Produktif dan Kreatif Menulis di Blog Bersama Notebook ASUS EeeBook E202

Tiba-tiba saya dihadapkan pada kondisi yang sulit. Pikiran begitu kalut ketika notebook tidak ada. Bayangan deadline berkelebat. Ide-ide tulisan lain yang terkurung di dalam kepala, ingin segera dituangkan dalam sebuah paragraf, kemudian menggandakan diri dengan kata-kata lain di paragraf berikutnya sampai membentuk sebuah tulisan utuh. Listrik yang sering padam membuat notebook lama saya tidak bisa bertahan untuk bekerja hampir 24 jam sehari.

Jika disebut produktif, saya harus mengiyakan. Namun belum tentu dengan sebutan kreatif karena definisi dari kata ini sangat berbeda dari pandangan orang-orang. Terkadang, orang hanya memandang kreatif karena mampu menghadirkan infografis yang baik di blog meskipun merugikan pengunjung karena paket data internet dikuras dengan cepat. Di sisi lain, orang kreatif dinilai karena karyanya berupa gambar-gambar menarik yang dipublikasikan dapat memukau penikmatnya. Jika beranggapan demikian, bahwa saya yang menulis hampir tiap hari tidaklah dimasukkan ke dalam golongan tersebut.

Tetapi, saya menganggap diri kreatif karena bentukan dari kerja keras dengan menggila di depan notebook, tak henti terkoneksi dengan internet, mata perih membaca informasi ini itu untuk membedah daya tidur di kepala agar menemukan ide menulis kala itu juga, jemari membeku karena saban waktu diajak perang dengan keyboard, isi kepala seakan-akan telah keluar sepenuhnya namun begitu menemukan ide lain tetap saja tersedia kata-kata untuk dituangkan sampai saya mencapai titik kepuasan tersendiri. Lantas, orang-orang seakan abai karena barangkali bermula dari nama yang cenderung disamarkan sehingga dianggap tidak bekerja (intonasi kepada tidak ada kreativitas).

Di sini saya bermula dengan kata-kata sehingga sampai pada tujuan kreativitas yang membentuk diri menjadi sangat produktif. Saya dihadapkan pada keadaan untuk menulis tiap hari, mengasah ide sampai keluar dari kubangan salju di dalam kepala, melatih jemari untuk lancar mengayunkan ‘pedang’ di atas keyboard. Lalu saya terbahak begitu lelah menerpa atau ketika invoice menyergap SMS Banking kala waktu tak tentu; tanpa mengenal awal bulan bahkan akhir bulan.

Saya menulis, saya kreatif mengeluarkan ide-ide untuk dibaca banyak orang, dan saya produktif karena lupa tak bisa diajak berteman. Tidak sedikit dari mereka yang mengoceh betapa mahalnya senjata seorang penulis. Namun saya telah menemukan senjata itu dengan menulis tiap hari meskipun tidak dipublikasikan di blog ini, namun di bagian lain yang mungkin saja hanya kamu yang mengenal nama saya tahu di mana tempatnya. Bahwa, menulis bukan semata karena ‘orderan’ sponsor maupun panitia lomba. Saya isi hari-hari dengan menulis tanpa jenuh dan lelah. Di akhir cerita sebelum tidur sekalipun, kepala saya masih memutar ide-ide kecil agar terus ditulis. Bahkan, pikiran saya terlanjur buntu jika tidak menulis satu artikel saja dalam sehari. Saya menulis, terus menulis, mengasah kreativitas, mengubah pola pikir, mendobrak waktu, melintasi memori, melewati batas kesadaran sampai saya menemukan pola hidup yang nyaman sebagai seorang penulis. Meski, kamu – entah siapa – masih beranggapan bahwa, “Kamu kerja apa?” dan saya tidak semestinya menjawab, saya hanya butuh sebuah notebook dan internet untuk bermain dengannya dalam waktu lama!
Sampai kemudian, saya meminang si mungil notebook ASUS EeeBook E202. Notebook ASUS ini memiliki ukuran 11,6 inci dengan dimensi 193 x 297 mm dan kerapatan pixel 1366 x 768. Ukurannya tidak lebih besar dari ukuran kertas A4 dengan berat 1,21 kg, sehingga mudah saya bawa ke mana-mana dan tidak memberatkan badan memangkunya. Pilihan warna dari notebook dengan sistem operasi Windows 10 (juga terdapat pilihan sistem operasi DOS) ini adalah Silk White, Dark Blue, Thunder Blue dan Red Rouge. Saya yang suka dengan warna netral dan tidak mencolok di antara banyak pengguna notebook lain, pilihan warna Black adalah yang tepat untuk mengekspresikan diri lebih baik dan tenggelam dalam waktu lama di depan notebook ini.

Saya Memulai dengan Kata-kata
Itu tujuan saya merangkul ASUS EeeBook E202. Saya menulis dengannya, saya menyelesaikan tulisan-tulisan yang masih tersangkut di latasi kenangan. Saya mulai membuka layar mungil ini dan menemukan keyboard halus, tekstur lembut, cocok dengan ukuran jemari saya yang tidak besar, dan menekan tombol power di sisi kanan atas. Lampu power menyala di bilah kiri bawah dengan warna kuning. Tak perlu menunggu lama, ASUS EeeBook E202 menyibakkan tirainya. Windows 10 adalah jendela untuk saya mengintip kenangan-kenangan yang akan segera saya mulai. Tampilannya yang elegan dan manis di sisi lain membuat saya betah berlama-lama di depan notebook ini.
Layarnya cukup baik dalam menyampaikan warna ke mata, saya bisa mengubah kontrasi warna sesuai selera atau tetap pada kondisi standar seperti pertama kali dihidupkan. Saya mulai membuka dokumen, menyelesaikan tugas yang pasti dengan nyaman. Saya sudah tidak peduli dengan waktu sampai saya merasa bahwa notebook ini bekerja mendekati 8 jam dengan fitur battery saver diaktifkan.

Keyboard ASUS EeeBook E202 cukup nyaman untuk mengetik. Lebarnya yang mudah dijangkau 10 jari tidak membuat saya meraba-raba meskipun dalam remang. Jangkauan yang pas untuk seorang penulis yang tidak bisa dipisahkan dari aktivitas mengetik. Selama ini saya termasuk orang yang kesulitan jika mengetik di atas keyboard dengan rentang lebih lebar. Saat mengetik di atas notebook dengan touch pad luas ini saya merasakan pengalaman lebih menarik, mengetik pun menjadi lebih cepat dari biasanya. Bicara touch pad, meskipun ukuran yang mungil, tetapi ‘mouse’ yang tertanam di antara keyboard ini cukup luas sehingga tidak kesulitan menyentuhnya.
Kata-kata yang telah saya tuangkan dalam sebuah tulisan pun menjadi lebih mudah dipublikasikan. Saat berpindah layar dari Microsoft Office Word ke Google Crome, misalnya, notebook ini memberikan pengalaman kinerja yang baik dan cepat. Saya tidak kesulitan bolak-balik dari Word ke Google Crome ketika ada paragraf yang tertinggal atau ada kejanggalan dari artikel yang tersimpan di draf blog. Memang ini kesannya remeh sekali, tetapi karena senjata blogger adalah menulis maka responsifnya sebuah notebook sangat memengaruhi kinerja.

Notebook Tipis dan Mungil
Tipis dan mungil. Seperti yang telah disebut, ASUS EeeBook E202 memiliki layar sebesar 11,6 inci dan tidak lebih besar dari ukuran kertas A4. Perbedaan ini saya rasakan sendiri begitu bekerja sama dengan notebook ini. Ukurannya memang mungil sekali dan sangat cocok untuk kamu yang suka jalan-jalan atau bekerja di luar ruangan. Enteng dibawa sudah pasti karena beratnya hanya 1,21 kg. Biasanya saya merasa cepat pegal memangkul notebook sekarang malah nggak terasa apa-apa. Ransel terasa ringan sekali, seakan tidak ada isi di dalamnya. Saya malah merekomendasikan untuk kamu yang sering bepergian atau seorang traveling untuk menggunakan notebook ini.
Ukurannya pas untuk kamu yang nggak suka membawa barang berat. Mungil sudah pasti tetapi performanya juga lebih baik. Pemilihan warna yang tepat juga mendukung kinerja dengan halusnya bodi dari notebook ini. Black menjadi warna pilihan saya dan lihatlah bagaimana kontrasnya antara elegan dan gagah di sisi berbeda. Di sisi lain, saya menemukan kelembutan dari bodi berwarna gelap ini. Namun untuk kamu seorang wanita, bisa memilih warna cerah seperti Silk White atau Red Rouge.
Bagian belakang ASUS EeeBook E202 juga menarik karena terdapat 4 tonjolan khusus. Bagian yang menonjol ini berfungsi untuk menjaga kestabilan notebook saat bekerja dan bisa meredam panas karena bodi bawah tidak langsung tersentuh dengan alas (meja). Kipas yang bekerja dengan baik akan mengeluarkan udara melalui rongga antar tonjolan ini ke semua sisi. Saya merasa bahwa notebook ini tidak cepat panas meskipun saya bekerja dalam waktu yang lama. Keempat tonjolan ini sangat berguna untuk membantu saya yang tak bisa lepas dari layar jernih ini.
Lalu, setipis apa notebook yang menyasar Students, Working People dan Young Executives ini? Tidak sampai satu celah di jari. Tipis dan ukurannya sangat pas dalam menemani aktivitas. Saking tipisnya notebook ini sehingga begitu longgar saat dimasukkan ke dalam ransel yang lebih besar. Saya mestinya mencari ransel yang lebih kecil untuk membuatnya lebih aman dan nyaman.
Selain tipis, notebook ini memberikan pengalaman lebih kepada pengguna dengan menyediakan satu port untuk slot memori ekstenal (MicroSD), satu port untuk USB 3.1 Tipe C dan satu port micro HDMI, serta port untuk charger. Notebook yang menggunakan prosesor Intel hemat daya ini sangat unggul dengan USB Tipe C di mana mampu mentransfer data lebih cepat 11x dibandingkan dengan USB 2.0. Keempat port ini terletak di sebelah kiri notebook dalam keadaan terbuka layarnya. Di sebelah kanan, terdapat 2 port USB dan port jack audio sehingga memudahkan saya dalam menghubungkan dengannya mouse, flashdisk, external harddisk, dan earphone untuk mendengarkan musik-musik dengan Audio SonicMaster. Audio ini cukup baik dalam menghantarkan musik melalui earphone yang terpasang, saya merasakan suara bass, gitar dan piano yang pas di gendang telinga.

Di bagian depan, terdapat 3 lampu di mana masing-masing mempunyai fungsi tersendiri. Lampu yang sedang menyala kuning adalah kondisi di mana notebook dalam keadaan hidup dan tidak sedang dihubungkan dengan aliran listrik. Lampu ini akan terus menyala sampai ambang batas 10% sehingga daya harus segera diisi. Apabila tenaga telah berkurang dari 10% lampu tersebut akan berkedap-kedip merah, sinyal yang kuat untuk disambungkan ke aliran listrik.
Lampu kedua yang masih padam berfungsi sebagai notifikasi pengisian daya. Lampu ini akan berwarna orange saat charger dihubungkan ke aliran listrik, apabila daya telah sampai 100% warna lampu akan berubah menjadi kuning. Lampu terakhir adalah notifikasi untuk caps lock (huruf kapital) dengan memancarkan warna kuning jika diaktifkan.

Performa Terbaik dari ASUS EeeBook E202
Mungil dan tipis, sudah pasti. Ringan dan mudah dibawa ke mana-mana sudah tidak bisa diragukan lagi. Lalu, bagaimana dengan performa ASUS EeeBook E202 ini? Selama pemakaian, notebook ini menunjukkan performa yang lebih baik dari ekspektasi saya secara pribadi, di mana kebutuhan hanya menulis dan blogging serta menonton film pada malam hari. Layar 11,6 inci tetap menghadirkan kecerahan warna yang tidak menyilaukan mata meskipun battery saver telah saya aktifkan untuk menghemat daya.

Secara tertulis, terdapat pada kotak penjualan, layar notebook ini berjenis HD USLIM GL di mana menunjukkan kecerahan yang pas untuk ukuran notebook di kelasnya. Lalu saya merasakan sendiri bahwa pengalaman bekerja cukup lama dengan layar ini mampu membuat saya betah dan tidak cepat membuat mata perih meskipun tidak menggunakan kacamata. Grafis Intel® HD yang digunakan cukup membantu pekerjaan saya dalam mengedit gambar maupun postingan di blog.
Pada paket penjualan yang saya dapatkan ini juga terbaca bahwa dapur picu yang dipakai adalah Dual-Core Intel® Celeron® Processor N3060. Bagaimana performa secara tertulis dapat kamu lihat pada gambar di bawah ini.
Secara pemakaian, saya merasa bahwa berada di kelasnya, ASUS EeeBook E202 cukup kencang dan bekerja secara maksimal. Proses penyimpanan data yang cepat, koneksi ke internet yang stabil dan penghematan besar-besaran dari baterai yang membuat saya tidak takut kehabisan baterai dalam waktu singkat.

Ruang penyimpanan yang luas sebesar 500GB HDD dan 2GB DDR3 Memory lebih dari cukup untuk menyimpan banyak data. Saya membagikan 3 partisi penyimpanan, di mana C untuk sistem operasi dan program-program, D dan E untuk data-data yang bisa kamu lihat masih begitu banyak ruang tersisa mengingat saya hanya menyimpan data dalam bentuk dokumen, gambar (foto), beberapa lagu dan film.
Namun, untuk mengetahui performa lebih lanjut, bisa dengan mudah mengetahuinya ketika masuk ke dalam Intel® HD Graphics Control Panel. Informasi yang terdapat di sini antara lain seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini. Jika ingin mengubah resolusi layar maka pilihannya jatuh kepada Display. Jika ingin mengubah performa baterai maka dapat masuk ke Power dengan mengubah posisi dari Maximum Baterry Life, Balanced Mode atau Maximum Performance. Pada kanal Options and Support menyediakan informasi performa (kinerja) dari notebook ini secara keseluruhan maupun tentang jalan pintas menggunakan keyboard.
Pengaturan lain dapat dilakukan melalui menu Setting di mana terdapat pengaturan standart seperti mengubah jenis wallpaper, pengaturan bluetooth dan printer, pengaturan waktu maupun update sistem operasi (Windows).
Bagi saya, performa yang dihadirkan oleh ASUS EeeBook E202 lebih dari cukup untuk membantu pekerjaan sebagai blogger. Saya meminang notebook ini dengan harga Rp.3.300.000 dan sangat membantu penghematan di sana-sini. Setelah bekerja dengannya, saya merasa harga tersebut tidak menipu dan bahkan melebihi notebook lain di kelasnya dengan harga yang lebih tinggi.

Baterai Awet dengan Fitur Battery Saver
Bahkan, 10 jam bisa bertahan jika battery saver diaktifkan. Estimasi ini saya dapatkan dari notifikasi ASUS EeeBook E202 yang baru dihidupkan, tentu saja setelah diisi daya dengan penuh. Fitur penghematan daya ini sangat membantu saya dalam bekerja sehari-hari. Kemudian, saya tidak lagi mengalkulasi persentase baterai yang habis dan terus mengetik ide-ide yang menjalar di kepala. Tahu-tahu saya telah mematikan notebook dan menghidupkannya kembali dalam keadaan baterai mencapai 50%.
Barangkali, performa baterai terbaik ini karena pekerjaan saya fokus pada mengetik, lalu koneksi ke internet dengan fitur blogger saja. Namun saya merasa baterai masih awet saja saat menonton dua film dengan durasi masing-masing 2 jam. Saya malah masih bisa terkoneksi dengan internet setelah menikmati hiburan ini. Saya dapat pastikan bahwa baterai notebook ini terbaik di kelasnya karena mampu mempertahankan kinerja meskipun dipaksa untuk bekerja dalam waktu lama dan cepat.
Long baterry life up to 8 hours baterry life, tulis ASUS di bagian kanan notebook warna hitam kebanggaan saya ini. Pendapat ini tidak hanya tertulis namun telah saya buktikan sendiri dengan awetnya baterai seharian. Saya tidak bisa menafikan bahwa sangat nyaman bekerja bersama notebook dengan baterai tahan lama. Saya mengerjakan sebagian besar aktivitas di notebook sehingga wajar saja terlena ketika menemukan notebook dengan baterai terbaik.

Bagian Akhir yang Sulit Diakhiri
Saya begitu sulit mengakhiri tentang ASUS EeeBook E202 karena telah bekerja dengannya. Kamu akan merasakan pengalaman serupa jika telah menyentuh huruf-huruf di keyboard notebook ini. Kamu juga akan merasakan bagaimana lamanya daya tahan notebook ini apabila telah bersama dengannya seharian. Rasanya, tak akan habis baterai, tak lelah bekerja, tak sukar berganti jendela ke satu program ke program lain, mudah sekali menyesuaikan layar dengan kondisi mata dan bagian-bagian lain yang sulit saya jabarkan, termasuk pengiriman foto dari smartphone melalui bluetooth yang lebih cepat daripada mengunakan kabel data.

Notebook ASUS EeeBook E202 yang telah menemani saya, memberikan kesegaran dalam bekerja dan memaksimal pekerjaan sampai usai. Kadang terlena dengan daya tahan yang lama, kadang tergiur dengan performa yang mumpuni, kadang juga terkesima dengan warna-warna yang dihadirkan oleh layar mungil ini. Begitu interaksi tercipta, saya sulit sekali berpaling karena notebook ini seakan menghipnotis saya untuk terus bekerja dengannya dalam waktu lama.

Kamu tahu? Ada hal lain yang saya sukai dari ASUS EeeBook E202 ini. Meski telah saya ‘paksa’ bekerja dalam waktu lama namun ia tidak mengeluarkan suara bising maupun cepat panas. Saya merasa aman dan tidak khawatir kalau-kalau motherboard notebook ini mengalami masalah. Saya hanya fokus ke pekerjaan menulis karena tiada suara yang menganggu. Biasanya, suara kipas dari sebuah notebook sangat menganggu konsentrasi saya dalam menulis. Hawa panas yang berlebihan dari sebuah notebook  juga memengaruhi konsentrasi. Tetapi – sekali lagi – notebook ini tidak memiliki keduanya sejauh pemakain saya.

Mungkin, ini menjadi kesimpulan di mana saya nyaman dan aman bekerja bersama notebook ASUS EeeBook E202! 
*** 

Comments

  1. Ualala.. itu paduan jam tangan dan netbook yg kece yaa asus.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama keren notebook dan jamnya :)

      Delete
  2. Baguss speknyaa yak mas. bisa makin produktif nuliiss. kreativitas pun jd tanpa batas asalkan ada notebook kesayangan :D hehehe laptop saya udah tua ini wkwkwk, udah ndak bisa nyala tanpa dicharge. paling susah kalau uda mati listrik. wis gak jd produktif. hehehe good luck yaaak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banget mbak, cukup untuk membuat saya produktif dalam ngeblog :)

      Delete
  3. Replies
    1. Iya, nyaman banget buat kerja :)

      Delete
    2. ASUS E202 memang keren. Saya juga sudah pernah memakainya. Ukuranya minimalis dan bisa dimasukan kedalam tas kecl. Kemarin pas saya pergi, saya juga bawa notebook ini, bobotnya ringan, jadi gak bikik pegel di pundak. Recomended pokonya, terutama buat anak sekolah atau mahasiswa, ataupun pekerja

      Delete
    3. Betul keren banget dan nyaman pakainya :)

      Delete
  4. Iya saya juga penggemar Asus baik notbooknya bahkan handphonenya jg

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul. Banyak keunggulan dari produk ASUS.

      Delete
  5. Wiih udah punya ya Bai, ga heran makin produktif dan kreatif aja neh.
    Setuju neh aku ama pendapatmu di awal bahwa kreatif itu ga identik dengan desain dan gambar-gambar yang memukau aja. Merangkai kata itu juga butuh kreatifitas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menulis sama sekali nggak mudah Mas. Makanya saya selalu memberikan nilai lebih untuk mereka yang menulis :)

      Delete
  6. Waduh, udah ikutan aja. Saya masih ngedraft nih Bang.

    ReplyDelete
  7. Apiiik yaa laptopnya, semoga menang baiii

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, saya suka bodinya yang mungil.
      Amin, semoga berkah ya mbak :)

      Delete
  8. pengeeeen punyaaa jugaaa, bagus ya aslinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aslinya bagus mbak, sesuai untuk kebutuhan blogging.

      Delete
  9. Semakin mudah deh nuangkan ide di notebook ini.. Soalnya uda ringan, warnanya juga fresh, jadi semakin kreatif deh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul. Mudah dibawa ke mana-mana juga :)

      Delete
  10. sangat ingin memiliki produk dari Asus ini bg!

    ReplyDelete
  11. Ternyata sudah punya toh, keren ya laptopnya... Itu touchpadnya emang gede banget ya. Good luck pak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sudah punya. Betul touch pad besar. Terima kasih ya.

      Delete
  12. Wah udah punya duluan aja nih si masnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah Mas, kemarin ada rejeki :)

      Delete
  13. Review yang lengkap banget,Mas. Saya juga berharap "meminang" ASUS E202 ini, semoga tercapai.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin. Semoga segera bisa memilikinya ya!

      Delete
  14. ASUS emang kualitasnya Bagus, ini yang saya pakai juga ASUS ...
    Salam Kenal ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, saya juga merasakan hal yang sama :)

      Delete
  15. Saya setuju sama pendapat tentang kreatif yang selalu dihubungkan dengan infografis dan gambar-gambar. Hal yang paling utama dan menjadi proses kreatif di blog itu. Tulisannya bagus bang, karena obyeknya memang punya sendiri ya. Bisa untuk compare teman-teman yang berminat untuk membeli.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul saya telah merasakan pengalaman sendiri menggunakan notebook ini.

      Delete
  16. Ini sih ulasannya lengkap dan komplit Bai.. Apalagi udah make ya, jadi tahu persis lah. Btw jam tangannya juga keren.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Kak, sudah merasakan bagaimana kinerjanya.
      Jam tangan pintar dari ASUS juga ini lho :)

      Delete
  17. Keren bang. ASUS tipe ini JAWARA!

    ReplyDelete
  18. Terima kasih sudah ikutan #E202BlogCompetition. Good luck yaaa...

    ReplyDelete
  19. Asus e202, memiliki ketahanan baterai 8 jam jadi ngga repot2 ngecas mulu, keren pokoknya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, ringan dibawa ke mana-mana :)

      Delete

Post a Comment

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"