Blog Sebagai Penyumbang Konten Marketing di Era Digital

Bicara marketing, tentu saja pikiran saya langsung tertuju pada media periklanan. Benar bukan? Marketing adalah iklan itu sendiri!

Berapa besar pengaruh iklan terhadap sebuah produk? Takaran penghasilan dari sebuah produk memang bukan aturan main kita, namun produsen yang telah malang melintang di dunia periklanan paham betul bahwa sebuah iklan produk terbaru akan membawa pengaruh besar terhadap finansial mereka.

Mau produk sabun mandi, sabun cuci, sampai ikat rambut – misalnya – wajib diiklankan apabila ingin mendatangkan banyak pembeli. Dari iklan ini pula kita mengenal merek tertentu dengan kualitas barangnya seperti ini dan itu.

Semakin gencar produsen mengiklankan produk mereka, semakin besar pula pemasukan untuk produsen tersebut. Belum lagi saat produsen menggunakan selebriti sebagai brand ambassador. Secara tidak tertulis, para penggemar telah tersihir untuk membeli produk yang “dipakai” oleh pujaan hati mereka.

Banyak iklan yang tayang, banyak pula pengaruh terhadap masyarakat!

 “Marketing ialah kegiatan sosial dan sebuah pengaturan yang dikerjakan oleh individu atau sekelompok agar mendapatkan apa yang diinginkan dengan membuat sebuah produk lalu menukarnya dengan nominal tertentu kepada pihak lain.” - Philip Kotler -

 “Marketing ialah berbagai usaha yang harus dilakukan agar membuat suatu bisnis atau usaha selalu tampak lebih baik di kalangan pasar dibanding para pesaing bisnis.” - Laksita Utama Suhud -

Dua pendapat dari pakar marketing di atas menegaskan bahwa begitu pentingnya iklan untuk sebuah produk. Tak usah muluk-muluk, saya tak tahu merek smartphone tanpa melihat dari iklan. Saya tak tertarik membeli makanan ringan tanpa melihat iklan terlebih dahulu. Liur saya tentu tak akan ngiler mencoba es krim apabila iklan tidak menggodanya.

Dan, perubahan zaman juga mengubah tata cara produsen untuk memasarkan produk mereka. Apabila selama ini produsen mengeluarkan biaya cukup mahal untuk menempatkan iklan di televisi maupun radio, sekarang jauh lebih mudah dengan menempatkan iklan di media online dengan biaya relatif murah.

Seberapa efektifkah iklan di media online?

Jika saya bertanya berapa banyak pengguna internet di era digital ini, tentu saja jawabannya akan mengambang. Tiap hari pengguna internet terus bertambah. Tidak hanya di Indonesia namun di seluruh negeri berkat gempuran smartphone murah Android dari berbagai produsen dunia.

Para pengguna internet tidak hanya menggunakan media sosial seperti facebook, twitter maupun instagram saja. Pengguna internet cukup cerdas untuk mengakses mesin pencari supaya tidak ketinggalan informasi terkini.

Kemudahan ini membuat sebagian anak muda yang dahulu gemar mendengar radio maupun menonton televisi telah beralih ke media online. Asalkan kuota internet mencukupi maka mereka dapat terhubung ke internet sepanjang waktu.

Ngapain saja di dunia maya?

Browsing dan searching telah menjadi kebutuhan khusus para pengguna internet. Begitu masuk ke mesin pencari, mengetik satu kata kunci maka internet akan mengarahkan ke laman yang dituju. Di sinilah letak keunggulan media online.

Tiap laman yang muncul di halaman pertama mesin pencari adalah laman yang paling sering di­klik. Bisa dikalkulasikan jika tiap detik ribuan orang mengeklik informasi di laman yang sama. Berapa banyak konstribusi laman tersebut kepada produsen iklan?

Mesin pencari tidak selamanya menyentuh media arus utama untuk mejeng di halaman pertama. Dunia blog yang semakin populer membuat blogger begitu gencar menggempur dunia maya dengan artikel menarik dan bermanfaat, bahkan artikel-artikel dengan kata kunci paling sering dicari.

Berbagai rumus pun diterapkan oleh blogger profesional untuk “menempatkan” laman blog mereka di halaman pertama mesin pencari. Akhirnya, blog dengan kekuatan SEO mumpuni begitu mudah nangkring di halaman pertama mesin pencari.

Entah karena “malas” atau karena alasan lain, pengguna internet cenderung – lebih suka – mengeklik informasi di pilihan laman nomor satu atau nomor dua di halaman pertama mesin pencari. Tak bisa dihindari berbondong-bondongnya pengunjung di sebuah blog.
Kata kunci yang tepat dalam mencari informasi di internet -  bisnis.ilmuwebsite.com
Pengunjung blog yang banyak cukup besar pengaruhnya terhadap konten marketing. Blog telah menjadi salah satu bagian dari penyumbang klik iklan terbanyak.

Informasi yang dihadirkan lebih menarik dibandingkan media arus utama yang cenderung kaku. Dari ratusan bahkan ribuan pengunjung, tidak tertutup kemungkinan sebagian dari mereka akan mengeklik bahkan membeli produk yang dipasarkan oleh produsen melalui iklan ini.

Lantas, blog seperti apa yang disukai oleh penyedia iklan?

Blog yang informatif

Blog yang informatif paling tidak memuat informasi-informasi yang dekat dengan pembaca, atau informasi yang paling sering dicari pembaca melalui mesin pencari. Informasi mengenai wisata atau teknologi – misalnya – merupakan dua dari informasi yang sangat dibutuhkan oleh pembaca.

Pembaca yang ingin mengunjungi suatu tempat telah menjadi keharusan untuk mencari informasi mengenai tempat tersebut di internet. Orang yang ingin membeli smartphone baru lebih sering mencari spesifikasinya di internet sebagai pembanding dengan produk yang dijual di pasaran.

Blog yang responsif

Blog yang nyaman dikunjungi adalah blog yang cepat merespon konektivitas internet. Blog yang “ringan” lebih disukai oleh pengunjung karena tidak memperlambat gerak mereka atau bahkan menguras kuota internet.

Blog responsif memberikan kenyamanan tersendiri bagi pengguna internet. Para pengguna internet akan mudah berpindah dari satu informasi ke informasi lain dengan cepat.

Blog yang terpercaya

Blog yang terpercaya adalah blog yang berisi tulisan yang bisa dipertanggung-jawabkan. Blogger yang menulis maupun mempublikasikan foto di blog wajib mencantumkan sumber apabila bukan milik sendiri. Blog terpercaya ini pula kemudian menjadi referensi pembaca mengenai informasi yang dibutuhkannya.

Salah satu indikasi blog terpercaya saat ini adalah yang “mau” dipasang iklan oleh Google Adsense. Iklan dari Google Adsense begitu sulit ditembus. Banyak sekali produsen menawarkan iklan ke mesin pencari ini.

Google Adsense terlebih dahulu akan menilai dan memverifikasi akun pemilik blog, terutama mengenai plagiatisme dan sejenisnya. Blog yang “bagus” menurut Google Adsense akan langsung menerima iklannya.

Tak tanggung-tanggung, iklan yang tayang bisa beragam. Apa pengaruh iklan ini terhadap produsen sebuah produk? Dengan trafic blog yang meningkat pengeklik iklan pun akan semakin banyak. Siapa yang tidak tergiur memasang iklan di blog?

Blog yang populer

Banyak pengunjung dan artikel menarik tentu akan menjadikan blog tersebut populer. Kita mengenal fashion blogger, food blogger maupun titel lainnya. Update terus-menerus yang dilakukan oleh blogger ini menempatkan mereka sebagai sosok yang dicari di dunia maya.

Ingin restorannya terkenal, cukup undang food blogger lalu minta dituliskan review menu favorit. Baru launching baju terbaru, minta blogger untuk mereviewnya di blog. Imbasnya, pengunjung blog membludak dan produk tersebut dicari oleh banyak orang.

Blog sebagai penyumbang konten marketing?

Di era digital benar adanya. Iklan di blog lebih murah, simpel, mudah diakses setiap saat, dan durasi singkat. Tertarik menawari kerjasama dengan blogger?

0 Response to "Blog Sebagai Penyumbang Konten Marketing di Era Digital "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel