Kamu Mahasiswa Baru? Sebaiknya Beli Notebook atau Smartphone di Awal Semester Ini

Notebook atau smartphone? - pixabay.com
Sebentar lagi, tinggal menghitung hari seperti pesan lagu cinta dari Krisdayanti. Kamu yang saat ini duduk manis di putih abu-abu, akan terbang tinggi ke langit tak berperi. Angkasa yang luas untuk sebuah angan dan juga cita-cita yang terbengkalai dalam rasa. Tepat saat ini bermanja, kamu membutuhkan pil-pil pahit untuk memuluskan jalan menuju kemenangan.
“Bu, beli ini,”

“Pak, beli itu,”

“Ma, aku mau ini,”

“Pa, aku mau yang itu,”

Tegas dalam egois dan tidak mudah untuk mengatakan tidak. Begitulah waktu remaja yang melankolis dalam keinginan-keinginan, yang tidak mungkin dimiliki lagi pada masa setelah itu. Debar jantung begitu berkelebat saat hari itu tiba, menjadi mahasiswa. Lalu apa dan bagaimana?

Di layar yang bersinar, kamu butuh kesegaran dan menepikan sifat manja. Angka dan huruf terpatri disela kalimat yang sebentar dihapus, diulang kembali ketikan serupa dan bingung mengulang kalimat yang sama saat benar-benar ter­delete. Tiba pada waktu yang tidak terduga, kamu butuh atmofser lebih segar untuk menyempurnakan hari. Di mana-mana orang memegang notebook (laptop) untuk memulai aktivitas. Dosen di depan kelas dengan angkuhnya menjelaskan teori hanya berdasarkan slideshow. Tugas-tugas persentasi harus dikirim melalui email tengah malam. Tugas lain datang saat harus video call atau chat panjang dengan seseorang terpenting pada itu jika kamu memiliki hubungan jarak jauh, bahkan hubungan jarak dekat juga dihipnotis oleh perangai ini. Gaya hidup dan keinginan untuk menjadi yang terbaik dimulai dari situ, saat kamu membutuhkan sebuah notebook di awal kuliah itu.

Tapi, di senja yang mungkin saja mudah berlalu, teman main kala menghadapi bentak-bentakan senior saat pengenalan kampus, membawa serta smartphone high end dengan kualitas terbaik saat itu. Kamu pun menjadi bimbang dan kaku untuk memulai cara mendapatkan barang mewah itu. Hati yang tergusur pilu mau tidak mau harus memilih untuk memiliki satu di antara dua pilihan. Tinggalkan smartphone kembali di rak toko yang megah, kamu tentu tidak bisa bergaya sepanjang waktu bersama teman-teman baru. Meletakkan kembali notebook yang bisa saja lebih murah daripada harga smartphone, kamu akan kebingunan saat tengah malam tugas belum selesai.

Kamu pilih yang mana? Kamu akan beli yang mana? Mana yang lebih prioritas antara smartphone dengan notebook? Kamu perlu pertimbangkan beberapa hal sebelum memilih satu di antara keduanya, bahkan jika kamu sanggup pun membeli dua sekaligus di saat yang sama, kamu harus memiliki penerawangan lebih lanjut setelah hari itu.

Pertimbangan Pertama
Notebook lebih dibutuhkan daripada sebuah smartphone. Pekerjaan kamu sebagai mahasiswa dimulai saat iuran masuk dibayar dan tugas-tugas semakin membludak tak tentu arah. Barangkali, masanya warung internet telah usai beberapa waktu lalu. Di mana-mana orang (mahasiswa) bekerja dan menyelesaikan tugas di warung kopi dengan internet gratis; entah pun mereka hanya bermain media sosial atau mendownload drama Korea terbaru. Notebook yang memiliki tekstur lembut akan menemani kamu sepanjang waktu dan bahkan bisa menjadis sahabat terbaik dalam melakukan banyak tugas. Multitasking yang menawan cukup baik agar kamu bekerja dengannya sepanjang waktu. Misalnya, kamu menyelesaikan tugas berupa rancangan awal untuk sebuah bangunan pada matakuliah arsitektur yang saya tak tahu namanya.

Pertimbangan Kedua
Siang malam kamu lebih membutuhkan notebook daripada sebuah smartphone karena ‘pekerjaan’ sebagai mahasiwa itu sungguh melelahkan. Tiba-tiba dosen yang paling kamu gilai di kampus memberi tugas tambahan, harus dikumpul dalam tiga puluh menit, kamu tidak mungkin mengejar komputer di laboratorium kampus untuk menyelesaikannya. Kamu juga nggak mungkin numpang sama teman yang sama pusingnya mengejar deadline. Kamu tentu tidak bisa berlari ke warung internet satu-satunya yang masih buka di dekat kampus untuk menyelesaikan tugas itu. Untung nggak untung bukan milik Arie Untung suaminya Fenita Arie, nahas bisa saja terjadi saat mendadak seperti dikejar kecoa dalam kamar pengap. Mati lampu, warung internet penuh, rental komputer tiba-tiba nggak buka, down sekali tepuk jidat tugas kuliah itu melayang-layang di konsep tak tertulis dalam kepala. Makanya kamu perlu punya notebook sendiri daripada menerawang manja ke mana-mana sampai akhirnya nggak siap tugas.

Pertimbangan Ketiga
Siapa bilang notebook nggak bisa internet seperti smartphone? Maksudnya, tidak rutin bermain di internet. Jika kamu cek and ricek ke studi yang tidak saya survei dengan angket panjang kali lebar kali tinggi di Aceh, rata-rata orang itu duduk di warung kopi lebih lama daripada di tempat lain. Mahasiswa juga melakukan hal yang sama. Duduk manis dengan secangkir kopi sudah lebih dari cukup untuk kamu menyelesaikan tugas, download drama Korea, live streaming musik keren, cas cis cus di media sosial dengan layanan chatting unggulannya, juga bisa tebar pesona menjadi selebblog dari hasil coretan penuh amarah maupun nada putus asa setelah ditendang cinta pertama. Begitu ngos-ngosan kamu mengejar waktu untuk bermain aman ini, begitu pula kamu mudah mendapatkan hasilnya. Jadi, dengan notebook kamu bisa mendapatkan banyak keuntungan daripada mengandalkan smartphone.

Pertimbangan Keempat
Notebook adalah hal penting – lebih penting – untuk kamu sebagai mahasiswa. Bukan tidak boleh membeli smartphone tetapi bukan pada masa awal kuliah. Saat kamu sudah benar-benar dapat bernapas dengan tenang, baru celingak-celinguk ke toko sebelah untuk mendapatkan smartphone terbaik. Walaupun kamu dari keluarga berada, kamu patut menyimpan amarah untuk ini karena orang tua kamu nggak cuma bayar SPP tetapi juga harus melunasi sewa kamar, beli isi kamar (jika harus), keperluan kamu sehari-hari yang masih manja di bulan pertama dan kroni-kroni sepenuh goni yang nggak mungkin saya jabarkan di sini. Napas orang tua yang tersengal-sengal jangan sampai langsung terputus tiba-tiba saat kamu meminta segera dibelikan smartphone. Masih panjang waktu kamu untuk dapat bergaya dengan hidup yang mewah. Siapa yang tahu dari bekerja sebagai freelancer dengan notebook keren, sebagai creator, komikus, penulis beken atau penulis blog kamu malah nggak harus beli smartphone, bisa dapat dari hadiah atau endorse!

Pertimbangan Kelima
Bergaya dalam hidup senang masa muda masih bisa pinjam punya teman kok. Teman kamu yang sudah lebih dulu memiliki smartphone dengan kamera bagus, bisa saja diajak hunting objek, kamu yang jadi bintangnya dan sebarkan pesona ke media sosial. Masa kamu nggak bisa merajuk kepada teman yang telah dianggap saudara itu? Nah, sekali masih ada yang bisa dijadikan ‘korban’ kamu akan aman sampai batas sabar menantikan kehadiran sebuah smartphone.

Saya tahu, kamu telah memiliki pertimbangan terbaik saat ini. Sama halnya saat kamu memikirkan Kedokteran UI atau UGM. Mungkin saja kamu telah punya rencana ketemu Song Jong-ki di Korea Selatan setelah kuliah di salah satu universitas di sana.

Kamu mahasiswa baru dan masih bingung memilih antara notebook atau smartphone? Isi saja hati kamu dengan keyakinan pasti akan mendapatkan itu. Toh, sesuatu yang diyakini suatu saat pasti akan dimiliki. Sekarang, nikmati masa-masa ujian akhir sekolah dengan rautan pensil setajam silet! Enjoy the showcase!

Comments

  1. kalau saya sih lebih mengandalkan laptop daripada smartphone.. karena sekarang sudah banyak alikasi chat yang bisa didownload di laptop

    ReplyDelete
  2. Sepakat sih Mas, emang lebih penting Notebook daripada Smartphone. Walalupun saya sendiiri sih pakai Smartphone, soalnya kebutuhan banget kalau lagi disini.. Thanks for sharing, salam kenal :)

    ReplyDelete

Post a Comment

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"