Monday, December 18, 2017

UT School: Seteguk Cita dari Astra

Seorang siswa datang kepada saya paruh bulan lalu, ia bertanya tentang cita-cita dan masa depannya. Sebenarnya, tiap tahun sejak 2013 saya menerima pertanyaan dan curahan hati siswa mengenai hal serupa. Saya akui bahwa kalutnya pemikiran mereka antara bayang bekerja dan kuliah di mana keduanya memiliki konotasi yang berbeda. Namun, sebagian besar dari mereka yang bertanya adalah tentang apa dan bagaimana setelah lulus kuliah nanti.

“Pak, jurusan apa yang terbaik bagi saya?” tanya seseorang itu. Jawaban serupa seperti tahun-tahun yang lalu, saya berikan kepada dirinya. Bahwa itu, adalah kemauan dan kemampuan yang sejalan beriringan. Saya tidak memberi jawaban harus pilih jurusan ini atau itu, atau jurusan ini lebih baik atau itu lebih baik lagi.

“Pak, jurusan apa yang mudah dapat kerja nanti?” seseorang itu ‘kembali’ menyudutkan saya. Tentu, ini bukan mudah memberi jawaban yang pasti. Mungkin saja, perkembangan masa yang terus menuju ke ujung cita, mereka yang selama ini melihat sudut dunia lebih dewasa merasa khawatir tidak mendapatkan pekerjaan seusai kuliah. Saya tidak menjawab jurusan ini akan memberi lowongan kerja, jurusan ini mudah dapatkan pekerjaan. Tetapi, pilih jurusan yang sesuai kemampuan dan kemauan, niscaya pekerjaan itu akan datang dengan sendirinya!

“Pak, saya mau langsung kerja selesai kuliah!”

“Pak, saya mau bekerja apakah bisa nggak kuliah?”

“Keahlian kamu apa?” saya bertanya untuk sekadar tahu ke mana arah dari pertanyaan mereka. Banyak pula yang menaruh harapan pada dua pertanyaan terakhir ini. Mereka yang datang menemui saya karena sadar satu hal, “Saya tidak rangking di kelas, Pak!” mereka tidak berprestasi sebagaimana saya tahu. Tidak mungkin mereka duduk saja di warung kopi padahal telah lulus sekolah menengah.

Barangkali, pemandangan alumni sekolah menengah duduk di warung kopi telah menjadi hal biasa. Entah karena tidak memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan, mungkin juga karena tidak mau sekolah lagi di mana masih beranggapan “Presiden orang lain, menteri orang lain, guru orang lain dan siapapun orang lain!” Pemikiran demikian mendasari bahwa hidup hari ini bukan untuk makan sedangkan perut terus keroncongan. Paling tidak, isi dompet cukup untuk sebungkus nasi dan tidak meraung kepada orang terdekat karena itu.

Kreativitas yang tidak diasah makin lama akan mati suri. Maka, tidak ada harapan untuk berbenah di kemudian hari saat penyesalan datang tiba-tiba. Sebagai seorang guru, saya teramat sering menemukan alumni sekolah yang semula semangat belajar berubah menjadi sosok berbeda. Sungguh sayang saat generasi yang sebenarnya duduk manis di bangku sekolah harus kandas karena berbagai faktor. Dari sini pula kita harus sedikitnya tahu apa yang diinginkan dan dimaui. Jika orang lain melanjutkan kuliah karena pengharapan hidup lebih baik, maka mereka yang tidak memiliki kemampuan untuk itu tidak ada salahnya mengubah persepsi ke arah ‘finansial’ saja.

Orang pintar tidak selamanya beruntung. Orang beruntung adalah mereka yang berusaha. Maka, usaha tidak pernah mengibuli hasil. Catatan ini mungkin saya tujukan kepada mereka yang telah melepas status sebagai pelajar, baik siswa saya terdahulu maupun siapapun yang membaca ini. Saat kita sadar bahwa dengan kuliah belum tentu menghasilkan apa yang diinginkan, maka tidak ada salahnya untuk memutar haluan mencari ‘kampus’ yang menggenapkan keahlian menjadi nyata. Jika orang lain lulus kuliah mencari kerja, untuk kita bagaimana cara lulus kuliah harus membuka lapangan pekerjaan!

Setidaknya, pekerjaan untuk diri kita sendiri. Bagian yang secara berkelanjutan dibutuhkan orang lain. Tak mengenal hari libur maupun waktu kerja. Bebas di ruko besar atau di kedai kecil pinggir jalan. Di mana mudah ditemukan oleh mereka yang mendadak musibah di jalanan. Bengkel sepeda motor. Adalah secuil asa yang selalu didoakan oleh mereka yang menerima putusan ‘rusak’ dari kendaraan. Serasa nggak penting, begitu adanya tetapi mereka membawa jasa yang cukup besar kepada kita.

Namun, untuk mencapai ke titik ini tentu butuh proses yang panjang. Juga butuh pendidikan agar menggenapkan kemampuan demi keahlian dalam meraih profesionalisme kerja. Kembali ke mereka yang termenung di warung kopi, seakan kehilangan arah, mungkin sekolah yang demikian saya maksud adalah pilihan terbaik saat ini. Salah satu sekolah yang telah memberikan konstribusi yang luar biasa kepada lulusan SMA dan sederajat adalah UT School.
UT School lahirkan mekanik dan operator alat berat terbaik.
Saya seolah ingin mengarahkan siswa-siswa yang bertanya tentang masa depan ke pendidikan tinggi ini. Saya berpikir ‘instan’ tentang masa depan yang tidak memiliki keahlian apa-apa, meskipun telah lulus kuliah namun jika tidak kreatif pekerjaan itu tidak mudah didapatkan. UT School merupakan salah satu sekolah tinggi yang mendidik alumni SMA, MA dan SMK untuk menjadi tenaga terampil yang profesional. Yayasan Karya Bakti United Tractors (YKBUT) mendirikan UT School pada tahun 2008 dengan tujuan utama melahirkan tenaga mekanik dan operator alat berat terbaik. YKBUT merupakan sebuah yayasan di bawah payung Grup Astra yang menyelengarakan pendidikan jangka panjang dan jangka pendek, dan juga pengembangan sekolah kejuruan dengan alumni yang terampil. Sampai saat ini, UT School telah melahirkan alumni yang profesional sebanyak 9.239 lebih.  

UT School Gerbang Masa Depan
Terampil sudah pasti karena di UT School siswa dilatih untuk menjadi bisa dengan praktek lapangan. Sejauh ini, UT School memiliki dua program studi yaitu Mekanik Alat Berat dan Operator Alat Berat. Keduanya berkaitan satu sama lain dalam rangka ‘memoles’ besi menjadi ‘hidup’ kembali dalam membantu banyak pekerjaan kita. Sekolah yang memiliki pendidikan dasar yang kuat ini cocok untuk mereka yang selama ini masih membatu dalam akademik, atau lebih tepatnya sekolah ini sangat cocok untuk mereka yang selama ini belajar dengan sistem visual. Di mana hampir keseluruhan materi ajar adalah praktek lapangan.

UT School memiliki tenaga pendidik yang profesional di bidangnya. Setiap materi ajar tentu sangat berdekatan satu sama lain di mana kebutuhan akan dunia nyata semakin dekat. Selama pembelajaran, bimbingan dan arahan diberikan secara berkesinambungan sehingga tidak ada celah untuk berbuat salah – meminimalkan kesalahan. Sebagaimana kita ketahui bahwa untuk urusan mesin berbeda dengan benda hidup di mana akan menghindar saat merasa sakit, mesin akan rusak atau tidak berjalan semestinya jika salah memasang satu baut saja.
Pendidikan melalui bimbingan dan arahan pendidik profesional.
Pendampingan secara teori akan memberikan arahan dan bimbingan yang baik mengenai tata cara dan aturan baku dalam menjalankan perintah kepada mesin. Teori demi teori akan berkaitan dengan praktek lapangan di mana pendidik juga memberikan dukungan penuh sehingga kesalahan yang dibuat akan berkurang.
Praktek dalam bimbingan dan arahan tenaga pendidik profesional.
UT School datang dengan sebuah harapan bahwa tenaga terampil yang terbimbing dengan baik akan menjadi ‘seseorang’ yang bisa menghasilkan sesuatu yang lebih besar. Makin diasah kemampuan mereka di sekolah ini maka makin tumbuh kesadaran bahwa ke depan walau hanya satu baut saja bisa membuat kendaraan berhenti berjalan. Sekolah dengan bimbingan yang kontinu dan terarah akan lebih baik daripada sekolah dengan banyak teori. UT School memberikan kesegaran bahwa tanpa menjadi pekerja di perusahaan nantinya lulusan bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.

UT School dan Sebuah Cita-cita
Tidak sedikit dari mereka yang lulus SMA menjadi pemurung; apakah karena kurang biaya melanjutkan pendidikan atau karena bingung mau memilih jurusan yang tepat. UT School bisa disebut sebagai sekolah yang melatih dengan pasti. Setiap saat pembelajaran berlangsung dengan praktek di mana pendidikan demikian adalah salah satu yang diingini untuk meraih kesuksesan secara tiba-tiba.

Pendidikan yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan peserta didik akan memberikan dampak yang luar biasa setelah pendidikan itu selesai. Peserta didik yang selama ini terpaku kepada teori tidak lagi merasa kebingungan saat telah berada ke dunia kerja. UT School membuat mereka memakan banyak ‘baut’ untuk mendapatkan hasil terbaik, baik itu penerapan secara kelompok maupun personal. Di mana terlihat jelas bahwa pendidikan berlangsung untuk menjadikan tenaga terdidik yang profesional.
Praktek langsung yang menjadikan alumni terdidik dengan baik.
Praktek langsung yang menjadi pembelajaran penting bagi UT School tak lain memberikan semangat juang mereka meningkat. Tiap senti mereka melakukan kesalahan, maka saat itu pula mereka akan memperbaikinya. Hal ini menjadi penting di mana saat lulus nanti, mereka akan bekerja secara sendiri-sendiri dan teliti dalam tiap pekerjaan.
Tiap kesalahan akan diperbaiki dengan teliti.
UT School juga memberikan kesempatan yang sama, tidak ada perbedaan apakah itu laki-laki maupun perempuan. Bayangan di mana ‘teman’ mesin adalah kaum pria, semestinya harus ditepis dalam memasuki perkarangan sekolah ini. Kesempatan diberikan kepada mereka yang ingin mengepakkan sayap sesuai keahlian di bidangnya. Tidak ada yang bisa membendung keinginan dan keahlian seseorang dan sekolah ini memberikan jawaban yang tepat kepada mereka yang butuh.
Tidak ada perbedaan gender di UT School.

UT School dan Angan Sekolah Tinggi Profesional
Sekolah yang melatih profesionalisme tinggi dan disiplin kuat tidak banyak, UT School menjadi satu dari bagian kecil itu. Profesionalisme di dalam bidang yang diajarkan akan membuat mereka menjadi alumni yang disegani. Mereka juga memiliki semangat yang cukup kuat dan fisik yang bagus karena sekolah ini menerapkan disiplin yang ketat. Hal ini terlihat dari latihan fisik yang dilakukan oleh mereka yang sedang sekolah di sana.
Latihan fisik bersama pendidik profesional.
Latihan ketat ini mungkin saja dianggap sebagai bagian yang tidak penting tetapi untuk tenaga mekanik dan operator perlu sekali. Di mana saat menjadi tenaga terampil nantinya, tidak ada kata permisi kepada cuaca dan tempat kerja jarak atau dekat, berlumpur atau mulus, di tengah lautan atau hutan, di pinggir kota atau desa, saat terdesak atau pelan-pelan saja. Saat dibutuhkan mereka harus siap memberikan yang terbaik. Jika pun belum berbicara tentang kelulusan, saat masih belajar juga dibutuhkan fisik yang kuat di mana tiap saat adalah praktek. Selain praktek juga ‘bekerja’ nyata di lokasi proyek di mana pekerjaan ini menjadi sebuah batu loncatan menjadi tenaga yang benar-benar terampil.
Praktek - bekerja - tak kenal cuaca.
UT School adalah salah satu sekolah yang menjawab galau setiap tanya, mau ke mana setelah lulus SMA. Sekolah ini – sekali lagi – tidak hanya memberikan keterampilan untuk masuk dunia kerja tetapi juga menjadikan alumni sebagai pekerja bahkan pencipta lapangan pekerjaan. Bagian akhir ini sangat penting sekali karena kerisauan untuk mendapat pekerjaan masih menghantui. Dengan lulus dari sekolah terbaik ini, alumni bisa membuka bengkel mobil, bengkel sepeda motor – misalnya. Bahkan, tidak tertutup kemungkinan alumni yang memiliki kemampuan tersebut menjadi tenaga pengajar yang profesional di sekolah-sekolah kejuruan. Kemungkinan yang demikian bisa mungkin terjadi asalkan ilmu telah tersimpan dengan baik.

Maka, saya bisa memberi jawaban dengan bijak kepada siswa yang nanti kembali bertanya, “Jurusan apa yang tepat untuk saya, Pak?”
***
Referensi tulisan dan gambar:
http://www.utschool.sch.id
https://www.astra.co.id/CSR/Foundation/KARYA-BAKTI-UNITED-TRACTORS-FOUNDATION-YKB-UT 

SHARE THIS

Author:

Teacher Blogger and Gadget Reviewer | Penulis Fiksi dan Penggemar Drama Korea | Pemenang Writingthon Asian Games 2018 oleh Kominfo dan Bitread | Contact: bairuindra@gmail.com

2 comments:

  1. Wah bagus juga ya UT school untuk melahirkan para profesional di bidang nya. Saat ini kalau hanya sebatas perguruan tinggi belum jelas keahlian

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bagus bangt mbak, selesai pendidikan bisa usaha sendiri

      Delete