Apa Keistimewaan iPhone 7 sehingga Dinanti Bagai Dewa di Indonesia?

iPhone 7 - phonearena.com
iPhone 7 akan segera dijual di Indonesia dan telah wara-wiri melalui preorder di situs belanja online. iPhone 7 sejatinya telah lama ‘laku keras’ di luar Indonesia namun baru bulan ini mulai dipasarkan. Bahkan, informasi yang masih simpang siur menyebutkan bahwa petinggi Apple terbang langsung dari Cupertino ke Jakarta untuk melakukan launching iPhone 7. Berita besar jika ini benar-benar terjadi. Alasannya, Indonesia selalu menjadi anak tiri oleh perusahaan yang masih disegani dunia ini. Indonesia masih dianggap sebagai negara yang nggak laku untuk berjualan namun tampaknya anggapan tersebut salah karena iPhone “diklaim’ laku keras di pasar Indonesia, mungkin saja untuk kalangan orang kaya.
Produk Apple sudah sejak dulu dikenal sebagai produk kelas premium (kelas atas) sehingga tidak semua orang dapat membelinya. Harga yang mahal katanya sesuai dengan interface dan juga pelayanan yang diberikan oleh Apple. Mungkin saja benar, mungkin juga salah karena rata-rata pengguna smartphone memiliki kriteria tersendiri dalam memainkan hal ini. Ingat dengan Nokia, bukan? Bahkan sampai saat ini pengguna zaman dulu masih mengingat nama Nokia dengan baik. iPhone juga demikian karena ‘sesuatu’ yang menendang badan sampai tersungkur itu dimulai dari produk ini walaupun kemudian tidak selamanya benar.

Mengapa iPhone 7 layak dinanti? Sama halnya dengan jajaran produk iPhone sebelumnya, fanboy – sebutan untuk penggemar iPhone – rela mengantri untuk mendapatkan generasi iPhone terbaru. Di sisi lain, ada sebagian yang rela menjual organ tubuh untuk dapat membeli sebuah iPhone. Di satu sudut berbeda, sebagian termehek-mehek karena memikirkan kredit iPhone yang telah sampai tanggal bayar. Namun begitu, iPhone tetap dicintai dan selalu mendapat perhatian lebih tiap kali launching.

iPhone memiliki sisi yang tidak ada pada produk lain. Kekuatan ini menjadi landasan bahwa mereka masih disegani dan dinanti oleh sebagian kalangan – bukan semua kalangan karena tidak semua orang menanti produk iPhone dan sebagian malah telah mencintai produk lain dari jajaran Android. Istimewanya iPhone sehingga dianggap sebagai ‘dewa’ oleh sebagian orang ini karena keistimewaan itu hanya milik mereka. Lantas, apa saja keistimewaan itu?

Pertama, tercatat Apple hanya mengeluarkan satu produk saja dalam satu tahun. Sepanjang 2007 sampai 2017 bisa dilihat bahwa Apple begitu konsisten dalam mengeluarkan produk. Apple bermain pada kepuasan konsumen pada satu produk sehingga tidak mengeluarkan produk lain pada tahun yang sama. Jika telah mengeluarkan iPhone 7 maka Apple tidak akan mengeluarkan iPhone-iPhone dengan label berbeda di tahun itu. Baru dua tahun terakhir iPhone mengeluarkan 2 varian saja, yang berbeda ukuran (inci) namun tetap memiliki penamaan yang sama. Konsistensi Apple dalam mengeluarkan produk ini selalu terjadi dan Apple seakan menanti produk sebelumnya basi baru mengeluarkan yang baru dari oven yang masih hangat.

Kedua, harga mahal (premium). Sebenarnya ini kembali kepada gengsi semata. Saat ini produk-produk lain juga telah memiliki rentang harga yang mahal untuk produk terbaik mereka. Namun kembali ke premiumnya Apple bahwa mereka seakan premium dari segala sisi. Mulai dari produk yang elit sejak munculnya, aplikasi yang ketat, sukar disusupi sampai hal-hal lain yang membuatnya semakin elit. iPhone juga yang mempopulerkan cassing aluminium sampai kaca sehingga elitnya kembali diraih dengan mantap.

Ketiga, iPhone adalah produk yang berbeda di awal munculnya. Full layar sentuh menjadi pembeda dengan produk yang lain. Memang bukan iPhone yang mempopulerkan layar sentuh tetapi untuk full layar sentuh adalah miliknya. Pembeda yang mencolok itu menjadikan iPhone barang yang langka sampai produk-produk lain mengekor – disebut – mengiblat kepada iPhone. Kenapa hal ini terjadi karena keberuntungan iPhone yang mencolok tidak hanya karena bentuk yang berbeda namun sistem operasi yang beda. iPhone memulai dengan sistem operasi yang hanya untuk mereka sendiri dan disebut sebagai sistem operasi mobile yang terbaik sejauh ini meskipun Android telah mengejar dengan ketat.

Keempat, keistimewaan dalam sistem operasi. Benar sekali bahwa sistem operasi iOS yang menangcap dalam iPhone merupakan sistem operasi yang sukar diobrak-abrik. Meskipun iOS pernah disusupi mereka yang suka mencuri, sistem operasi ini tetap menjadi yang terdepan untuk keamanan. Alasan yang pasti dan kuat bahwa sistem operasi ini bersifat tertutup sehingga sukar untuk ditembus untuk disusupi.

Kelima, di Indonesia sendiri, walaupun kebenaran masih diragukan namun Apple telah menggelontorkan rencana dengan membangun pusat riset dan pengembangan demi memenuhi aturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN). Apple membangun Innovation Center untuk industri software senilai USD 40 juta. Poin ini yang menjadikan iPhone 7 menjadi istimewa di Indonesia karena akan memenuhi syarat masuk. Meskipun syarat ini belum sepenuhnya berjalan tetapi dengan dilaunching besar-besaran bisa jadi TKDN segera terlaksana.

Keenam, kesan pemakai iPhone adalah orang kaya. Budaya ini yang sukar dibuang. Walaupun iPhone yang memilik harga serupa dengan produk lain mencapai Rp.10.000.000 lebih tetap saja iPhone terdepan dalam penilaian seseorang.

Ketujuh, iPhone memiliki kelas tersendiri. Pengguna iPhone seakan memiliki kelas tersendiri yang mirip dengan anak-anak elit di sekolah elit pula. Pengguna iPhone seakan melambung tinggi ke tingkat tertinggi dalam bermain-main bahkan memamerkan produk unggulan terbaru. Wajar jika Apple memberikan pelayanan terbaik karena pengguna iPhone yang setia bahkan membeli mati-matian produk ini.

iPhone bagaikan ‘dewa’ yang selalu dipuja. Peluncuran yang dibundling oleh salah satu operator sedang ditunggu oleh fanboy. Kita tunggu saja bagaimana gerakan iPhone di Indonesia. Apakah laku keras sesuai ekspektasi? Atau hanay ‘laku keras’ saja tetapi jarang kita lihat orang membawa iPhone 7 di jalan, di mana-mana! 

Comments