Apa Bedanya Miss World dengan Girl’s Generation?

Menyikapi banyak masalah yang muncul masalah pagelaran seni yang selalu disangkut-pautkan dengan kemolekan tubuh perempuan, sebaiknya pihak terkait yang berkoar-koar masalah ini harus instrosfeksi diri terlebih dahulul. Alasannya, karena tidak semua yang diprotes tersebut benar-benar dimusnahkan dan tidak semua acara yang menghabiskan dana milyaran bahkan triliyunan tersebut gagal.

Belakangan, perhelatan dunia yang menampatkan perempuan-perempuan cantik berlenggak-lenggok di atas catwalk didemo besar-besaran hampir di seluruh Indonesia. Puncak masalah ini karena acara yang dikenal dengan sebutan Miss World ini banyak mudharatnya ketimbang baiknya. Dilihat dari sudut pandang mana acara ini banyak sisi negatif? Terkadang terlalu dibesar-besarkan sehingga anak kecil pun mencari tahu semua tentang Miss World, dari yang tidak tahu menjadi lebih tahu karena diberitakan besar-besaran. Selama perjalanan acara ini di Bali belum pernah sekalipun ditayangkan di televisi nasional perempuan-perempuan berparas “cantik” ini berbikini. Dan jauh-jauh hari sebelum para perempuan pilihan negara masing-masing ini, panitia pelaksana di Indonesia sudah mengatakan bahwa tidak ada sesi bikini. 

Nah, itu! Bikini! Rasanya, otak masyarakat Indonesia kalau sudah berbau pornografi langsung melek. Tanpa perlu menelaah lebih lanjut, sebagian besar masyarakat kita langsung berpikir ke arah nafsu. Tentu saja bernafsu jika pikirannya kotor dan tidak melihat dari berbagai sisi. Dalam hal Miss World yang diselenggarakan di Indonesia, pihak panitia sudah mengatakan bahwa sesi bikini akan diganti dengan tradisi khas Indonesia. Sebenarnya, masalah bikini ini terlalu dibesar-besarkan, sampai menjelang malam pemberian mahkota pemilihan putri dunia ini belum sedetik pun ditayangkan para perempuan tersebut berpakaian tak beradab sesuai kebiasaan ketimuran yang selalu diagung-agungkan masyarakat Indonesia. Bahkan, beberapa tayangan menunjukkan promosi besar-besaran terhadap budaya Indonesia untuk disantap media asing. 

Pikiran yang selalu kotor memang tidak bisa diubah dengan mudah. Dan adat ketimuran? Apakah para pelakon seni di Indonesia sudah melakukan hal ini? Saban waktu kita terbelalak menyaksikan goyangan pelakon seni di Indonesia yang rasanya sangat kurang beradab dibandingkan dengan para calon putri dunia tersebut. 

Acara Miss World itu sendiri sudah dicanangkan untuk mengenalkan Indonesia kepada dunia luar. Dan sebagian besar konsep acara yang tidak sesuai dengan kultur budaya Indonesia sudah dihapus dan diganti dengan lebih bernilai. Lantas, kenapa masyarakat Indonesia yang notabene beradab berkoar-koar sampai hilang suara menggagalkan acara ini? Malah, yang melakukan demo tersebut lupa masalah lain yang sudah menghancurkan pola pikir mereka terhadap bikini. 

Ajang Miss World akan menggelarkan malam puncak tanggal 28 September 2013 di Sentul, rencana awal yang gagal karena ulah sebagian masyarakat yang mengacu sangat suci dengan mendemonya. Sampai kini malam puncak tersebut masih simpang siur dan entah di mana akan dilaksanakannya. Lalu, di mana sesi bikini yang diprotes? Yang ada adalah sembilan gadis cantik asal Korea Selatan yang tergabung dalam Girl’s Generation berlenggak-lenggok dengan seksi tanggal 14 September 2013 lalu. Ke mana suara-suara yang mau mem’bom’ ajang Miss World? Kenapa sembilan gadis cantik Korea Selatan ini malah goyang dengan tangtop dan celana hampir seperti bikini tak ada yang protes? 

Lalu, beberapa goyangan pelakon seni Indonesia yang membutakan mata penggemar dengan goyangan penuh nafsu. 

Inilah potret yang tidak layak dicontoh oleh generasi muda Indonesia. Miss World dituntut bubar sebelum usai, tidak tahunya Girl’s Generation malah sudah mengebrak Indonesia terlebih dahulu tanpa ada yang tuntut! Masalah ini yang kemudian membuat simpati terhadap kelompok pensuara atas kebenaran tersebut kabur, istilah lain semut di mata orang lain kelihatan gajah di mata sendiri tak tampak. Begitulah, terlalu membesar-besarkan masalah yang jauh ke depan tanpa melihat dan mendiskusikan lebih bijak dengan pihak terkait, lalu lupa masalah lain yang kadang sudah menimbulkan nafsu sampai ke taraf tertinggi. 

Kita tunggu saja, bagaimana reaksi pendemo yang sudah melihat lenggak-lenggok Girl’s Generation minggu lalu. Dan kita tunggu pelakon seni lain yang akan menggoyang Indonesia dengan aura nafsu ingin diterkam, tentu saja untuk mereka yang selalu memandang masalah “perempuan” selalu dengan nafsu untuk disantap. 

Miss World akan berlangsung tanggal 28 September mendatang. Sebagian masih mendemo dan menuntut tidak digelar acara ini. Acara ini akan tetap berjalan, pelakon seni lain pun akan terus berdatangan di Indonesia dengan seksi “bikini” menurut tahta mereka. Demolah mereka agar tidak membuat masyarakat Indonesia terbius. Dan jangan lupa, demo pula “rupiah” yang semakin seksi sampai masyarakat kelas bawah tidak bisa beli kebutuhan hidup hanya menonton aksi demo Miss World di televisi!

0 Response to "Apa Bedanya Miss World dengan Girl’s Generation? "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel