Thursday, December 28, 2017

Cukup Xiaomi, Redmi 5A 'Telah' Merusak Pesta Orang Lain

Manakala sebuah bom meledak, sekecil apapun akan menjadi bias lalu viral di media sosial – internet. Tak perlu jauh melirik, satu kata saja yang mengandung racun akan segera menggelegar karena imbas dari dunia maya tak seorang pun mampu menjawab pasti. Bahkan, untuk saat ini seorang penjahat bisa menjadi suci, seorang alim bisa menjadi pencuri. Begitu saja, mengalir tanpa henti sampai merasuk ke jiwa mereka sebagai candu!
Redmi 5A - okezone.com
‘Candu’ yang kini menggegoroti akhir tahun adalah sebuah perusahaan kecil, semula diledek lalu menjadi termehek-mehek kepadanya. Entah siapa dan mengapa, tetapi tanya itu terjawab seketika kala dirinya membuktikan eksistensi dengan mengorbankan ‘nyawa’. Tentu, bertanya-tanya dari kita mengapa piawai itu menjiwa dalam diri mereka. Alasan tentang perusak hubungan, peledak granat di ladang penuh bunga, bukan pelipur lara untuk mereka yang meradang, tetapi sebuah ‘kenekadan’ datang karena ia mau rugi.

Akhir tahun yang perih, terbelalak, terengah-engah, namun tak bisa ditampik tamparan telak dan tidak terduga dari Xiaomi. Secara resmi, perusahaan China ini meluncurkan Redmi 5A di pasar Indonesia yang kalut, gusar, gundah-gulana, galau sekencang remaja putus cinta, dan tergiur sentuhan promosi. Begitu emosi terbawa, mudah saja mereka yang datang dari entah mana-mana membeli karena kasihan atau memang butuh barang murah – meski murahan itu telah menjadi universal.

Redmi 5A adalah ‘bom’ yang meledak di akhir tahun 2017. Indonesia sebagai negara berkembang, penikmat gadget murah dunia, menjadi ladang terbaik untuk melemparkan emosi jiwa tersebut. Xiaomi bisa saya sebut memiliki strategi yang tak terduga, tergesa-gesa namun penuh pertimbangan. Saya pikir, perusahaan yang sejak awal kemunculannya dikenal sebagai ‘pembobol’ tabungan orang banyak ini, telah merencanakan sejak lama strategi membobol cinta kasih dari pecinta gadget Indonesia.

Di saat produsen lain melesat dengan produk high end­ yang dipromosikan besar-besaran, menggunakan artis maupun membeli slot iklan di media online. Xiaomi malah datang penuh percaya diri dengan Redmi 5A seharga Rp 999.000. Pasar Indonesia yang jemu dengan pemberitaan dan ulasan produk bagus tetapi harga di atas 10 juta, langsung mencuit tentang smartphone ini. Shock terapi itu bukan karena harga yang terjangkau tetapi produk ini seharusnya berada di rentang harga lebih tinggi.

Keteteran, pasti di benak produsen lain. Ketakutan jelas sekali. Namun ketakutan dari Xiaomi terasa berbeda saat mereka mengenalkan prosesor Snapdragon 425  yang menjadi otak Redmi 5A. Tentu, prosesor yang mahal dari Qualcomm ini tidak ada di smartphone dengan harga tak sampai satu jutaan. Kejutan yang cukup manis karena smartphone ini juga memiliki RAM 2GB, media penyimpanan internal sebesar 16GB, baterai 3000 mAh dan kamera utama 13MP serta kamera depan 5MP.

Di spesifikasi tertulis demikian, pada sebagian besar produsen menjual produknya di atas 1,5 sampai 2 juta. Saya memprediksi, Xiaomi seakan ‘memenggal’ kepalanya sendiri jika Redmi 5A tidak laku, bahkan jika laku pun mereka siap-siap menutupi kerugian – karena sebagian besar tahu benar bahwa Qualcomn tidak mendiskon prosesor secara gamblang. Memang mungkin Xiaomi menutupi ‘kelakuan’ Redmi 5A dengan model lain atau jenis usaha lain tetapi tidak tertutup kemungkinan bahwa perusahaan ini hanya ingin mengembalikan namanya yang pernah terpenggal.
Redmi 5A dijual murah - kompas.com
Kita ketahui bahwa, Xiaomi terpental ke posisi tak tentu setelah dikejar oleh rekan senegaranya. Di dunia, nama Xiaomi seakan telah lenyap meski mereka telah melahirkan produk di kelas atas. Tak mau mengambil keangkuhan dari produsen asal Kanada atau Finlandia, Xiaomi melangkah cukup gesit, mencuri start, melerai perang, mengundang tatapan, dan akhirnya mereka bermain ‘aman’, terkendali, harap-harap cemas di pasar Indonesia dan juga di negari asalnya, China.

Ini karena kita mudah dirayu dengan harga ‘murah’? Tentu juga tidak. Smartphone dengan harga sampai 20 juta juga dibeli oleh pemuja gaya hidup di negeri penuh gosip penyenang hidup ini. Tetapi, meski klaim smartphone 20 juta itu laku keras di mana-mana masyarakat kita yang notabene ‘penabung’ ulung tidak mau mengeluarkan dana berlebih; tepatnya smartphone itu kegunaan cuma untuk itu-itu saja kok. Jadi, akhirnya memilih smartphone dengan harga murah karena ngopi di warung masih terasa lebih nikmat dan paket data internet makin hari ditawarkan kian mencekik.

Redmi 5A saya sebut, mulus saja di jalanan becek Indonesia. Meski belum sepenuhnya benar, dengan nama ‘besar’ Xiaomi yang masih dipuja oleh penggemarnya, Redmi 5A adalah babak penentuan akhir untuk Xiaomi kembali ke red carpet pasar Indonesia. Mampu atau tidak Xiaomi mencuri kembali potongan kue yang hampir diluber habis oleh rekan senegaranya, hanya waktu yang mampu memberi jawaban lewat kunang-kunang malam.

Mimpi Xiaomi adalah nama besar. Demikian, saya sebut ambisi dari Redmi 5A. ‘Laba’ sedikit dari produk ini tampaknya tak jadi soal karena ke depan, mereka akan rela membagi ‘diskon’ untuk produk-produk lain daripada nyungkep di sudut kamar tak berlampu. Lalu, Redmi 5A dipromosikan lebih kencang daripada seri lainnya karena sekali sentuh, dengan jiwa muda, termehek-mehek, pengguna Indonesia yang berada di garis keras ini langsung tergiur. Bahkan, rela tidak jajan harian untuk mendapatkan sebuah produk ‘terbaik’ di kelasnya tersebut – menurut pemahaman mereka dan analisa dari pakar lainnya.

Bayangkan saja, untuk anak muda masa kini yang diberi jajan harian sampai Rp 50.000, hanya butuh 20 hari agar dapat meminang Redmi 5A. Tak perlu menambah beban kepada orang tua. Atau juga untuk mereka yang menabung sehari Rp 30.000 sebulan sudah bisa meminang Redmi 5A. Bahkan, tidak ada yang tahu dua bulan ke depan produk ini mendapat diskon lebih bersahabat lagi. Salah satu kunci best seller itu adalah banyak permintaan, meski harga murah tetapi laku keras maka tak ada alasan untuk tidak memproduksi kembali.

Pesta Xiaomi akhir tahun bagaikan balon yang meletus di atas kue ulang tahun di rumah tetangga. Balon itu berisi permen manis yang langsung menjadi rebutan mereka yang sedang bernyanyi selamat ulang tahun. Pesta Xiaomi adalah ketakutan orang lain. Khawatir panjang bagaimana dan apa solusi untuk menendang Redmi 5A keluar dari posisinya. Xiaomi yang menjadi ‘anak emas’ Qualcomm tentu enteng menjawab bahwa mereka cukup kuat dengan prosesor terbaik. Pengaruh ini yang ditakuti oleh produsen lain yang belum mampu mencicipi manisnya kerjasama dengan Qualcomm.

Tendangan akhir tahun sangat perlu di hampir seluruh dunia. Strategi Xiaomi saya acungi jempol dan benar-benar tepat sasaran. Di Indonesia bukan ‘akhir tahun’ yang mengenakkan tetapi libur panjang usai ujian. Smartphone di bawah 1 jutaan adalah kado terbaik untuk anak-anak yang baru saja mendapatkan rangking di sekolah. Juga, menjadi kado yang manis di libur panjang anak-anak sekolahan bagi mereka yang ingin berlibur atau memilih sebuah smartphone baru. Tepatnya waktu ‘bom’ itu meledak menjadi momentum yang tak terperikan dari Xiaomi. Dunia maya telah mereka genggam, tinggal balon-balon udara beterbangan di atas toko-toko yang menjual Redmi 5A.

Tampaknya, belum ada kata ‘cukup’ untuk melerai kegesitan Xiaomi di masa mendatang. Akan ada saja strategi mereka untuk mencuri sepotong kue manis. Bahkan, mereka mau ‘bunuh diri’ asalkan kue tersebut kebagian. Saya kira, Xiaomi telah banyak belajar dari mereka yang pernah kalah di perang telepon genggam. iPhone China ini akan seperti apa kelanjutan kisahnya nanti? 

SHARE THIS

Author:

Teacher Blogger and Gadget Reviewer | Penulis Fiksi dan Penggemar Drama Korea | Pemenang Writingthon Asian Games 2018 oleh Kominfo dan Bitread | Contact: bairuindra@gmail.com

13 comments:

  1. Tidak sabar menanti awal tahun 2018 #EdisiGaBisaOrderAkhirTahun

    ReplyDelete
  2. emangnya saingan dari Cina apa om untuk Xiaomi?

    ReplyDelete
    Replies
    1. sekarang saya pakai yang V :D, sebelumnya pakai O, sebelumnya lagi pakai Mi, haha..

      murah meriah, spek ga kalah. the best lah tuk mereka bertigahh

      Delete
  3. saya pas tanggal 27, udah mantengin akun lazada dan tinggal mau bayar. eh, malah error. alhasil gak dapet :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Barangkali sistemnya harus diperbaiki ya Mas, agar tidak kecewa.

      Delete
  4. Leni aja ndak terima harga segitu....😂😂😂

    ReplyDelete
  5. Murah atau mahal, sama2 punya peminatnya ya mas. Banyak yg rela antriiii 😁

    ReplyDelete
  6. Murah dan kameranya bagus. Ini saya baru aja beli redmi note 4x. Dan emang seperti review teman-teman, performanya keren. Tapiii..kameranya aduhai T_T Untung punya kamera mirrorless huhuhu..

    ReplyDelete
  7. Lumayan banget sih untuk harga segitu, tapi seharusnya Xiaomi belajar kalau di rentang harga 1 juta itu pasarnya di daerah, terutama di luar pulau Jawa. Jadi pasokan barang offline-nya mesti diperkuat di toko-toko handphone tradisional.

    Karena dengan distribusi yang kuat di daerah tersebut lah yang membuat O dan V berkibar di seluruh penjuru Nusantara.

    ReplyDelete