Mulailah Belajar Animasi dengan 12 Prinsip Ini

Film animasi atau penggunaan animasi untuk video game, iklan, atau lainnya semakin pesat perkembangannya. Dengan tumbuhnya industri animasi, kini semakin banyak orang yang belajar animasi di sekolah-sekolah maupun universitas.


Dalam mempelajari animasi biasanya kita akan dikenalkan pada 12 prinsip dasar animasi. Prinsip-prinsip ini bisa membantu mereka yang ingin menghasilkan animasi yang luwes dan pergerakannya menjadi lebih realistis.

Membuat animasi secara tradisional memang tidak mudah dan membutuhkan imajinasi agar bisa menghasilkan sesuatu yang menarik. Studio Walt Disney memang memiliki banyak animator handal. Ollie Johnston dan Frank Thomas, dua orang animator handal memperkenalkan 12 Prinsip Dasar Disney Animation.

Prinsip-prinsip ini biasanya ditemui dalam pembelajaran animasi. Apa saja prinsip-prinsip itu? Berikut ulasan singkatnya berdasarkan situs tutorial animasi.

1. SLOW IN / SLOW OUT
Kita sudah tahu jika benda-benda tidak muncul begitu saja dengan gerakan yang cepat atau kecepatan penuh. Misalnya, mobil mulai bergerak dari suatu titik menuju ke titik lain tentu tidak langsung dalam kecepatan tinggi secara tiba-tiba. Ada gerakan pelan terlebih dahulu lalu mencapai kecepatan lebih tinggi dan kembali pelan saat akan tiba di titik akhir. Itulah prinsip slow in/slow out.

2. ANTICIPATION
Di dunia nyata, suatu gerakan biasanya didahului oleh gerakan dalam arah berlawanan. Pergerakan ini bisa berlangsung drastis atau halus. Bingung? Misalnya, seorang pegolf yang akan memukul bola, tentu akan didahului dengan ayunan mundur sebelum berayun ke depan. Inilah yang dinamakan Anticipation dalam animasi.

3. SQUASH & STRETCH
Penggunaan atau memasukkan squash & stretch dalam animasi akan lebih terasa alami dan kadang-kadang lucu. Sebagai contoh, sebuah bola yang dilempar ke udara lalu jatuh ke tanah akan mengalami perubahan bentuk, tidak bulat sempurna, melainkan akan ada bagian yang terdorong ke bawah.

4. ARCS
Dalam dunia nyata, suatu benda cenderung bergerak sepanjang busur dan bukan garis lurus, kecuali untuk benda mekanik. Sebagai contoh, gerakan pendulum yang tidak bergaris lurus.

5. STRAIGHT AHEAD ACTION vs POSE TO POSE
Prinsip ini biasanya berlaku pada menggambar animasi dengan cara tradisional tapi memberi pengaruh besar kepada cara animasi saat ini. “Straight Ahead Action” bisa diartikan dengan menggambar pose-pose penting dari karakter dan kemudian frame diantaranya akan pula diisi. Inilah istilah “keyframe”dan “tweening” mulai dikenal.

6. STAGING
Ini untuk mengarahkan perhatian penonton pada kejadian penting dalam animasi yang dibuat. Penempatan kamera yang tepat, tata letak, pemilihan warna, suntingan, dan lain-lain akan memberikan keseimbangan pemahaman, harmoni, penekanan, dan irama dalam sebuah cerita animasi.

7. EXAGGERATION
Gagasan animasi yang realistis tentu bagus tapi akan lebih baik jika membuatnya lepas dari keadaan realistis. Ini akan menjadi jauh lebih menarik, tidak kaku, dan tidak membosankan. Suatu karakter di film animasi biasanya “melebih-lebihkan” gerakan, yang jauh dari gerakan di dunia nyata, untuk membuatnya menarik.

8. FOLLOW THROUGH / OVERLAPPING ACTION
Pada dasarnya ini merupakan suatu tindakan yang saling mempengaruhi. Follow Through, misalnya sebuah jubah panjang akan bergerak saat seseorang telah memakainya. Sedangkan pada Overlapping Action adalah suatu tindakan yang tak perlu berhenti untuk memulai aksi berikutnya.

9. SECONDARY ACTION
Mungkin akan lebih mudah dimengerti dengan sebuah contoh. Seorang pria sedang berjalan di jalanan, aksi utamanya merupakan berjalan dan untuk aksi sekunder bisa berupa ayunan tangan, menggaruk hidung, atau lainnya. Pada prinsipnya Secondary Action tidak harus menaungi aksi utama.

10. TIMING
ini mungkin salah satu prinsip yang cukup sulit dikuasai. Suatu animasi benda bergerak akan memberikan kesan berbeda berdasarkan timing. Objek yang bergerak perlahan akan memberi kesan berat, begitu juga sebaliknya.

11. SOLID DRAWING
Ini untuk memberikan gambaran berat, bentuk, serta gerakan.

12. APPEAL
Mengapa suatu film animasi bisa mencetak kesuksesan? Ini salah satunya karena adanya karakter yang memiliki karisma atau bisa menarik perhatian penonton. Membuat suatu karakter yang memiliki daya tarik visual memang tidak mudah namun jika berhasil maka tidak akan membuat penonton bosan.

Itulah ke-12 prinsip dasar dari animasi yang biasa ditemui pada pelajaran animasi. Memang, prinsip-prinsip itu tidak mudah dipahami jika tidak dipraktekkan langsung. Ada orang yang mempelajarinya secara otodidak/usaha sendiri namun jika ingin dibimbing oleh tenaga profesional maka bisa belajar di sekolah-sekolah animasi. Kamu tertarik untuk belajar animasi di sekolah khusus animasi? Jika iya maka kamu bisa mendaftar di SAE Institute Jakarta.

Di sekolah media kreatif ini, kamu bisa belajar dibawah bimbingan guru yang telah berpengalaman di industri terkait. Berbagai program yang tersedia dalam jurusan animasi akan memberikan pilihan bagi para calon siswa. SAE Institute Jakarta, sekolah yang tepat untuk belajar animasi!

Comments