Singgah di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta yang Dipenuhi Calon Penumpang Seksi

Singgah di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta yang Dipenuhi Calon Penumpang Seksi
Si seksi yang saya candid, maaf ya mbak!
Kok banyak yang seksi ya di sini?”

Apa cuma saya yang memiliki firasat ‘baik’ ini ditengah keramaian itu. Orang-orang yang berlalu-lalang sibuk dengan kerepotan diri sendiri. Mungkin saja mereka telah terbiasa dengan pemandangan yang mengharukan dan menghanyutkan tersebut. Naik dan turun tangga adalah pemandangan yang serba mewah, elegan dan rapi serta seksi. Mau tidak mau mata saya harus klik dengan mereka yang berhadap-hadapan.


“Aduh, Mak. Silau mata melihat mereka yang pakai celana dan rok di atas lutut!” saya semakin kacau. Nyeracau sendirian karena tidak ada lawan bicara yang membuat ngakak.

Pagi yang menanjak siang, keringat telah mengucur di seluruh tubuh saya. Entah karena pemandangan penuh keseksian, entah karena lelah pindah gate dari kedatangan ke keberangkatan, entah karena alasan lain yang nggak jelas. Padahal jelas sekali di terminal ini pendingin ruangan membuat seluruh tubuh sejuk, adem dan damai sejahtera.




Bandar Udara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, menjadi pusat keramaian yang nyata. Tahun 2014, waktu pertama kali saya singgah ke sini dengan segenap harapan tidak tersesat. Ke mana mata memandang adalah orang-orang sibuk dengan mendorong troli, menarik koper, tergopoh-gopoh dengan ransel besar, dan bergaya cantik di pinggir jalan atau pintu masuk keberangkatan maupun kedatangan.


Transit di bandara berskala internasional ini adalah wajib jika ingin traveling ke wilayah lain. Hukum ini sangat berlaku kepada kami dari Sumatera yang akan melintasi Jawa atau ke Timur Indonesia, demikian juga sebaliknya.

Pertengahan 2016, Terminal 3 Ultimate menjadi sorotan yang menarik. Di September 2016, saya menginjakkan kaki di megahnya bangunan ini. Garuda Indonesia menjadi salah satu maskapai yang ‘parkir’ manis di terminal dengan luas mencapai 422.804 meter persegi. Luas bangunan di bandara ini adalah 331.101 meter persegi. Area yang digunakan sebagai tempat parkir adalah 85.578 meter persegi dan 6.124 meter persegi digunakan untuk gedung VVIP.

“Kami angkat tema di bandara ini untuk dekorasinya tentang art and culture, karena inilah Indonesia, banyak budaya!” Budi Karya, Direktur Utama Angkasa Pura II. (Liputan6.com, 27/01/16).

Terminal 3 Ultimate akan melayani penerbangan domestik dan internasional. Jumlah gate di dalam terminal ini mencapai 28 gate dengan pembagian 10 gate untuk menjamu wisatawan internasional dan 18 gate untuk wisatawan domestik. Saya patut berbangga masuk ke dalam jajaran oang-orang yang menarik koper.


“Hei! Anak kampung ada di Terminal 3 Ultimate!” rasanya mau melambaikan tangan ke luar ruang tunggu di mana beberapa pesawat parkir indah. Kesan norak yang menjelma bagai hantu di siang bolong mengurungkan niat untuk itu.

Terminal 3 Ultimate memang unik, luas, menarik dan mewah dibandingkan dengan terminal sebelumnya – tahun 2014. Di terminal ini pula cukup mudah menemukan calon penumpang dengan pakaian seksi. Setiap sudut adalah mereka yang penuh kepercayaan diri dengan keseksian dan ketampanan. Tidak hanya itu, beberapa selebriti juga terlihat duduk manis tanpa ada yang peduli. Mungkin karena sudah biasa, mungkin karena masyarakat kita bukan penggila idola, mungkin juga karena malu banget minta foto sama dia!




Di sini pula saya merasa noraknya naik darah. Kok rasanya mau jepret saja selebriti seksi itu. Rasanya mau klik saja si seksi di depan sana. Gatal tangan berimbas kepada candid yang tiba-tiba telah menangkap sosok seksi dengan santai menarik koper.

Kesan ekslusif di Terminal 3 Ultimate memang kentara sekali. Tidak hanya calon penumpang, namun bentuk bangunan, taman dan toko-toko yang buka merupakan bagian yang asyik untuk disinggahi. Wajar jika terminal ini menjadi prioritas Angkasa Pura II untuk pengembangan lebih baik.


Lelahnya badan yang harus berganti gate dalam jarak yang jauh, terlupa begitu saja. Kursi-kursi ruang tunggu ditata dengan rapi. Ada beberapa pilihan, misalnya kursi busa, kursi besi maupun kursi yang bisa selonjoran yang menghadap ke luar untuk menikmati pesawat take off atau landing. Saya memilih kursi busa yang berwarna hijau. Duduk sendiri dengan santainya. Sesekali menunduk untuk update media sosial. Kepala diangkat tahunya si seksi-seksi lewat lagi di depan. Saya menunduk lagi, cek and ricek media sosial. Angkat lagi dagu dengan sok ganteng, ada lagi si seksi yang meluruhkan hati jadi beku.


kalau begini terus, lama-lama saya akan meleleh…


Saya sudah tidak sabar untuk menerima panggilan masuk ke pesawat oleh petugas Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta. Semakin lama di terminal ini, semakin buram hari-hari saya nanti. Si seksi itu tidak bersalah, hanya saya saja yang sok imut pura-pura manja! 

Comments

  1. wah aku belum pernah ke terminal yang baru ini, sudha lama gak ke luar daerah

    ReplyDelete
  2. Sayang, teknologi canggih yang diiming-imingin gak sesuai ekspektasi. Travel bag saya pecah karena hantaman keras dari mesin bongkar muat bagasi (entah apa gitu namanya) di bandara T3. Hiks.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah sayang sekali Bang Horas, semoga ini menjadi masukan berarti ya :)

      Delete
  3. Saya belum pernah masuk terminal 3 ini, cuma numpang lewat doang :D

    Banyak yang bening-bening ya Mas *Sodorin tisu buat lap keringatnya Mas Indra hahahahaha

    ReplyDelete
  4. wahhh sayang sekali ya, kok saya kesana belum jumpa yang seksi hahahaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ah masa sih Irfan, nanti kalau pulang ke Aceh coba deh lebih jeli hehehe

      Delete
    2. haha iya deh, ntar mau coba lebih jeli lagi. semoga nemu kwkwkww

      Delete

Post a Comment

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"