Apakah Kamu Kangen Bahagia? Datanglah ke Tempat Ini

jangan lupa bahagia, kangen bahagia, bahagia sederhana, bahagia apa adanya
Kangen Bahagia - liputan6.com
Jangan lupa bahagia!” kata kamu.

Bahagia itu tidak bisa ditebak, kawan. Ini soal rasa yang barangkali dijual dengan harga yang sangat mahal sekali. Bahagia seseorang tidak akan pernah dapat dilihat hanya dari bahasa tubuh, kata-kata atau hanya dari sebuah senyuman dan tawa terbahak.

Bahagia itu apa adanya!” kata kamu lagi.

Dalam menguraikan rasa bahagia, tidak semudah memulai sesuatu dengan helaan napas saja. Ibarat meneguk secangkir kopi yang dapat menghilangkan rasa kantuk, bahagia adalah kafein kehidupan yang membuat candu. Orang yang pernah merasakan bahagia akan terus-menerus mencarinya. Orang yang belum pernah mendapatkan bahagia akan merajuk sepanjang waktu untuk memilikinya. Orang yang tidak pernah mengilhami bahagia akan membuang rasa itu sampai beban mengangkasa hilang tanpa jejak.

Bahagia itu sederhana!” kata kamu saat gerimis mengiris hari.

Bahagia itu tidak dapat diciptakan, bahkan dilahirkan begitu saja. Bahagia datang dan pergi karena sebuah keajaiban dalam hidup. Lalu bagaimana jika kamu kangen bahagia?

Mari kita membangun memori dari tidur panjang. Ada saat yang membuat emosi menggebu-gebu bila kata tentang bahagia diisyaratkan ada. Tempat kejadian bahagia menjadi salah satu bagian penting untuk memutar waktu dan memulai kembali bahagia. Di mana saja tempat itu?

Lokasi Pertama Bertemu Bahagia
Ini bicara tentang cinta. Mau tidak mau, bahagia selalu dikaitkan dengan perasaan menggoda terhadap seseorang yang dianggap penting dalam kehidupan berikutnya. Tempat di mana kamu bertemu dengan ‘cinta pertama’ menjadi pertimbangan penting untuk kembali ke sana. Nostalgia bahagia akan menimbulkan kembali rasa bahagia yang pernah ada.

Di mana tempat itu? Hanya kamu sendiri yang benar-benar tahu di mana letaknya. Bisa saja kamu bertemu dengannya di suatu senja Pantai Kuta, Bali. Mungkin, kamu merasakan bahagia tak terkira saat-saat sibuk di bandar udara. Saat gerimis senja hari, bisa saja itu saat yang menjadi momentum bahagia terburai dengan indah.

Kembali ke gubuk pinggir sungai, di mana kamu pernah bermanja dengannya, sebuah alternatif untuk meraih kembali bahagia. Kegundahan hati yang selama ini menggelora manja, akan diobati dengan secawan bahagia. Kelelahan akibat aktivitas panjang, akan tertutupi dengan sehela napas bahagia. Memori terindah untuk membentuk sugesti bahwa bahagia pernah ada di dalam kehidupan kita.

Sunset di Senja Minggu
Kamu pernah merasakan pikiran tenang saat melihat sunset? Mungkin saja itulah saat-saat bahagia pertama itu. Datang kembali ke pantai yang sama, di saat sunset menukik tajam, kamu akan merasakan kembali bahagia diburai menjadi serpihan-serpihan penuh kasih.

Suasana pantai memang tempat yang paling rentan terhadap bahagia. Aura yang dihadirkan oleh lautan lepas, ombak yang garang, angin sepoi-sepoi tak lain sebagai penyejuk jiwa yang telah penuh terisi beban.

“Teriak saja di bibir pantai untuk melepas masalah!” mungkin kamu pernah mendengar saran ini. Sah-sah saja kamu melakukan hal demikian. Namun itu bukanlah faktor pendukung bahwa kamu akan bahagia selamanya, atau akan melepas beban hidup selamanya.

Saat-saat sendiri di pantai menghadirkan sepi yang cukup mengisi ulu hati yang beku. Pantai dengan debur ombak memberikan kesejukan tersendiri yang tidak akan kamu rasakan di tempat lain. Hal ini pula membuat orang berbondong-bondong menjadikan pantai sebagai objek wisata. Bahagia suatu ketika saat berada di bibir pantai, bisa kamu ulang kembali dengan manis manja.

Kafe dengan Aroma Kopi Menggoda Rasa
Kafe menjadi tempat bahagia lain yang pernah terukir di dalam hidup kamu. Kafe mana yang pernah membuat kamu ingin loncat-loncat manja? Kamu mana yang membuat kamu merasa sangat tampan sekali? Karena ukiran di langit-langit. Karena seorang yang kemudian menjadi pasangan hidup? Karena aroma kopi yang menggoda rasa?

Segala kemungkinan bisa saja terjadi. Kafe di mana kamu merasakan bahagia itu seadanya saja, layak untuk dikunjungi kembali. Kenangan demi kenangan akan menjadi pecahan puzzle terbaik untuk membongkar rasa bahagia yang kini semraut. Duduk sejenak dengan secangkir kopi terbaik membuat kamu bertanya-tanya, apakah benar kamu pernah bahagia di sini?

Benar kamu kangen bahagia? Atau kamu sosok yang mengabaikan bahagia. Atau juga kamu orang yang mengatakan, “Ini semua untuk dunia!”

Lalu, untuk kamu itu apa?

Bahagia. Tentu, karena kata ini begitu menggoda! 

Comments

Post a Comment

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"