Jangan Hormati Orang Tidak Puasa Ramadhan

Jangan Hormati Orang Tidak Puasa Ramadhan. Bagaimana hukum orang tidak puasa Ramadhan - “Jangan makan di luar orang lagi puasa!”
Bulan Ramadhan.
Ibu, selalu menegur saya waktu kecil dulu jika makan di luar rumah saat bulan puasa. Ibu saya memang bukan orang alim agama namun paham betul dalam menghormati bulan Ramadhan. 

Bulan puasa yang hanya ada setahun sekali ini wajib di hormati karena kaidah dalam bulan ini adalah berpuasa. Tak ada bulan lain selain bulan ini yang menganjurkan untuk puasa sebulan penuh. 

Puasa yang paling dasar adalah menahan lapar dan dahaga. 

Jelasnya tidak dibenarkan makan dan minum di bulan ini. Jika tidak berpuasa sekali pun maka hormatilah bulan ini, bukan saja orang yang sedang berpuasa.

Bagaimana Hukum Orang Tidak Puasa Ramadhan?

Zaman sekarang malah terbalik. Orang yang sedang berpuasa disuruh hormati orang yang tidak berpuasa. Siapa yang mesti dihormati dan menghormati? 

Wajarkah makan dan minum di depan orang banyak di bulan Ramadhan? Jika pun nggak bisa menahan diri maka sembunyi-sembunyilah saat lapar. 

Jika tak mau menghormati orang-orang yang sedang puasa maka hormatilah bulan ini karena janji Tuhan tak pernah ingkar terhadap nikmatnya.

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa” –QS. Al Baqarah: 183 –


Orang yang berpuasa adalah orang yang beriman. Mau rumah makan bukan 24 jam. Mau restoran menawarkan menu lezat dan diskon gila-gilaan. 

Mau sirup manis sekolam di depan mata. Tetap saja tidak tergoda karena baginya puasa melatih sabar dan tabah menahan godaan. 

Orang berpuasa bukan saja menghormati bulan penuh ampunan ini namun juga menghormati orang-orang lain yang tidak berpuasa dengan cara menghalau cercaan. 

Bagaimana Hukum Orang Jualan Siang Hari Bulan Puasa?

Sejak kecil saya telah terbiasa dididik untuk menghormati bulan Ramadhan. Walaupun masa itu cuma puasa setengah hari namun tak lantas pamer-pamer makanan ke mana-mana. 

Aura bulan puasa itu cukup kuat sekali bagi orang-orang yang beriman dan menjalankannya sepenuh hati. Dulu dan kini saya tidak merasakan perbedaan sama sekali. 

Anak-anak zaman sekarang yang telah dilatih untuk berpuasa juga menghormati orang-orang yang sedang berpuasa. Anak-anak malah malu jika makan di depan orang dewasa yang sedang puasa. 

Lalu, membuka warung makan di tengah hari? Kena razia marah-marah? Pemberitaan di mana-mana. 

Si tukang razia dihujat habis-habisan bahkan oleh mereka yang sedang puasa. Siapa yang semestinya harus dibela saat ini? 

Orang yang sedang puasa menyediakan makanan untuk orang tidak puasa? Orang Islam menyediakan makan untuk dijual di tengah hari bulan puasa? 

Atau bulan Ramadhan yang menangis karena harga dirinya diinjak-injak oleh umatnya sendiri? 

Ketika pencuri sembunyi tangan, maka emas permata tak akan pernah ditemukan lagi. Ketika pencuri dibela oleh putusan, maka selamanya ia akan mencuri. 

Ketika orang tidak puasa dihormati maka selamanya ia akan keras kepala. Mungkin tak akan pernah lagi puasa. Mungkin puasa saat senang hati saja. 

Mungkin telah kebal hatinya karena agama cuma tertulis di kartu tanda pengenal saja. 

Puasa memang bukan wajib untuk semua umat Islam namun orang Islam akan puasa walaupun tidak beriman – dalam konteks keimanan sebenarnya; salat lima waktu dan amal ibadah lain. 

Puasa adalah pembiasaan yang telah diajarkan sejak kecil oleh orang tua jika telah terlahir sebagai muslim. Kebiasaan ini terus terjadi apabila lingkungan menghormati bulan puasa. 

Namun jika lingkungan tidak menghendaki dengan dalih mencari nafkah maka si orang tersebut juga akan tak puasa. 

Semua orang mencari nafkah untuk kehidupan lebih baik. 

Menghormati orang yang tidak puasa adalah dengan memberi nafkah kepadanya. Jika penjual sedang puasa maka sama saja telah menelan ludah sendiri. 

Niat puasa yang dilafalkan di waktu malam untuk siapa tujuannya? 

Cuma sekali di waktu siang dagangan itu entah laku entah tidak namun dibombardir telah berlaku baik memberi makan orang tidak puasa. 

Padahal, jika mau mengalkulasikan lebih terperinci berapa banyak pemasukan mereka yang hanya membuka warung makan saat berbuka, sahur dan habis tawarih. 

Mereka yang masuk ke dalam golongan ini juga berjualan, mencari rejeki, menutupi kebutuhan rumah tangga termasuk baju baru untuk anak-anak di hari raya. 

Jangan berkilah bahwa nafkah itu nggak adil karena mereka yang berjualan di saat berbuka atau sahur saja masih hidup saat akhir Ramadhan nanti. 

Beginilah apabila mental kerupuk dipelihara. Yang salah dibela. Yang benar diabaikan. Yang salah bahkan dapat bantuan. 

Yang benar malah dihukum. Bagian bab ini akan menjadi sebuah monster di waktu ke depan. 

Akibat dari menghormati orang tidak puasa dan dibela sampai ke level pemerintah maka tidak tertutup kemungkinan orang-orang yang buta mata hati membuka warung makan lebar-lebar di tengah hari bulan Ramadhan. 

Apa bedanya bulan Ramadhan dengan bulan-bulan lain? 

Aneh tetapi nyata. Saat masyarakat muslim meminta nonmuslim untuk menghormati bulan Ramadhan tetapi umat muslim yang sedang puasa justru tidak menghormati bulan suci ini. 

Pergeseran ini karena hawa napsu yang tidak mampu dikendalikan selama bulan puasa dan karena mengasihani tanpa menggunakan logika secara terperinci. 

Orang Islam itu sendiri paham betul alasan kenapa tidak berpuasa. Islam tidak memberatkan terhadap suatu apapun kecuali diberat-beratkan oleh umatnya sendiri. 

Puasa boleh tidak dikerjakan apabila sakit, wanita haid, wanita melahirkan, sedang dalam perjalanan jauh, belum baligh, orang tua dan beberapa golongan lain. 

Tetapi dengan catatan mengganti di hari lain di luar bulan Ramadhan. 

Dan, kenapa jangan menghormati orang tidak puasa? Karena orang tersebut – golongan Islam – adalah mereka yang naif dan tidak menghormati bulan Ramadhan. 

Jika kita termasuk ke dalam golongan menghormati orang tidak puasa, maka catatlah sendiri bahwa kita termasuk golongan yang tidak menghormati bulan suci ini. 

Perkara ini kembali ke ayat dalam kutipan di atas. 

Catatan akhir, untuk apa kita menahan haus dan lapar sampai petang jika begini kondisinya? 

0 Response to "Jangan Hormati Orang Tidak Puasa Ramadhan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel