Ketika Media Massa Dihalau Badai Blog

Era digital terus berbenah mencapai titik nadir tertinggi. Salah satu faktornya adalah kemudahan akses internet dari pelosok sampai ke kota besar. Satu sisi hal ini wajar dan efisien untuk memberikan energi positif. Di sisi lain share media sosial yang berlebihan berakibat tidak baik terhadap pola pikir masyarakat yang terpaku pada satu informasi saja.
Aktivitas Blogging Mendatangkan Uang - themelab.com

Masuk ke ranah informasi di internet, blog adalah salah satu media penyedia informasi tercepat dan tak terselektif. Menulis blog bisa dilakukan oleh siapa saja tanpa melalui proses editing apakah informasi yang disajikan benar-benar akurat atau hanya ilusi penulis semata.

Tidak ada yang salah dalam menulis blog karena keuntungan dari sini bahkan bisa lebih besar apabila telah menerima iklan dari berbagai pihak. Blog yang memiliki konten menarik dan bermanfaat akan terus dishare ke media sosial oleh banyak kalangan, tanpa mengetahui isinya berangkat dari fakta atau imajinasi.

"Peluang blogger itu banyak banget karena banyak topik-topik yang belum di dunia digital dan belum dibahas secara khusus, terutama topik-topik yang tidak fun, seperti fashion, food, travel, dan gadget. Carilah topik yang agak berat, katakanlah seperti asosiasi manusia,” - Enda Nasution - 

Perkembangan blog yang semakin pesat menghalau media arus utama yang menyajikan informasi lebih akurat. Blog yang dikelola oleh personal menggempur dunia maya dengan beragam informasi “sesuka hati gue” yang bahkan disajikan lebih ringan.

Seorang travel blogger seperti Trinity mengemas blognya menjadi sesuatu yang kocak dan ringan padahal sedang menulis kekhawatirannya di negeri orang. Kisah lain seperti galaunya Raditya Dika diburu oleh para penggemarnya karena kehidupan sehari-hari dikemas tanpa beban.

Semakin ke sini, dunia blog tidak lagi dipandang sebelah mata karena para blogger yang menulis pun telah mematuhi kaidah 5W+1H yang dicanangkan dengan baik oleh media arus utama. Penulis blog bebas saja memasang foto-foto terkeren tanpa takut kena sensor oleh editor. Isi tulisan pun tidak ada batasan mau menulis satu dua paragraf atau sampai lima halaman sekalipun.

Aktivitas blogging membuat media massa yang notabene memiliki reporter dan redaksi ketar-ketir. Gempuran tulisan blogger yang ringan dan detail lebih dibutuhkan pembaca dibandingkan opini di media massa yang dibatasi halaman maupun kode etik jurnalistik.

Penulis blog berangkat dari kemauan berbagi informasi mengenai tempat secara detail tanpa iming-iming dibayar atau membayar. Seorang blogger berada di salah satu waduk, di sana ada tempat makan bisa langsung dikemas menjadi tulisan apik.

Wartawan media massa apabila ingin meliput tentu saja perlu “ketuk palu” dari atasan dan membutuhkan budget. Bahkan, tidak enaknya lagi setelah lelah meliput tulisan yang telah ditulis bisa tidak dimuat alias tidak lolos redaksional oleh redaktur pelaksana.  

Posisi media massa sedang digoyang oleh keberadaan blog dengan konten beragam. Seorang blogger dengan mudah menulis blog lifestyle – isisnya campur-campur – blog teknologi, blog makanan, ataupun blog wisata.

Kemasan ini ditunjang oleh penyedia layanan blog berbayar yang menawarkan domain pribadi seperti .com atau .co.id dengan harga miring. Belum lagi saat berbicara rangking blog di internet yang menjadi titik tolak keberhasilan seorang blogger.

Keberadaan blogger semakin diakui oleh banyak kalangan karena kecepatan informasi dan mudahnya terindeks oleh mesin pencari seperti Google. Apabila tahun-tahun lalu kita banyak sekali menemukan lomba menulis yang harus dikirim melalui pos, sekarang malah sebaliknya. Banyak lembaga mengadakan lomba blog karena hemat waktu dan lebih menarik dibandingkan lembaran kertas print out tanpa ada ilustrasi pendukung.

Badai blog ini akan bertahan lama dan mengerus keberadaan media massa yang dikukung oleh kode etik. Selama akses blog bisa dikendalikan oleh siapa saja maka beragam tulisan akan lahir tanpa bisa dihentikan. Media massa yang “ketakutan” melakukan berbagai cara untuk mengalahkan kedigdayaan blogger

Cara paling efisien dilakukan dengan menghadirkan banyak klik pada satu berita. Media massa online seperti ini bahkan kurang etis dibandingkan blog yang menawarkan informasi lebih akurat. Bahkan, media massa yang telah punya nama banyak mengibuli pembaca dengan menorehkan judul berbeda dengan isi.

Media massa tentu saja khawatir karena hidup mereka akan setengah berdiri. Blogger tidak pernah khawatir karena – biasanya – niat menulis blog bukan untuk mengejar materi tetapi karena hobi atau faktor kesenangan semata. Walaupun blog berangkat dari kesenangan bukan berarti blogger menulis dengan tipu muslihat supaya banyak klik.

Blogger kini sangat terpercaya bahkan diburu oleh banyak kalangan untuk menulis tentang mereka. Tak hanya tentang wisata yang dikemas dari ujung dunia menjadi tulisan bernapas. Kuliner ditulis bahkan lebih pedas dari rasa gulai di tepi pantai.

Produk smartphone terbaru dikupas tuntas bahkan rela membeli produknya untuk dibuat review mendalam. Keputusan ini pada akhirnya menempatkan blogger tak ubah sebagai redaksi sebuah media massa yang melakukan pekerjaannya dengan penuh keyakinan.

Media massa memang mempunyai kedudukan tersendiri, punya pembaca tersendiri. Namun media massa sepatutnya berkaca pada runtuhnya Nokia bahkan BlackBerry. Dua nama produsen telepon ini sempat digadang-gadang akan berjaya namun kalah telah dengan gempuran smartphone Android yang lebih berkelas, murah dan mudah dioperasikan.

Masyarakat lebih senang pada sesuatu yang instan walaupun tidak disaring dengan benar informasinya. Tulisan dari blog asal-asal bisa menjadi trending topic di media sosial karena banyak share. Media massa adakalanya butuh waktu untuk berbenah karena tiap hati blogger lahir dengan beragam informasi menarik.

Apabila diabaikan, media massa akan menjadi sebuah kenangan terpahit seperti yang telah terjadi. Berapa banyak media massa – koran dan majalah – harus gulung tikar? Apakah media massa yang tinggal saat ini menanti waktu yang sama?

0 Response to "Ketika Media Massa Dihalau Badai Blog"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel