Monday, March 26, 2018

Berlibur di Makassar Sambil Belajar Sejarah, Berkunjunglah Ke 5 Tempat Ini

Ada banyak bangunan bersejarah di Makassar yang masih bisa disaksikan kemegahannya. Bangunan-bangunan ini merupakan saksi sejarah yang bercerita tanpa kata. Sudah selayaknya, para generasi muda kini mempelajari sejarah dari peninggalan masa lalu tersebut. Salah satu caranya adalah dengan mengunjungi berbagai destinasi sejarah di Makassar.
Wisata di Makassar - tripterus.com
Nah, bagi Anda yang tertarik untuk menjelajahi kekayaan sejarah kota Makassar dan sekitarnya, berikut 5 destinasi menarik yang perlu Anda kunjungi. 

Museum Kota Makassar
Berada di pusat kota Makassar, tepatnya di Jl. Balaikota No. 11, Museum Kota Makassar sangat mudah dijangkau. Bangunan ini merupakan peninggalan dari masa lampau dan telah berdiri sejak 1916. Di sini, Anda bisa menyaksikan kemegahan arsitektur Eropa yang menarik dan tak ada duanya. 

Di dalam museum, Anda bisa melihat berbagai koleksi sejarah, seperti lukisan-lukisan klasik, berbagai peninggalan arkeologi, dan foto-foto dokumentasi. Museum dibuka pada 08.00 WIT hingga 15.30 WIT setiap hari. Jadi, pastikan Anda datang pada jam-jam tersebut, ya. 

Benteng Fort Rotterdam
Benteng Fort Rotterdam merupakan salah satu landmark yang sangat terkenal di Makassar. Benteng ini dahulu dikenal dengan nama Benteng Jumpandang. Meskipun dibangun pada 1545, Benteng Fort Rotterdam masih berdiri dengan megah hingga saat ini. Di kawasan ini, terdapat 16 gedung yang bisa dikunjungi. Dua di antaranya kini telah berubah menjadi Museum Sejarah La Galigo. 

Pada zaman dahulu, Benteng Fort Rotterdam digunakan sebagai tempat pertahanan pasukan Gowa-Tallo. Setelah dikuasai oleh pasukan Belanda, benteng ini kembali dibangun dan diubah namanya. Dari udara, Benteng Fort Rotterdam terlihat seperti seekor penyu. 

Monumen Mandala 
Anda bisa mengunjungi Monumen Mandala untuk melihat kembali sejarah pembebasan Irian Barat. Monumen setinggi 75 meter ini terletak tidak jauh dari Lapangan Karebosi. Ada banyak diorama dan relief terkait pembebasan Irian Barat di dalam bangunan berlantai dua ini. 

Jika dilihat dari luar, Monumen Mandala tampak seperti segitiga sama sisi. Ini merupakan simbol Trikora atau Tiga Komando Rakyat. Terletak di pusat kota, menjangkau Monumen Mandala tidak terlalu sulit. Dengan menyempatkan waktu sejenak untuk berkunjung ke tempat ini, Anda dapat mengenang kembali perjuangan para pahlawan. 

Benteng Somba Opu 
Selain Benteng Fort Rotterdam, ada pula Benteng Somba Opu yang dahulu merupakan benteng paling kuat dan luas di Kerajaan Gowa-Tallo. Konon, para penjajah sangat sulit menembus benteng yang terletak di Kecamatan Tamalate ini. Selain berfungsi menjadi benteng, tempat ini juga merupakan pusat pemerintahan Kerajaan Gowa. 

Dari pusat kota, Anda harus berkendara sejauh 10 km untuk mencapai Benteng Somba Opu. Tidak terlalu jauh, bukan? Berkunjung ke Benteng Somba Opu juga akan membuat Anda mengenal dan memahami perjuangan para pendahulu di zaman lampau. 

Museum La Galigo 
Museum ini terletak di kawasan Benteng Fort Rotterdam. Untuk memudahkan Anda, carilah gedung No. 2 dan gedung No. 10 di area benteng. Museum La Galigo merupakan salah satu museum bersejarah yang didirikan pada 1970 silam. Di dalam museum La Galigo, ada banyak koleksi sejarah berupa peralatan tradisional yang biasa digunakan Sulawesi Selatan. 

Selain 5 objek wisata tersebut, masih ada banyak destinasi sejarah lain di Makassar yang bisa Anda kunjungi. Supaya perjalanan Anda lebih lancar dan mudah, carilah hotel murah di Makassar melalui aplikasi Airy. Aplikasi ini bisa didapatkan secara gratis di Play Store maupun App Store. 
Airy Rooms
Keunggulan hotel Airy Rooms adalah adanya jaminan 7 kenyamanan dari fasilitas yang tersedia, seperti AC, TV, shower air hangat, perlengkapan mandi gratis. Anda juga bisa mendapatkan air minum gratis, WiFi gratis, serta tempat tidur yang bersih. Cukup menyenangkan, bukan? Nah, ditunggu kedatangannya di Makassar ya.

SHARE THIS

Author:

Teacher Blogger and Gadget Reviewer | Penulis Fiksi dan Penggemar Drama Korea | Pemenang Writingthon Asian Games 2018 oleh Kominfo dan Bitread | Contact: bairuindra@gmail.com

0 komentar: