Dokter Alergi Anak untuk Atasi Alergi yang Paling Sering Dialami Buah Hati

Periksa anak ke dokter - diloker.com
Banyak diantara buah hati Anda yang mungkin memiliki masalah alergi pada satu atau dua hal, sehingga bingung dalam mencari dokter alergi anak. Tak bisa dipungkiri bahwa masa-masa dini khususnya bagi bayi hingga usia balita, ada banyak hal yang dapat memicu reaksi alergi pada mereka. baik itu konsumsi makanan atau juga lingkungan, apalagi mengingat daya tahan tubuhnya juga masih lemah, tak seperti orang dewasa. Sebenarnya alergi ini sendiri bukan sesuatu yang dapat disembuhkan, namun bisa dihindari.
Jika Anda sudah tau sedini mungkin bahan-bahan apakah sajakah yang dapat memicu kondisi tersebut maka bisa menjauhkannya dari buah hati. Di usia anak-anak sendiri sebenarnya ada banyak hal yang tak Anda sadari sebenarnya bisa menyebabkan alergi, diantaranya adalah:
  • Susu, sebagai makanan pokok bagi bayi, mereka memang tak akan bisa dipisahkan dari jenis minuman kaya akan gizi tersebut, hanya saja dalam beberapa kondisi, khususnya adalah intoleransi laktosa, membuat buah hati Anda tak dapat mengkonsumsi produk susu sembarangan, karena dapat memicu alergi tersebut. Produk susu yang aman digunakan harus sudah menghilangkan kandungan laktosa di dalamnya, atau mencari alternatif susu dari bahan dasar kedelai. 
  • Telur, tentunya sudah tak asing dengan makanan yang satu ini, kebanyakan diantara anak-anak pastinya menyukai telur, namun ternyata protein yang dalam telur tak semuanya aman bagi anak-anak. Sebagian besar justru bersifat melawan tubuh, sehingga menyebabkan gejala alergi. 
  • Udang, seafood adalah salah satu nikmat yang kaya akan kandungan gizi, namun makanan laut juga kaya akan at yang memicu reaksi allergen pada tubuh anak-anak. Ini menyebabkan kulit menjadi gatal, bengkak hingga memerah. 
Agar tak sampai mengalami masalah tersebut, sebaiknya konsultasikan alergi ke dokter tentang alergi anak, nantinya buah hati Anda akan menjalani serangkaian tes. Tes ini sangat berguna untuk melihat apa saja yang boleh dan tak boleh dikonsumsi karena bisa memicu reaksi alergi. Sebagian besar nantinya bisa sembuh seiring dengan pertumbuhan usia, namun jika ini bawaan atau faktor keturunan beras kemungkinan juga tak sembuh.

Comments