Traveling Nggak Cuma Mimpi Jika Kamu Punya Syarat Ini

Traveling Nggak Cuma Mimpi
Kepadatan traveler di Terminal 3 Soetta - Photo by Bai Ruindra
“Aku ingin traveling!” wajar dong kalau saya mengutarakan kalimat ini. Liburan akhir tahun sudah di depan mata. Promosi destinasi paling menarik di Indonesia semakin menyuarakan kedigdayaan mereka. Promo tiket pesawat pun akhir-akhir ini semakin gencar-gencarnya. Satu kemungkinan dari semua yang tidak mungkin, bahwa saya dapat traveling akhir tahun ini atau kapan pun itu, jika saya…

Ada uang; sudah pasti.

Waktu luang; bisa ambil cuti dari pekerjaan.

Teman jalan; traveling sendirian pun nggak masalah.
Ayo berangkat!
Saya mau traveling gratis. Lagi. Ini dia yang ditunggu-tunggu. Mimpi apa saya semalam harus menerima hukuman traveling gratis? Pasti ini yang akan keluar dari ungkapan syukur jika tiba-tiba e-mail masuk merupakan undangan jalan-jalan. Tentu, tidak semua orang mendapat surat elektronik semacam ini. Hanya orang-orang beruntung saja. Apakah menang undian. Apakah e-mail nyasar dari miliuner baik hati. Apakah jejak tak bertuan. Segala kemungkinan bisa saja terjadi. Namun dari semua kemungkinan itu, saya bisa traveling jika…

‘Saya Seorang Blogger’
Saya bangga menjadi seorang blogger. Saya juga bangga menjadi seorang guru walaupun masih berstatus guru honor. Saya adalah guru blogger yang terkeren menurut saya sendiri. Bagai dua sisi mata pisau, dua profesi yang saya jalani ini begitu tajam menurut kaidah masing-masing. Saya harus memadukan blogger dan guru menjadi manisan yang enak; tidak terlalu asam, tidak begitu manis dan tidak asin yang sebagian besar orang mengatakan nanti saya ingin kawin.

Dari pengalaman traveling ke beberapa daerah di Indonesia. Mulailah saya berbuih menceritakan kisah-kisah serius, lucu sampai 17 tahun ke atas namun tetap saya cerita setelah melalui sensor khusus. Mungkin kamu mengatakan saya sombong cerita tentang traveling. Namun saya memahami ini sebagai motivasi bahwa dengan tidak ada uang di dalam kantong berjuta-juta saya bisa traveling. Poin ini yang kemudian saya ‘rudal paksa’ ke dalam memori siswa dan siswi di sekolah. Bukti setelah itu adalah pamer barang-barang mewah seperti smartphone high end maupun tablet mahal.

“Serius bisa jalan-jalan dari menulis, Pak?” Muftiana, siswi saya yang selalu lupa apa yang saya ucapkan lima menit lalu.

“Benar, ini kan foto saya di Bali!”

“Enak kali Bapak bisa jalan-jalan gratis!” sambung Muftiana lagi dengan ceria. Walaupun teman-teman lain tertawa karenanya, ia tetap tidak peduli.

“Bagaimana bisa dapat HP bagus, Pak?” Kisma lebih antusias jika saya memamerkan smartphone terbaru.

“Kamu harus menulis!”

“Bagaimana caranya menulis, Pak?” Iga si juara umum lebih peka pada hal-hal demikian.

Tiga siswi saya ini berada di kelas berbeda dan menanggapi dengan cara berbeda pula.

“Pak, selfie dong!!!” siswi-siswi lain lebih heboh soal ini jika saya lewat.

“Pak, ada lihat bule telanjang di Bali nggak?” rata-rata siswa akan bertanya soal ini.

“Maka, kamu harus ke Bali!”

“Caranya, Pak?”

“Jadilah seorang blogger!” lalu yel-yel terdengar penuh amarah.
Traveling Nggak Cuma Mimpi Jika Kamu Punya Syarat Ini
Pemandangan Bali yang menggoda.
Lepas dari semua, soal blogger yang dapat traveling gratis ini menjadi satu-satu alasan bahwa liburan nggak cuma mimpi untuk siapapun. Saya selalu berkata kepada siapapun yang tanya, “Aku hanya dapat tiket penerbangan pulang pergi, penginapan dan makan selama di sana!”

Dan, mereka tidak percaya bahwa tabungan saya sedikit. Mereka hanya tahu saya traveling secara tidak gratis.
Pemandangan dari atas awan selalu membuat kagum.
‘Saya Seorang Atlet’
“Jadilah seorang atlet beneran!” saya selalu berujar ini saat berada di kelas siswa yang baru pulang main bola atau kepalanya selalu ke lapangan voli.

“Kenapa, Pak?” tanya mereka.

“Kalian bisa jalan-jalan gratis!”

“Mana ada,” selalu ada celutukan maut demikian. Saya pikir inilah sifat putus asa atau tidak percaya dengan segala kemungkinan.

“Kalian punya idola pemain bola kan? Balapan motor hari minggu deh kalau begitu,” saya memulai. Bagi saya dan untuk mereka paham, semua orang yang terlibat dalam olahraga adalah seorang atlet.

“Mereka itu ke mana-mana dibayarin dan dikasih honor pula kalau menang!”

Lalu saya mulai berandai-andai. Benar atau tidak kamu bisa mendeskripsikan lebih lanjut. Saya mengatakan bahwa para atlet yang bermain di satu negara akan dapat jalan-jalan gratis di negara dimaksud. Bayangkan jika dalam setahun mereka memiliki pertandingan di puluhan negara, maka mereka dapat bersenang-senang di puluhan negara tersebut.

“Begitu ya, Pak?”

“Iya. Kalian mau atau tidak?”

Ada yang jawab mau. Ada yang jawab tidak. Ada yang masih jawab mana ada.
Sebentar lagi landing, siap-siap berkemas!
Dua saya seorang ini selalu saya gempur tiap kali sesi hiburan di dalam kelas. Siswa dan siswi yang gaduh, terkadang harus terpana mendengar ocehan saya yang tidak seberapa dibandingkan dengan keinginan mereka untuk cepat sampai ke lapangan voli. Dua saya seorang ini terbukti ampuh untuk kamu jika ingin jalan-jalan atau traveling gratis. Profesi lain memang banyak seperti jurnalis, pramugari sampai selebriti. Namun tiga profesi ini membutuhkan kemampuan yang cukup andal. Kamu mau jadi jurnalis yang akan meliput berita ke negara perang atau damai, tentu saja harus siap menerima tantangan. Tidak hanya itu jurnalis yang ‘terkenal’ itu harus rupawan, tubuh porposional agar ketika masuk televisi jadi gagah, cantik atau segala definisi setelah itu.

Seorang pramugari atau pramugara juga tidak jauh beda dengan jurnalis. Tuntutan pekerjaan harus tampan dan cantik tentu menjadi kendala untuk kita yang biasa-biasa saja. Belum lagi bicara orang pendek seperti saya, jauh-jauh deh mendekati profesi begini. Terakhir, selebriti adalah figur idola. Artinya harus punya kelebihan lebih dari orang lain. Jika tidak ganteng dan seksi, saya harus percaya diri dengan mengeluarkan kata-kata galau sehingga terkenal. Namun, untuk mencapai selebriti setara Syahrini atau minimal Fatin yang traveling dibayarin semua, saya harus pindah ke Jakarta. Saya juga harus benar-benar sangat terkenal agar lebih banyak mendapat endorse. Selebriti yang penuh sensasi ujung-ujungnya traveling juga bayar sendiri.
Menikmati menu 'sederhana' ini di udara mewah sekali, lho!
Akhirnya, tiga profesi ini saya coret jika sedang menggebu-gebu di depan siswa. Dua saya seorang di atas selalu saya kaitkan dengan traveling karena dua profesi ini pula yang paling mudah dijangkau oleh siswa saya. Mereka yang gemar membaca maka suatu saat akan menulis. Mereka yang rutin olahraga suatu saat akan menjadi atlet terkenal dan dibawa ke mana-mana. Untuk bidang olahraga ini pula beberapa siswa dan siswi memang telah melebarkan sayap mereka walaupun baru keliling Aceh saja. Tetapi ini adalah modal untuk melaju lebih kencang. Kamu yang di sana, masih berpikir bahwa traveling cuma mimpi saja? Apa solusi terbaik untuk ini? 

Comments

  1. wahh.. jadi pengen jalan-jalan gratis juga. bisikin tipsnya dong bang? hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tips dari saya menulis saja jangan berhenti kali ini merasa 'gagal' niscaya keberkahan itu akan datang pada masanya.

      Delete
  2. Saya sudah membuktikan bahwa dengan menulis saya bisa jalan-jalan gratis, dapat produk gratis, modal gratis, dan masih banyak gratisan-gratisan lainnya. Tapi, kadang rasa malas & jenuh kok mengalahkan effort saya ya. Emm... mungkin saya kurang fokus.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semangat Mbak Anita. Masa mood kurang itu istirahat saja nanti balik nulis lagi :)

      Delete
  3. Inspiratiiff bangeet bang 😁 terima kasih sharing ceritanyaa. . Menulis dan terus menulis agar kenangan yg terjadi bisa lebih abadi dan bisa bermanfaat untuk org lain. Salam kenal bang 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal kembali Lucky, ayo semangat menulis dan berbagi banyak hal :)

      Delete
  4. Aku pengen diajak traveling kemana aja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga pengen selama dibayarin hehehe

      Delete
  5. Wah, keren banget. Pengen juga deh sama kayak kakak. Bisa jalan-jalan gratis keliling Indonesia. Salut!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih. Semoga kamu mempunyai langkah yang sama ya bisa jalan-jalan gratis karena menulis :)

      Delete
  6. Tulisannya membuatku pulang ke masa di mana bangku sekolah adalah benda yang akrab denganku. Seandainya semua guru jaman dulu membebaskan siswanya berimajinasi tentang cita citanya. Memberikan penjelasan bahwa kalian bisa kok enggak jadi presiden tapi bisa dikenal banyak orang dari penjuru dunia, ya jadi blogger.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga makin banyak guru yang memberi inspirasi untuk anak didik ya Mbak Astin :)

      Delete
  7. Replies
    1. Betul dan nggak mesti harus ada uang :)

      Delete

Post a Comment

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"