Juara di Kompasiana

Juara Favorit Citra Cantik Indonesia oleh Kompasiana dengan Citra Indonesia

Bagaimana seorang wanita dikatakan cantik?
Mungkin; wanita cantik itu harus tinggi, berat badan porposional, kulit halus, lembut tanpa terkena paparan matahari di siang terik, berpakaian seksi, ke salon dengan rutin, berlenggak-lenggok di atas catwalk dengan pakaian rapi dari desainer ternama, selalu menjadi pusat perhatian….

Mungkin; wanita ini tidak termasuk kategori cantik. Karena ia tidak cantik dari fisik, tinggi dan berat badan tidak menarik, terkesan lebih kurus, berpakaian kusut, rambut acak-acakan tak tersisir rutin, tidak sering memakai sepatu hak tinggi walau bisa mengenakannya dengan tertatih, dan tidak menarik minat pria pada pandangan pertama. Selengkapnya...
***
Juara III Jelajah Non Tunai oleh Kompasiana dengan Bank Indonesia


Benar. Untuk siapa sasaran pembayaran non tunai?

Bank Indonesia sedang berupaya melakukan sebuah gebrakan yang cukup menarik. Pembayaran Non Tunai.

Pada dasarnya, sebagian besar dari penduduk Indonesia telah melakukan gerakan non tunai. Sebut saja penggunaan ATM (Anjungan Tunai Mandiri). Setiap bank menganjurkan nasabah memiliki Kartu ATM. Mesin ATM didirikan di tempat-tempat umum seperti pusat perbelanjaan dan persimpangan jalan.
Siapa yang tidak menggunakan ATM? Selengkapnya...
***
Juara Fiksi Terbaik Tebar Hikmah Ramadhan (THR) Kompasiana

Senja ini masih sama seperti yang sudah. Suara bising terdengar sampai ke radius beberapa meter. Suara itu telah menghilangkan hening jadi gaduh di saat orang-orang tekun pada lelah. Saat orang-orang berhambur ke tempat peribadatan. Saat orang-orang baru pulang dari segenap penat. Saat suara-suara lain terdiam menunggu nafas kembali tertata dengan rapi. Saat semua raga menyentuh dinginnya air di pancuran.

Di saat itu pula suara-suara itu mulai gemuruh!

Awal mula masalah ini saat Hakim menjelma jadi manusia kaya. Memang tidak ada yang pungkiri hal tersebut. Hakim mendadak kaya raya. Hakim semula hanya seorang penarik karet di hutan belantara, sama seperti warga kampung lain. Baru setahun belakangan Hakim berubah. Ulahnya pun berbeda. Sifat alimnya sudah berkurang. Sifat pendiamnya jadi tak bersahabat; berulang kali Hakim mencemooh orang-orang di sekelilingnya. Selengkapnya...
*** 

Comments

  1. Wau harus belajar nih dari Bang Bai :D

    ReplyDelete
  2. Bang ajarin saya menulis dong, khususnya merangkai kata kayak gitu. perlu meditasi di goa nggak ya ?? hehehe

    Selamat ya, semoga gerbong kemenangan terus melaju. Keep writing/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuk Mbak Zulfa terus menulis, belajar dari kesalahan dan pantang menyerah. Semoga terus bersemangat ya :)

      Delete
  3. Baca satu artikel bang bai ruindra nyandu banget, bawaannya mau baca ke artikel lainnya juga. Pas ngecek di alexa. wow rank nya kece juga. ane newbie bang. heheehe. sukses terus yah. ^_^
    *hairulachsan.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih Hairul, semoga bermanfaat ya :)

      Delete
  4. wah, memang cepat ya orang berubah, ketika kesuksesan terlalu cepat,... hehe memang cerita seperti si hakin ini sering di jumpai di indonesia

    ReplyDelete
  5. wah selamat ya bro jadi juara. tingkatkan lagi dan tambah lagi kejuaraanya.. hehe

    ReplyDelete

Post a Comment

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"