10 Alasan Mengapa Kamu Wajib ke Aceh

Aceh selalu memiliki pesona berlebih di mata saya. Bukan saja karena lahir dan besar di nanggroe yang pernah konflik dan tsunami, Aceh adalah “sesuatu” yang sulit saya jabarkan identitasnya. 

Mulai dari perang melawan penjajah, Aceh telah dikenal sebagai bangsa yang perkasa. Teuku Umar, Cut Nyak Dien, Hasan Tiro, Cut Mutia, Laksamana Malahayati, adalah segelintir pejuang kemerdekaan Aceh, yang berimbas cukup besar terhadap kemerdekaan Indonesia.

Sejarah memang dikenang untuk dijadikan pelajaran. Namun suatu daerah patut dikunjungi karena menyimpan tak sediki pesona! 

Syariat Islam di Aceh sangat Toleransi

Bicara Aceh dewasa ini, tentu saja bicara mengenai syariat Islam. Namun tahukah Anda bahwa syariat Islam di Aceh merupakan satu-satunya aturan dan perundang-undangan Islam di Indonesia yang kokoh sekali penerapannya, bahkan di Asia Tenggara. 

Penerapan syariat Islam di Aceh menyentuh banyak kalangan, walaupun dalam langkahnya tersandung di sana-sini. Pelaksanaan syariat Islam di Aceh menjadi acuan tersendiri karena pemerintah daerah tidak seenaknya menerapkan aturan. 

Benar banyak qanun yang kemudian ditentang karena tidak sesuai atau menyudutkan golongan tertentu – khususnya perempuan – namun hukum Islam ini tak pernah berhenti. Ia terus melaju dan mengepakkan sayap sampai ke langit tertinggi. Dan seperti yang terlihat saat ini, masyarakat Aceh merasa aman dan nyaman di bawah naungan hukum Islam. 

Syariat Islam di Aceh.

Masjid Raya Baiturrahman Jadi Ikon Syariat Islam di Aceh

Mengapa saya memasukkan Masjid Raya Baiturrahman ke dalam list daftar kunjungan kamu jika ke Aceh? Karena inilah ruang publik yang wajib dikunjungi jika ke Banda Aceh. Toh, tak berfoto di depan masjid ini kamu dianggap belum pernah menginjakkan kaki di Aceh – Banda Aceh khususnya. 

Di perkarangan masjid yang luas kamu bisa ngapain saja asalkan sesuai aturan Islam. Misalnya berpakaian sopan – tidak ketat, tidak berduaan dengan nonmuhrim, bersenang-senang di luar batas kewajaran atau hal-hal lain yang menimbulkan prasangka tidak bagus terhadap Islam. 

Di dalam masjid yang adem, kamu bisa beribadah sepuasnya dan meminta pertolongan dari petaka yang tak kunjung usai. Percaya deh, saat berada di dalam masjid ini rasanya enggan pulang! 

Masjid Raya Baiturrahman.

Museum Tsunami Aceh Ikon Tsunami Aceh

Alasan terkuat kamu wajib ke Aceh karena terdapat museum yang dirancang oleh Ridwan Kamil. Museum ini menawarkan informasi dengan jumlah banyak mengenai musibah yang telah menimpa Aceh dan sebagian Sumatera Utara akhir 2004. 

Kenangan demi kenangan bisa kamu jadikan pelajaran kedahsyatan musibah terbesar abad ini. Pentingnya kamu menyelusuri lorong demi lorong di dalam museum karena kamu bisa melihat betapa getirnya musibah itu. Dengan itu, kamu bisa bersyukur terhadap hidup yang damai dan sejahtera saat ini. 

Museum Tsunami Aceh.

Kapal Apung Sejarah Tsunami di Aceh

Benarlah. Hanya di Aceh saja kapal besar berada di tengah-tengah penduduk. Kapal Apung atau PLTD Apung merupakan kapal yang diangkut tsunami ke Punge, Banda Aceh. 

Letaknya yang tak jauh dari Museum Tsunami maupun Masjid Raya Baiturrahman menjadikan Kapal Apung sebagai alternatif wisata untuk kamu. Semakin hari Kapal Apung semakin diperbaharui sehingga saat ini telah disulap sebagai museum yang menarik. 

Pernak-pernik mengenai perkapalan bisa dinikmati dengan gratis di Kapal Apung ini. Berminat mengunjunginya? 

PLTD Apung Aceh.

Orangnya Aceh Ramah-ramah 

Oh, ayolah! Saya seperti enggan menulis ini. Tapi betul demikian adanya. Orang Aceh itu sangat memuliakan tamu. Jika ada tamu datang ke rumah, gula atau kopi pun bisa ngutang dulu ke tetangga. 

Makan pun didahulukan untuk tamu walaupun sendiri hanya makan dengan garam saja nantinya. Tak apa-apa. Tak apa-apa. Begitulah orang-orang Aceh memberikan penghargaan kepada tamu-tamu mereka. 

Keramahan orang Aceh itu tak hanya dari sikap melayani tamu tetapi hampir semua perilakunya ramah-tamah. Sudikah kamu berkenalan dengan kami? 

Sunset di Aceh Indah Sekali

Musibah besar tak mampu menyulap panorama alam di Aceh menjadi buram. Baik matahari terbit maupun matahari terbenam masih menjadi pemandangan nomor satu yang sulit dilewatkan di sepanjang pantai di Aceh. 

Menunggu sunset menjadi pilihan kamu selama di Aceh. Luas wilayah Aceh yang rata-rata di kelilingi laut bisa dengan mudah menunggu matahari terbenam. 

Tak hanya saat di Banda Aceh saja, di Aceh Besar, di Aceh Barat, di Aceh Selatan, di Nagan Raya, adalah tempat terasyik menanti sang surya tenggelam. Siapkan kamera kamu supaya tak terlewatkan momen berharga ini! 
Sunset di Aceh.

Warung Kopi Tak Pernah Mati di Aceh

Aceh sejuta warung kopi! Benar sekali. Di mana-mana adalah warung kopi dengan fasilitas internet gratis atau warung kopi konvensional. Walaupun warung kopi semakin hari semakin meningkat pertumbuhannya, para penikmatnya pun entah datang dari mana. 

Warung kopi itu selalu penuh. Contoh saja di Banda Aceh yang telah disulap oleh berbagai nama warung kopi. Tahukah kamu jika warung kopi tak hanya sebagai tempat nongkrong semata? Dari warung kopi lahir ide-ide brilian memajukan Aceh. 

Dari warung kopi puluhan bahkan ratusan artikel blog dari blogger Aceh gentayangan di dunia maya. Dari warung kopi mahasiswa-mahasiswi menyelesaikan tugas mereka atau meeting kegiatan sosial. Rasa kopi yang candu membuat penikmatnya tak mau terburu-buru berlalu darinya. Kamu yakin tak tergoda dengan rasa kopi Aceh? 

Sanger di Aceh.

Mencicipi Mi Aceh yang Lezat

Mi Aceh telah sangat terkenal ke seluruh negeri ini. Tetapi mi yang dibuat di Aceh tentu berbeda dengan mi Aceh yang dijual di luar Aceh. Kamu bebas memilih pilihan mi Aceh selama di negeri kami. 

Mau mi kepiting? Mau mi udang? Mau mi campur telur? Bebas memilih dengan harga lumayan murah untuk kantong kamu sebagai pelancong. 
Mie Aceh yang Lezat.

Perempuan Aceh Itu Berjilbab 

Siapa bilang ke Aceh harus berjilbab? Katanya Aceh syariat Islam. Itu benar. Perempuan di Aceh tidak memakai jilbab karena tuntutan aturan saja. 

Jilbab telah menjadi “nyawa” bagi perempuan Aceh. Biarpun masih ada yang membangkang, itu adalah urusan dirinya dengan Tuhan. 

Namun, perempuan Aceh yang bermarwah selalu menjaga dirinya sebagai wanita, istri, dan anak perempuan dalam keluarga dan lingkungannya. 

Sabang Begitu Indah

Sabang adalah Bali Aceh? Saya tidak setuju. Sabang ya Sabang. Bali ya Bali. Pesona Sabang mudah saja kamu dapati melalui blog atau website pemerintah daerah. 

Saya pun tak mau muluk-muluk, Sabag tetap wajib masih ke dalam list tujuan wisata kamu selama di Aceh. Apalagi kapal ke Sabang bisa pergi pagi dan pulang sore. Tak ada halangan untuk kamu menikmati Sabang selagi masih ada kesempatan. 

Sabang yang Indah.
Acehku, Acehmu juga. Sudahkah kamu masukkan Aceh ke dalam daftar perjalanan akhir tahun ini?

0 Response to "10 Alasan Mengapa Kamu Wajib ke Aceh "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel