky, mas juga begitu kan :)

      Delete
  2. Hmm...ngintipin hadiah yang di kirim , oke banget niy.
    Mau atulah sikirim juga eehh..

    Btw emang aku juga pake JNE kalo dapet kiriman ato mengirim, tapi pernah jg sih ada masalah dengan pengirimannya, semoga makin sukses dan tambah baik dengan pelayanannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ntar salah kirimin salam aja ya Mbak heheh. Semoga mbak juga tambah sukses ya :)

      Delete
  3. menarik mas. aku masih setia menggunakan jasa JNE. hehe. Tos! emang masalah kepercayaan dan ketepatan waktu sih ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banget Mas Hanif, JNE masih baik sama saya sejauh ini hehehe

      Delete
  4. Wuihh..banyak bener paket yang diterima, Bai :D
    Rasanya terima paket itu emang cihuy cihuy gimana yaa..hahahahah..
    Andalannya si kurir kalau ke rumah tuh teriak "Kirimaannnnn...permisi...kirimannnnn.."

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berharga banget mbak Andy, besar kecil bukan ukuran. Saya mah harus ngambil ke kantornya, sama-sama enak juga kok :)

      Delete
  5. Menarik banget banget....
    jadi pangen bener2 fokus sama blog, biar bisa dapet banyak endore
    dan bisa buat JNE lebih sering nelpon, ngabari kalo ada paket tiba2
    wkwkwkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rejeki dari ngeblog itu memang tidak terduga. Ayo semangat :)

      Delete
  6. Banyak banget barang2 kiriman JNE a,! Wah bg ubai udah jdi artis aja! :D

    ReplyDelete
  7. Halo,

    Terimakasih sudah ikut blog competition Cerita Baik bersama JNE, ya. Semoga beruntung :D

    Salam bahagia,
    Pungky Prayitno

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih kembali. Semoga bermanfaat ya cerita ini :)

      Delete
  8. Wah keren mas, Endors nya banyak banget..

    ReplyDelete

Post a Comment

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"