Blog atau Belajar Menulis, Mana Pilihan Kamu?


Akhir-akhir ini, dunia blogging begitu menggelora. Sebutan blogger telah menjadi profesi yang begitu menjanjikan sebagai freelance. Profesi tanpa kantor ini dapat disebut sebagai freelancer yang paling beruntung di dunia. Karena apa? Profesi ini dianggap paling menjanjikan dan menggiurkan secara finansial. Kamu cukup menulis banyak hal unik, menarik, membangun personal branding lalu meledak di jagad maya.


Kini, dikenal sebutan travel blogger, beauty blogger, food blogger, techno blogger, dan beragam sebutan lain di mana masing-masing penulis blog ini fokus pada satu isu saja. Seorang yang suka jalan-jalan akan menulis beragam kisah perjalanan dengan foto-foto lengkap dan menggoda mata. Seorang pecinta makanan tak segan-segan menulis tentang kuliner di tempat tersudut sekalipun. Seorang ratu kecantikan begitu mudah beralih ke dunia blog dengan menyisipkan tips-tips tampil cantik. Dan, yang lebih mudah didapatkan adalah seorang blogger yang rutin menulis tentang teknologi, baik itu ulasan produk maupun hal-hal lain yang berkenaan dengan itu.

“Ajarin buat blog dong, Bang!” sering sekali saya menemukan permintaan ini. Mungkin, dalam pemikiran mereka yang meminta diajarkan tersebut, blog sangat mudah dibuat dan dalam detik itu juga langsung melejit menjadi selebblog seperti blogger yang sudah terkenal dan mendapat banyak endorse. Namun, si teman yang merajuk tersebut lupa satu hal penting dari fenomena ‘artis’ blog ini. Apa itu?

Dunia Blog adalah Dunia Menulis
Modal awal blogger adalah menulis - contentcollision.co
Saya membangun blog tentu berbeda dengan blogger lain. Dunia blog tak terlepas dari dunia menulis karena tugas seorang blogger adalah menulis. Siapa yang bisa menulis ini adalah semua orang karena tiap orang sejatinya punya kemampuan untuk menulis. Pada kenyataannya, orang-orang tertentu tidak mau menulis karena alasan ‘sibuk’ dan aktivitas yang begitu ‘banyak’ dibandingkan orang lain.

Seorang blogger adalah menulis agar terkenal sebagai seorang yang mempunyai cita rasa dalam aksara. Soal typo dalam sebuah artikel bisa saja diubah (diedit ulang) namun soal bahasa dan tata baca tidak bisa diedit kecuali menulis ulang. Hal ini yang harus dipelajari sebelum yakin menjadi seorang blogger. Bagaimana saya menulis adalah bagaimana saya membaca. Pelajaran mengenai ejaan bahasa Indonesia telah dimakan dengan lahap sejak awal duduk di bangku sekolah. Saat kamu terjun ke dunia blog, maka penulisan itu tidak perlu lagi dikritisi sampai mendalam. Dunia blog berbeda dengan sastra namun kaidah bahasa harus diperhatikan dengan baik. Saat menulis di blog, boleh suka-suka, sambil jungkir balik, sambil teriak manja atau dengan cara apapun. Namun, tidak ada pembenaran saat kamu salah menulis.

“Bai kok kamu suka film Korea!”

Bukan,

“bai kok kamu suka film korea!”

Bai adalah nama – sebutan – dan Korea menunjukkan tempat. Hal sepele ini memang “Ah, biasa saja di dunia blog!” tetapi jangan lupa bahwa blogger bukan cuma kamu saja, blogger yang terkenal, sudah sampai ke taraf selebblog, menulis dengan baik dan bagus serta terstruktur itu banyak sekali.

Memang, tidak ada pembenaran atas apa yang kamu tulis, suka-suka kamu atau ngapain saja terserah blogger. Tetapi, begitu masuk ke dunia pembaca, kamu akan dinilai berbeda.

Kok tulisannya kacau banget sih?

“Ini mana titik koma-nya?”

“Nama tempat dan nama orang seharusnya pakai huruf kapital!”

Blog yang semakin banyak, persaingan juga semakin ketat. Persaingan itu tidak lagi berurusan dengan tampil cantik di halaman pertama mesin pencari. Persaingan soal halusnya sebuah tulisan akan membawa seorang blogger mencapai titik personal branding seperti yang diinginkan. Lalu, saat beberapa pertanyaan muncul setelah itu, saya selalu balik bertanya, “Apakah kamu mau menulis?”

Blog Dimulai dengan Menulis
Menulis blog butuh konsep tulisan - maxmanroe.com
Saya tidak bisa membagi artikel ke blog teman yang ingin buru-buru terkenal melalui blog. Kamu juga tidak akan memberikan ide menulis kepada orang lain karena tiap orang memiliki peta tersendiri dalam menulis. Blog yang sedang naik daun ini sebenarnya dimulai dengan menulis. Cita rasa seseorang dalam menulis akan berbeda. Penyampaian tentang sesuatu akan berbeda, dari sudut pandang sampai tutur kata. Sampai di sini, seorang blogger akan dikenal dengan tulisannya yang mendayu-dayu, langsung ke topik atau ciri khas lain.

Kenapa saya bertanya hal menulis kepada teman yang ingin belajar blog? Karena modal sebuah blog adalah tulisan biarpun kemudian fokus ke fotografi atau lain-lain. Bahkan, sebuah foto yang diinput ke dalam blog harus diceritakan tentang minimal 5W+H. Mulai dari sini tugas kamu adalah menulis walaupun hanya satu paragraf saja.

“Menulis itu tidak bisa diajarkan!”

Saya bisa mengajarkan pembuatan sebuah blog, mulai dari pendaftaran, ubah ke domain berbayar, edit template, pemasangan widget sampai pendaftaran Google Adsense. Namun saya tidak bisa mengubah kamu untuk dapat menulis hal-hal indah dalam sebuah artikel. Itulah tugas utama kamu jika benar-benar berniat menjadi seorang blogger.

Apa yang tidak bisa diajarkan dalam menulis? Semuanya kecuali soal ejaan dan tanda baca. Cara kamu memulai sebuah kalimat saja akan berbeda dengan blogger lain. Sudut pandang kamu dalam menulis berangkat dari kepekaan dan diikuti dengan pemilihan kata yang asyik dibaca. Proses belajar menulis adalah dengan menulis. Seiring waktu, kamu akan paham bahwa tulisan semakin baik jika terus diasah dengan kemampuan menulis. Bekal teori saja tidak cukup jika kamu belum menerapkan setiap penggalan kata menjadi sebuah kalimat. Teori-teori yang terlalu banyak akan membingungkan kamu dalam memulai sebuah paragraf.

Kamu punya ciri khas tersendiri dalam menulis. Pembeda inilah yang mengangkat kamu menjadi blogger yang begini dan begitu. Kamu bebas menulis tentang pengalaman traveling dari sudut pandang manapun, galau-galau semaunya, tetapi konteks ejaan sudah diperhatikan dengan benar. Kamu tahu di mana harus menempatkan huruf kapital, kata atau kalimat mana yang harus dimiringkan, penggalan kata yang benar itu ada di mana, semua berangkat dari apa yang telah kamu pahami sebelumnya.

Renyahnya sebuah tulisan bukan ditulis dengan gaya alay yang membingungkan pembaca. Sebuah tulisan menjadi renyah karena diciptakan dengan sepenuh hati oleh penulis. Blog yang bersaing dengan blog lain dan situs berita mainstream, begitu mudah ditekan back oleh pembaca apabila tulisannya tidak dapat dipahami dengan baik.

Buat Blog Dulu atau Belajar Menulis?
Sebuah ide datang dengan cepat saat rutin menulis - sant9.com
Aktifkan blog cuma butuh internet saja. Lepas dari itu, jika kamu tidak mau belajar ke orang lain, cukup mencari informasi dan tutorial yang lengkap di mesin pencari. Kamu tinggal mengikuti langkah-langkah pembuatan blog dan langsung bisa tayang detik itu juga. Jika ingin langsung beken, domain berbayar akan aktif minimal satu jam setelah pengaktifan.

Apa yang dipublikasikan jika belum ada tulisan? Belajar menulis menjadi pilihan utama bagi seorang blogger. Sedikit saja ilmu tentang menulis sudah cukup, modal ini bisa kamu kembangkan seiring dengan aktif menulis. Tulisan pertama memang tidak bisa dipungkiri sangat ‘jelek’ sekali tetapi tahap-tahap setelah itu adalah pembelajaran terbaik untuk mengubah dan menulis dengan sempurna.

Tahukah kamu bahwa membuat blog cuma butuh waktu lima menit saja? Kenapa saya katakan demikian, ini cuma untuk mengaktifkan atau mendaftarkan akun blog bukan mengedit template dan sejenisnya.

Tahukah kamu jika menulis 300 kata bisa sampai 1 jam untuk penulis pemula? Angka yang tertera di toolbar itu rasanya banyak sekali padahal hanya setengah halaman dokumen. Penulis pemula butuh waktu lebih lama dibandingkan penulis yang sudah rutin menulis tiap hari. Penulis pemula sering kebingungan mau menumpahkan semua isi kepala tetapi tidak ada satu kata pun yang keluar. Penulis yang sudah terbiasa menulis, tanpa perlu outline sudah paham ke mana arah menulis 300 kata tersebut.

Kamu yang sering bertanya soal ini, kembali lagi saya tegaskan, menulis saja dulu sebelum membuat blog. Dalam mendukung aktivitas menulis dan membuat blog, laptop yang bagus menjadi pilihan, salah satunya laptop HP. Jika kamu sudah siap dengan satu artikel saja, saya juga siap mengajarkan bagaimana mengaktifkan sebuah blog! Kamu siap untuk tantangan ini? 

Comments

  1. Terima kasih Mas Bai.. Ini yang saya perlukan untuk disampaikan kepada seseorang yang sedang ingin memulai blog-nya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama MasEko, semoga dapat diambil manfaatnya ya! Titip salam untuk seseorang tersebut :)

      Delete
  2. Setuju mas. kalo kita terus menulis, lama-lama juga akan terbiasa dan tulisan semakin bagus. Salam kenal!

    ReplyDelete
  3. Rasanya kok ketampar banget ya sama tulisan mas, hehe.
    Dari dulu sampai sekarang, saya ngeblog itu karena memang ingin belajar menulis. Entah sampai kapan, yang penting belajar, belajar, dan belajar terus. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menulis rutin juga proses belajar menjadi lebih baik Mas, tetap semangat!

      Delete
  4. Saya dulu ngeblog justru buat belajar menulis mas sewaktu di multiply :D
    Termasuk menulis novel hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah pernah main di multiply juga, saya juga banyak belajar dari sana :)

      Delete
  5. Dulu saya bikin blog bukan karena punya modal keinginan menulis tapi karena ikut-ikut teman haha haduh...

    Namun lama-kelamaan dari ngeblog itu saya semakin menyadari untuk terus mengembangkan kemampuan menulis

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mas Brian, dari ikut-ikutan jadi seleb itu berkah banget lho :)

      Delete
  6. kadang memang sulit mengikuti EYD untuk mendapatkan gaya penulisan kita sendiri *hehe

    t

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sulit yang wajib ya Mas, tapi masih bisa kok :)

      Delete
  7. aku suka nulis tapi juga suka ngeblog, apalagi kian lama dunia blog semakin memudahkan kita untuk mencari rezeki halal dari kegiatan menulis di blog. semoga barokah. aamiin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin. Semoga berkah ngeblognya mbak Ade :)

      Delete
  8. Masih belajar mengenai copy writer dan mempertahankan konsistensi untuk menulis

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, menulis itu harus konsisten :)

      Delete
  9. aku awalnya bikin blog dulu baru nulis, gara2 punya blog malah jadi bisa nulis

    ReplyDelete
    Replies
    1. Akhirnya menulis dengan bagus ya mbak :)

      Delete
  10. Entah kenapa setiap saya membaca artikel dengan topik ini saya kembali menyadari bahwa blogger bukan sekedar seorang imers atau publisher, tapi pada hakekatnya adalah seorang penulis, menulis dengan bebas tanpa beban akan uang yang membuat hari kering, terimakasih atas artikelnya mas :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya berharap terus konsisten ya, perkara menulis itu mau tidak mau sebenarnya :)

      Delete
  11. Kalau saya simpulkan, kemampuan menulis itu bukan kemampuan tekhnis seperti reparasi sepeda motor, atau matematikan yang 1 di tambah 1 = 2. Kemampuan menulis itu kemampuan berbicara. Orang yang sudah punya sedikit perbendaharaan kata, biasanya akan lebih mudah untuk menulis

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menulis itu belajar dengan menulis, berbeda dengan membuat blog yang punya tutorial lalu diikuti pembuatannya :)

      Delete
  12. Saya sendiri masih kurang begitu memahami bagaimana penulisan artikel yang benar

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo sering diasah dengan terus menulis!

      Delete
  13. Makasiiih mas Bai sharingnyaa. Bermanfaat bangeet. Harus terus meningkatkan kualitas tulisan ini :)

    Kalau saya pribadi jadi blogger karena suka dengan dunia literasi, jd sambil mengasah diri aja supaya bisa menulis dengan baik :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih Mbak Lucky, semoga terus menginspirasi dan tetap semangat berbagi ya!

      Delete
  14. good artikel bg bai, kadang mood itu juga mempengaruhi, ngak gampang utk konsisten, tapi yg konsistenlah yg berhasil, iya kan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih Asra, terus konsisten jangan sampai dikalahkan oleh mood!

      Delete

Post a Comment

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"