Apakah Ekspansi Ponsel Cina Masih Kuat Tahun Depan?

 Ekspansi Ponsel Cina
Xiaomi Mi Mix ponsel tanpa bezel yang tampil elegan – merdeka.com
“Cina masih cukup kuat!” saya berani bertaruh untuk ini. Cina memegang peranan penting dalam dunia teknologi. Pertumbuhan semakin pesat dan menghalau segala kemungkinan untuk mencapai puncak. Cina tidak memedulikan apakah negara maju tertentu mencekal produk mereka. Sasaran Cina adalah negara berkembang dengan smartphone murah kualitas terbaik. Jika dulu Cina dipandang sebelah mata, sekarang semua terbuka lebar, menyalak sampai mata terbinar, bahwa karena Cina bidang teknologi menjadi menarik!

Kamu tidak percaya? Coba saja perhatikan bagian belakang smartphone yang kamu banggakan itu, atau lirik sebentar kotak smartphone. Kemungkinan besar, kamu akan menemukan made in China. Ponsel pintar terkemuka dengan segala kemewahan dan rentang harga mahal pun diproduksi oleh negara Cina, dalam hal ini penguasanya adalah perusahaan bernama Foxconn.

Cina kemudian mulai bangkit. Perlahan-lahan lalu sampai ke atas dengan meraih keuntungan di negara-negara berkembang. Sasaran ini penting digarisbawahi karena negara maju menganggap produk Cina rendahan. Berbeda dengan negara berkembang yang masih mementingkan harga daripada merek atau brand. Cina kemudian melakukan smash ke lekuk tubuh terseksi di negara-negara ini. Apa yang terjadi kemudian adalah Cina menang telak dan mereka terbahak.

Produk Cina Murahan
Itu dulu, kawan. Smartphone made in China selalu dianggap sebagai barang buangan padahal salah satu produk unggulan sampai saat ini masih memiliki label yang sama. Produk-produk Cina dengan layar gelap, sentuhan layar gagal cepat dan sering error, dapur picu meledak-leduk saat diajak main games, ini telah lama ditinggal. Cina masih bermain di smartphone murah tetapi dengan dapur picu kelas atas.

Produsen asal Cina yang telah memiliki nama bermain aman dengan melahirkan produk-produk unggulan semua jenjang. Produsen Cina tidak main-main dalam hal produk terbagus skala global. Perang dimulai dengan tantangan untung dan rugi yang kemudian dipaksa keluar dari jaring laba-laba dengan segala promosi. Cina menggunakan internet sebagai sarana terbaik untuk memasarkan produk unggulan mereka dan goal di Asia. Asia termasuk Beijing sendiri adalah pasar terbaik untuk penetrasi smartphone dunia. Jika kamu telah menggenggam Asia maka dunia akan dengan mudah ditaklukkan.

Cina telah membuktikan hal ini. Sejauh ini cukup banyak logo produk Cina yang bergentayangan di tangan user. Smartphone tersebut pun tidak bisa dianggap sebelah mata. Cina melebur dalam perang dengan menang atau kalah bukan di tengah-tengah. Ponsel pintar Cina diotaki dengan prosesor kelas tinggi, random access memory sampai 6GB, kamera setara dengan DSLR, layar sebening air laut, audio semerdu penyanyi terkenal, dan tentu saja kelebihan-kelebihan lain.

Merek Cina Tidak Menjual
Itu dulu. Jika kamu ditawarkan produk Cina pasti akan mengeleng. Namun sekarang kamu malah mencari produk-produk Cina ini. Produsen Cina tidak hanya duduk manis di dalam kantor, merenung apa yang terjadi tetapi melakukan survei kebutuhan pasar. Kemudian lahirlah produk-produk dengan slogan seperti build for photography atau selfie expert.

Peluru ditembak dan user terkena dengan darah bercucuran. Produk Cina menjadi best selling di berbagai negara berkembang. Produsen yang tersenyum penuh kemenangan lalu menaikkan tingkat, naik derajat, naik kelas ke produk-produk high end untuk melawan kejayaan produk lain yang terlebih dahulu berkuasa. Cina terlihat sangat serius dengan produk kelas atas mereka. Bodi yang elegan, manis, lembut dan terbuat dari kaca atau aluminium. Dapur picu yang gahar, tidak tersendat-sendat. Ekspansi jaringan lebih cepat ke 4G LTE. Kualitas gambar detail dari kamera terbaik.

“ZenFone 3 sudah ada, Bang?”

“Oppo Selfie Expert berapa, Bang?”

“Mi Note 5 sudah keluar, Bang?”

Jangan tanya kenapa, tiga pertanyaan ini cukup mewakili kerajaan Cina telah dibangun dengan bendungan sangat besar. Cina tidak berhenti sampai di sini. Pengembangan produk dilakukan sampai benar-benar melahirkan smartphone kelas atas siap saing dengan negara tetangga bahkan barat.

Cina Raja Contek
Mungkin dulu. Satu sisi wajar saja karena hampir semua produk dirakit di Cina. Tetapi saat ini bisa dikatakan Cina menjadi kiblat inovasi smartphone. Mungkin saja produsen negara lain yang telah lama ‘angkuh’ dan ‘perkasa’ keteteran menerima pukulan ini.

Cina tidak lagi menjadi raja contek karena produk unggulan mereka lahir sampai membuat mata terpana dan budget terkuras. Cina berani mengeluarkan produk kelas atas tanpa bezel. Cina juga tangguh dilawan saat RAM 6GB dibenamkan pada smartphone murah. Cina belum terkalahkan saat hasil kamera diadu dengan DSLR.

Kemudian, smartphone dari Cina memiliki identitas tersendiri. Bahkan, jika tidak melihat logo di depan maupun belakang layar, kita sudah dapat membedakan sebuah produk. Hal ini memberi signal bahwa Cina telah berada di atas awan melawan kejayaan kerajaan lain yang sering lempar batu sembunyi tangan saat produk gagal di pasaran.

Bagaimana dengan tahun depan? Ekspansi smartphone Cina belum berakhir. Bahkan, ini baru permulaan dari Cina untuk meraup simpati dunia. Cina sedang menanjak ke ranah lebih tinggi. Asia telah ditaklukkan dan kini menunggu barat yang selama ini terlena dengan satu produk unggulan. Cina tidak bisa lagi dianggap sebagai lawan kelas teri, mereka adalah si Hobbit yang punya banyak akal dalam menelurkan karya spektakuler dari tahun ke tahun.

Comments

  1. Wahahah itu dulu. Produk cina murahan. Sekarang harga murah produk bersaing

    ReplyDelete

Post a Comment

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"