Aplikasi Pesan Messenger Jadi Kantong Duit Facebook Berikutnya

Kumparan - Facebook rupanya senang dengan pendapatan yang diraihnya dari iklan di aplikasi Messenger. Iklan yang sebelumnya hanya dirasakan oleh pengguna di Thailand dan Australia, akan diperluas ke seluruh dunia. Artinya pengguna Facebook Messenger di Indonesia siap-siap dibanjiri dengan kemunculan iklan di halaman utama aplikasi yang menurut perusahaan baru akan dirasakan paling lambat akhir tahun ini. 
Iklan Facebook - kumparan.com

“(Periklanan) Bukan segalanya tapi itu sudah pasti bagaimana kami menghasilkan uang sekarang. Ada beberapa model bisnis lain yang sedang kami jelajahi juga, tapi semuanya ada di seputar iklan dengan satu atau cara lainnya!” Stan Chudnovsky, Kepala Produk Facebook Messenger. (VentureBeat, 11/07/2017).

Iklan Messenger yang ada sekarang meliputi pesan sponsor dan iklan di Facebook News Feed yang mengarah ke percakapan Messenger dengan bot atau manusia. Pesan sponsor hanya dapat dikirim ke pengguna yang telah melakukan percakapan dengan perusahaan. Chudnovsky menambahkan bahwa iklan di dalam tab Beranda akan mengikuti model berbasis lelang dan bakal menampilkan kemampuan penargetan pengguna yang sama seperti yang ditemukan di Facebook atau Instagram. 

“Kami akan memulai (iklan di halaman depan Facebook Messenger) secara perlahan. Ketika rata-rata pengguna dapat memastikan melihatnya, kami benar-benar tidak tahu karena kami hanya didorong oleh data dan tanggapan dari pengguna untuk membuat keputusan itu!” sebut Stan Chudnovsky di laman yang sama. 

Iklan di halaman utama juga membawa Messenger mendekat ke tujuannya untuk memfasilitasi koneksi antara 1,2 miliar pengguna dan 60 juta bisnis di Facebook. Keinginan untuk menghubungkan keduanya telah menjadi bagian dari strategi Facebook membuka platform Messenger untuk chat bot yang diutarakan di ajang F8 pada April 2016 lalu. Ketika aplikasi pesan Messenger telah menjadi kantong duit Facebook, pertanyaan berikutnya adalah tentang aplikasi WhatsApp yang lebih memiliki banyak pengguna. Setelah membebaskan biaya berlangganan per tahun, kita patut bertanya kapan Facebook bakal putar arah untuk me-monetize WhatsApp? Kita tunggu saja bagaimana kelanjutannya. 

Sumber: kumparan.com

Comments